06 September 2013

Kerudung Non Syariah


Saya tak kuat menahan tawa saat melihat dia melintas melewati warung kecil kami di satu siang yang panas. Laki laki mengenakan jilbab. Pink pula. Dunia yang ajaib.

Namanya Kang Likin. Sudah barang tentu kami mengenalnya dengan baik karena dia dan keluarganya numpang mendirikan rumah di tanah kami selama bertahun-tahun.

Usut punya usut, ternyata dia bukan satu-satunya laki-laki yang mengenakannya. Pada masa panen raya, dan hanya pada musim saja, banyak kaum adam yang melakukan hal serupa. Rupanya ini berfungsi sebagai penutup untuk menghindari debu saat memanen padi.

Bagi Anda yang belum tahu, kulit padi pada saat masih di pohon sebenarnya memiliki bulu-bulu halus. Saat dipanen, padi musti dirontokkan dengan cara dipukul-pukulkan ke alat tertentu, atau di injak-injak menurut cara lama. Akibatnya, bulu-bulu halus ini rontok dan menghasilkan debu halus. Masalahnya, debu ini sangat tajam di kulit dan bisa menimbulkan gatal-gatal yang parah. Bahkan mereka yang berkulit badak sekalipunt masih merasakan efeknya. Yang paling parah adalah bila debu ini sampai masuk ke telinga. Tingkat gatalnya pantas dimasukkan dalam daftar salah satu siksaan neraka Jahim.

Begitulah. Meski tak sesuai syariah, kerudung juga bisa berguna bagi kaum lelaki.

6 komentar:

sandalian mengatakan...

Haha mantab!
Asal jangan pasukan khusus pake jilbab sebagai pengganti balaclava :D

Sang Nanang mengatakan...

itu baru fungsional beneran to?

Ipoul Bangsari mengatakan...

Sandalian: Sial! Aku mbayangin kopasus berjilbab. Hahahaha.

Sang Nanang: Betul! dan tak ada gengsi gengsian.

budiono mengatakan...

bhwkwkwkwkwkwkwkwkw... lihat judulnya kirain mau mbahas apa bro kwkwkwkwkwwkwkwkw

Gambarpacul mengatakan...

wkwkwkk...nek gemiyen kan nganggo kaos oblong bodol, siki wis ganti yah?

Ipoul Bangsari mengatakan...

Budiono: :D

Gambarpacul: Kaos oblong luwih larang kang...