23 Desember 2015

Berkunjung Ke Atomic Bomb Museum Nagasaki




Fatman: Si Gemuk Pembawa Bencana

Hanya berselang 3 hari setelah pengeboman Hiroshima, pada pukul 11:02 pagi waktu jepang tanggal 9 Agustus 1945, Amerika menjatuhkan lagi sebuah bom atom di Nagasaki. Korban diperkirakan mencapai angka 39.000 - 80.000 orang meninggal menurut Wikipedia.

Berbeda dengan Little Boy, Fatman menggunakan bahan bakar Plutonium 239. Plutonium merupakan material yang hampir tidak tersedia di alam, melainkan produk sampingan dari reaktor nuklir. Gampange omong, Plutonium adalah Uranium yang sudah dimodofikasi agar mudah meledak.

22 Desember 2015

Berziarah Ke Atomic Bomb Dome Hiroshima


Little Boy: Si Kecil Pembunuh Massal

Pukul 08:15 pagi waktu Jepang tanggal 6 Agustus 1945, Amerika Serikat sebagai bagian dari kekuatan Sekutu dalam Perang Dunia II menjatuhkan Little Boy, sebuah bom nuklir berbobot total 4.000 kg di Hiroshima hingga meluluh-lantakkan seluruh kota dan menewaskan sekitar 150.000 orang menurut Wikipedia. Meski berbobot total 4 ton, Uranium yang dipakai di dalamnya "hanya" seberat 60 kg. Dan dari jumlah tersebut, yang benar-benar meledak diperkirakan hanya sekitar 0,7 kg.

29 Agustus 2015

Jus Mangga Yoghurt Ala Acara Kuliner Tipi


Beberapa bulan yang lalu, salah satu pembawa acara masak memasak memberi resep sederhana membuat jus mangga yoghurt yang dijamin enak.

Bahan-bahan:
  1. 1 atau 2 buah mangga
  2. 1 botol/cup yoghurt plain
  3. 1 gelas susu UHT plain
  4. Gula pasir seperlunya
  5. Es batu

27 Juli 2015

Resep Bebek Ungkep Ala Ibu Saya. Sebuah Kegiatan Pengisi Waktu Selama Rewang Mudik


Konon, kepepet adalah pemicu paling tepat untuk kreatifitas.

Begitulah. Akibat rewang belum balik hingga seminggu pasca libur lebaran, maka terpaksalah saya turun gunung ikut cawe-cawe ngurusi logistik. Biar mbok wedok fokus saja ke urusan begundal-begundal cilik itu.

Jadi, ceritanya saya memasak bebek ungkep. Ungkepan hati yang paling dalam. Halah. 


22 Juli 2015

Mudik dan Ingatan Masa Lalu


Dulu, penumpang kereta (terutama ekonomi) dengan mudah mengetahui sudah sampai mana kereta berjalan. Dengan memperhatikan pedagang yang naik.

Ketika sampai Cirebon, yang naik adalah penjual nasi murah meriah dengan bungkus kecil. Beli di warung stasiun lebih disarankan.

Di Kroya, giliran penjual pecel kecombrang yang menjajakan dagangan. Pilihan lainnya: gorengan udang yang cuma tinggal kepalanya doang dengan tingkat kekerasan batu akik sungai dareh.


Sekilas Mengenai Nomor Seri Gerbong Kereta Api Dan Tahun Pembuatannya


Nomor yang tertera pada gambar tersebut adalah: K3 0 14 40
Kode K3 berarti gerbong Kelas Ekonomi
Angka 0 berikutnya berarti gerbong tanpa penggerak
Angka 14 berikutnya berarti tahun pembuatan rangkaian gerbong tersebut yaitu 2014
Angka selanjutnya, saya lupa tanya.
Demikian hasil obrolan sekilas dengan seorang Asisten Masinis saat mudik tempohari.

Kesimpulannya, Kereta Ekonomi Jayabaya terdiri dari rangkaian gerbong yang baru sehingga wajar jika harga tiketnya mahal. Yang ini bukan bagian dari obrolan tadi.

19 Juli 2015

Arus Balik Lebaran 2015: Revolusi Ala Pak Jonan Pada Kereta Ekonomi



Kereta Ekonomi Jayabaya jurusan Surabaya Gubeng-Pasar Senen ini patut dipujikeun.

Pertama, rangkaian gerbongnya baru dan kinclong. Lebih baru dari Kereta Mutiara Selatan yang beberapa hari lalu kami tumpangi. Setidaknya karoserinya terlihat baru. Dugaan saya, ini hasil kerja INKA Madiun.

