19 Maret 2017

Listrik Pulsa For Dummies

Saat hendak menempati gubuk mini kami sekitar 7 tahun yang lalu, saya baru tau bahwa rekening listrik kami adalah prabayar alias harus diisi dulu baru bisa menyala. Orang awam menyebutnya listrik pulsa. Pengalaman yang sama sekali baru bagi saya.



Nah. Waktu kami (saya, istri, seorang saudara yang ikut membantu plus sopir kolbak) datang, hari sedang menjelang senja. Awalnya masih cukup terang untuk memasukkan barang bawaan tanpa penerangan listrik. Begitu beberapa kardus diturunkan, hari sudah mulai gelap. Saya coba ceklak ceklek saklar ruang utama, lampu tak juga menyala. Saya perhatikan betul betul ke atas, karena suasana gelap, jebul lampunya sepertinya belum ada. Pantes.

Lalu terpaksalah saya mampir ke Alfamart untuk membeli beberapa buah lampu TL. Tukang antar dan saudara menurunkan barang barang dengan bantuan penerangan senter. Aman, pikir saya.

Sekembalinya dari sana, saudara saya segera naik tangga dan memasang lampu. Saklar kembali saya tekan, tidak juga ada tanda-tanda. Blaik. Gimana, nih?

Untungnya, tetangga sebelah cukup tanggap dan coba ikut membantu.

"Coba beli pulsa dulu", saran dia.
"O... Bagaimana caranya?", Tanya saya.
"Ke Alfa bisa, kok. Tunjukkan saja nomor yang ini", katanya sambil menunjuk sederetan angka di panel listrik.
"Oh. Baiklah. Terima kasih".

Saya bergegas kembali ke minimarket itu.

Sekembalinya dari sana, masih ada satu masalah lagi. Saya tak paham bagaimana cara pengisiannya. Begitu pun tetangga yang barusan memberi saran. Maka dipanggillah tetangga lain yang punya meteran listrik serupa. Kali ini yang maju anaknya. Dengan cekatan dia mengisikan deretan angka pulsa ke meteran. Thit. Pulsa diterima. Alhamdulillah...

Kembali saya bolak balik tekan saklar itu lagi, lampu tetap tidak menyala. Keringat dingin mulai menghampiri saya. Jangan-jangan jalurnya sedang mati lampu atau belum diaktivasi. Atau mbah penguasa tanah sini belum memberi izin. Atau. Atau. Atau...

Para hadirin yang juga mulai ikutan bingung. Beberapa teori dikemukakan, namun tak ada solusi yang jelas.

Untungnya, orang jawa paling ahli dalam urusam untung, kemudian datanglah pak developer yang membangun bangunan kecil ini. Dengan santainya dia menghidupkan saklar meteran dan dalam sekejap menyalalah lampu seluruh ruangan yang cuma satu. Byar! Alhamdulillah...

Tidak ada komentar: