23 Desember 2015

Berkunjung Ke Atomic Bomb Museum Nagasaki




Fatman: Si Gemuk Pembawa Bencana

Hanya berselang 3 hari setelah pengeboman Hiroshima, pada pukul 11:02 pagi waktu jepang tanggal 9 Agustus 1945, Amerika menjatuhkan lagi sebuah bom atom di Nagasaki. Korban diperkirakan mencapai angka 39.000 - 80.000 orang meninggal menurut Wikipedia.

Berbeda dengan Little Boy, Fatman menggunakan bahan bakar Plutonium 239. Plutonium merupakan material yang hampir tidak tersedia di alam, melainkan produk sampingan dari reaktor nuklir. Gampange omong, Plutonium adalah Uranium yang sudah dimodofikasi agar mudah meledak.

Sebagai ilustrasi "kehebatan" Fatman, di dekat pusat ledakan tulang tangan seorang korban sampai pecah berkeping-keping dan melebur ke dalam gelas tanpa daging tersisa sama sekali. Pada jarak 700 m dari pusat ledakan, efek ledakan membuat sekotak nasi untuk makan siang seorang siswi langsung menjadi arang. Dan pada jarak 1,3 km, semua bangunan dari kayu rata dengan tanah dan struktur baja menjadi letoy terkena panas. Itu baru efek kejut dan panas, belum efek radiasi.

Efek radiasi menyebabkan bermacam penyakit mulai dari atomic bom cataract, leukimia dan berbagai macam kanker hingga generasi kedua. Berbagai penyakit akibat radiasi masih ditemukan hingga 40 tahun setelah kejadian.

Akibat banyaknya jumlah korban bom nuklir (di Hiroshima dan Nagasaki) dan demi meminimalisir jumlah korban, memaksa Kaisar Jepang untuk menyerah dan menyerukan untuk segera bangkit dan membuka lembaran hidup baru.

Dua puluh tahun berikutnya, Jepang sudah bisa membuat kereta supercepat Shinkansen. Dan sekitar 30 tahun setelah kejadian, Jepang membuktikan ajakan Kaisar Hirohito untuk menjadi salah satu negeri paling hebat di dunia hingga sekarang. Jepang juga menjadi salah satu negara paling depan dalam pengembangan teknologi nuklir yang menyokong hampir semua kebutuhan listriknya.

Sungguh benar apa kata pepatah dari Unthuluwuk: "apa yang tak bisa menghancurkanmu, akan membuatmu lebih kuat".

Ganbatte!

‪#‎berduapigijapan‬

1 komentar:

dewi sri mengatakan...

Pemboman Nagasaki adalah tragedi kemanusiaan