Kedua, pendingin ruangan alias AC-nya didesain built in ke dalam bodi kereta. Bukan sekedar tempelan seperti pada Kereta Bisnis Mutiara Selatan atau ekonomi Serayu (pagi dan malam). Sehingga temperatur lebih stabil dan merata ke seluruh ruangan. Malah saat mentari tenggelam gerbong berubah menjadi kulkas raksasa.


08 Februari 2015

Kopdar Blogger Encok 2015


Seperti pernah diramalkan Om KRMT Roy Suryo pada 26 Februari 2008: "Blog itu hanyalah tren sesaat". Bahkan Pesta blogger pun hanya berlangsung dari 2007 hingga 2010 plus On|Off 2011. Selanjutnya, nehi.

Era blog boleh-boleh saja berlalu, namun ikatan pertemanannya abadi. Buktinya, kemarin sabtu (7 februari 2015) berkumpullah orang-orang yang sebenarnya ya cuma itu-itu saja di kediaman salah satu dedengkot blog indonesia, Mbilung Ndobos.

Pada masa jayanya, beliau itu rajin berkeliling pelosok indonesia hanya untuk membina para narablog muda dan kesepian. Benar-benar kurang gawean.

"Kemarin itu semua ada 76 orang. Untung yang banyak ngomognya, bukan makannya", kata tuan rumah dengan nada membingungkan. Itu belum termasuk anak-anak dan dayang-dayangnya, lho...

Oh, iya. Ada yang menarik dalam pertemuan kali ini. Jika sebelumnya perkumpulan semacamnya selalu membawa sebuah tema besar, kali ini tidak sama sekali. Malah yang terjadi adalah semacam curhat massal mengenai urusan encok, asam urat,  kolesterol hingga kegendutan. Dan hampir semua peserta pertemuan itu mengaku harus menjalani diet yang, sayangnya, tidak ada yang berhasil.

Ya gimana mau berhasil kalau koleksinya di rumah adalah selai coklat negeri tetangga yang konon nagih itu, abon kremes pembangkit selera makan dan sejenisnya? Maka ujung-ujungnya selalu: "Diet kan bisa dimulai besok. Bukan begitu, bukan?". Wassalam...

Pertemanan boleh abadi, tapi encok pasti menanti. Mungkin itu tema yang tepat untuk kumpul blogger kali ini.

Selamat ulang tahun sekaligus ulang tahun perkawinan untuk Pakde Mbilung dan Bude Jeni. Semoga dilimpahi semua kebaikan..

02 Februari 2015

Kopi Pagi dan Teman-temannya



Edisi pagi ini, kopi ditemani gethuk, klepon dan satu lagi mata roda.

Menurut kebiasaan kami di kampung, kopi, juga teh atau wedang lainnya semestinya disajikan dengan camilan atawa makanan kecil. Apalagi bila itu merupakan sajian bagi tamu, hukumnya menjadi wajib.

Maka, wedang yang disajikan tanpa pendamping disebut "wedang kendel" yang secara harfiah berarti minuman berani. Berani tampil sendiri. Maksudnya ora elok alias tidak sopan.

Meski dianggap kurang sopan, terkadang wedang kendel tetap disajikan karena tuan rumah sedang tidak memiliki pilihan. Tentu disertai ucapan maaf.

Sumangga...

01 Februari 2015

Memperbaiki Kunci Kombinasi Kopor yang Macet


Kebetulan kunci kombinasi kopor yang kami punya tidak bisa dibuka sejak perjalanan terakhir. Sebenarnya saya masih yakin dengan nomor kombinasi 3 angka yang saya gunakan terakhir. Bahkan saya catat waktu itu. Tapi berhubung kunci tetap tak bisa dibuka, terpaksalah itu penjepit anak resluiting saya congkel. Yang penting isi koper bisa dikeluarkan, urusan kunci biar nanti nyari solusi lain. Nyatanya, sehabis itu masalah terlupakan sampai berbulan-bulan.

Ada sih salah satu trik yang saya dapat melalui mesin pencari dengan mencoba semua kombinasi angkanya satu demi satu dimulai dari 0-0-0. Tapi cara ini memiliki kelemahan: rasa pegal pada jari yang dipakai untuk menarik kenop atau apalah itu namanya. Maka, belum juga separuh jalan saya menghentikan cara ini.

Lalu, entah bagaimana ceritanya, malam ini saya tiba-tiba mendapat pencerahan setelah keluar dari toilet. Setelah saya pikir-pikir, mustinya ada jalan pintas dengan membongkar perangkat kunci tersebut.

Dan... Ternyata benar saudara sebangsa dan setanah air. Sangat mudah malahan. Tanpa rasa pegal tentu saja. Cukup bongkar dan setel ulang. Tak sampai 5 menit masalah teratasi.
Moral ceritanya: berterima-kasihlah kepada kamar mandi...