27 Juli 2015

Resep Bebek Ungkep Ala Ibu Saya. Sebuah Kegiatan Pengisi Waktu Selama Rewang Mudik


Konon, kepepet adalah pemicu paling tepat untuk kreatifitas.

Begitulah. Akibat rewang belum balik hingga seminggu pasca libur lebaran, maka terpaksalah saya turun gunung ikut cawe-cawe ngurusi logistik. Biar mbok wedok fokus saja ke urusan begundal-begundal cilik itu.

Jadi, ceritanya saya memasak bebek ungkep. Ungkepan hati yang paling dalam. Halah. 


BTW, ibu tak pernah menamakannya bebek ungkep. Dia cuma menyebutnya "masak bebek",  "masak ayam", "masak iwak" dan sejenisnya. Sebutan ungkep semata-mata dari saya pribadi.

Mengapa bebek? Karena cuma itu yang menarik ibunya anak-anak dan tersedia di supermarket tetangga rumah. Tadinya sih pengin ayam kampung, tapi rupanya sedang pada mudik. Ya sudah. Tak ada pilihan. Bebek. Bebek supermarket yang saya curigai sebenarnya mentok.

Mengapa saya percaya diri untuk masak? Biar pun pembaca tidak ada yang bertanya, saya akan tetap berikan alasannya. Bertahun-tahun ngasisteni ibu di dapur membuat saya cukup hafal dengan beberapa masakan favorit. That's all.

Berikut resep bebek alias mentok ala ibu saya. Resep untuk 1 ekor:

- 4 / 5 butir bawang putih
- 4 / 5 siung bawang merah
- jahe seukuran ibu jari
- kunyit seukuran jari manis lelaki beristri
- 6 butir kemiri
- sejimpit ketumbar dan merica
Goreng semua bumbu-bumbu tersebut hingga matang. Ingat, masing masing bumbu waktu matangnya berbeda sehingga wajib diwaspadai jangan sampai gosong.

Sementara itu, iris tipis-tipis 4/5 bawang merah, potong-potong 1 rimpang kecil laos. Geprek 3-4 batang sereh.

Tumbuk halus kelompok bumbu pertama, ditambah garam dan gula jawa. Lalu balurkan bumbu ini ke potongan bebek hingga merata dan diamkan. Ajak bicara juga boleh kalau mau. :))

Siapkan wajan dengan sedikit minyak dan api kecil. Tumis irisan bawang merah hingga harum. Lalu masukkan bebek beroles bumbu itu. Juga masukkan geprekan batang sereh. Tambahkan salam. Assalamualaikum... grin emotikon

Aduk daging secara berkala supaya tidak gosong. Tambahkan air untuk mengempukkan daging. Tambahkan air lagi bila belum empuk juga dst. Rebus hingga airnya menyusut.

Goreng daging bebek dan selanjutnya siap disajikan. Atau bisa juga dinikmati tanpa digoreng lagi.

Saya berani janjikan ini enak. Karena dalam seminggu ini saya sudah melakukannya 3 kali dan semuanya tidak mengecewakan. Setidaknya untuk ukuran lidah keluarga kami.

Demikian. Kalau ada salah-salah ucap, itu murni dari saya. Kalau ada benarnya, semua itu hanyalah dari Allah.

Salam...



Note: 
  1. Bumbu ini bisa diterapkan untuk ayam (kampung atau negeri) atau daging (dengan sedikit modifikasi)
  2. Bisa juga ditambahkan santan maka jadilah becek bebek

Tidak ada komentar: