18 Desember 2014

Buntil Daun Talas


Buntil! Siapa yang tak kenal buntil, makanan top markotop yang bisa membuat pembikinnya masuk surga? Saya kira hampir semua orang jawa mengenalnya dengan baik.

Nah! Setidaknya ada 3 jenis buntil yang saya kenal: buntil daun pepaya, buntil daun singkong dan buntil daun talas. Kedua jenis yang pertama masih banyak dijual di pasar-pasar tradisional hingga saat ini. Sedang yang ketiga memerlukan usaha ekstra untuk mendapatkannya.

Buntil daun talas adalah salah satu masakan bikinan ibu yang menjadi favorit saya hingga sekarang. Isian parutan kelapa mudanya menjadikan buntil terasa gurih di lidah. Selain itu, ibu juga sering menambahkan isian lainnya: yuyu (kepiting air tawar), udang, ikan gabus atau ikan apa saja yang mudah didapat atau malah gratis.



Keistimewaan buntil daun talas adalah teksturnya yang sangat lembut, meleleh di mulut, gemlondor di tenggorokan dan meresap ke hati. Pak Bondan menyederhanakannya dengan maknyus!

Kekurangannya, buntil jenis ini relatif lebih sulit dibuat karena sifat daun talas yang cepat matang dan mudah hancur. Daun talas dari tanaman yang daunnya jarang dipanen juga gatal di lidah akibat tingginya kandungan asam oksalat. Juga hanya jenis daun talas tertentu yang bisa dijadikan buntil. Pendeknya, buntil daun talas lebih sulit didapat dan itu menjadikannya lebih istimewa.

Selamat menikmati...



4 komentar:

sandalian mengatakan...

Waaaa udah lama nggak makan buntil :D

Gambarpacul mengatakan...

.ndisit nang jokja nduwe langganan buntil maknyus tenan ...

Ipoul Bangsari mengatakan...

@sandalian: mberingharjo akeh. aku ndhisik sering mrana.

@gambarpacul: jogja pancen teope

agnescintya mengatakan...

Wahah mantap Pak, bapak harus coba buntil di gereja perumahan citraraya, itu enaknya bukan main. tahu citraraya dimana kan? saya kebetulan tinggal disana dan yang saya bisa kasitau lumayan banyak tempat buat jalan2 dan wisata kuliner, seperti buntil enak yg tadi saya bilang (lupa tepatnya dimana).