04 Desember 2013

Ken Mengunci Diri

Akhirnya drama si Ken mengunci diri di dalam rumah selama 2 jam berhasil diatasi. Dengan bantuan pembantu, ibu tetangga dan tukang ojek.

Bukannya coba membuka kunci, dia malah sibuk bermain dan ketawa ketiwi sendiri seolah menggoda kami yang sedang panik di luar rumah. Berbagai rayuan tidak digubris, termasuk rayuan es krim yang biasanya manjur.

Ceritanya, tiba-tiba pembantu rumah dan pembantu cabutan menelpon istri yang masih di rumah sakit sehabis melahirkan anak kedua. Katanya Ken terkunci (lebih tepat mengunci sendiri) di dalam saat keduanya sedang menjemur cucian di luar.

Saya, yang juga masih menemani di rumah sakit segera meluncur pulang. Sejujurnya saya juga belum punya ide untuk mengatasinya. Tapi ya sudahlah, yang penting pulang dulu.

Sesampainya di rumah, saya mendapati 2 rewang, abang (anak tetangga) dan ibunya sedang membujuk Ken untuk membuka pintu dari dalam. Juga ibu sebelah sudah membawa obeng guna membuka teralis jendela. Sayang ukurannya tidak pas.

Lalu saya mampir ke bengkel depan gang untuk meminjam obeng yang lebih pas. Kemudian datanglah bantuan dari tukang ojek langganan anak saya sekolah. Begitulah. Akhirnya teralis bisa dicopot dan masalah selesai.

Yang mengherankan, selama proses berlangsung si Ken bersikap santai-santai saja. Malah mencandai kami yg sedang membuka teralis dengan cueknya.

Sungguh hari yang meriah...
-----

Sent from my BerryBerry® Kriditanphone from Sinyal Angus, Mbayar Teruuusss...!