16 Agustus 2013

Tahlil Malam Tujuh Belasan

Woh. Ternyata besok sudah tujuh belas agustusan lagi!

Dan ngomong-omong soal tujuh belasan, saya jadi teringat Mbah Kyai Sarbini. Beliau adalah panutan kami. Pendiri pondok pesantren kecil depan rumah di kampung sana.  Jadi, ceritanya kembali ke sekitar 90-an.

Sudah menjadi kebiasaan, setiap habis maghrib sesudah sembahyang pada malam tujuh belasan, Mbah Kyai akan sedikit berbicara kepada jamaah tentang bagaimana kemerdekaan dulu diperjuangkan. Tak lebih dari 5 menit. Lalu Simbah akan mengajak semuanya untuk bertahlil dan berdoa bagi para pahlawan dan pendiri negara. Juga mengirim Al Fatihah untuk para almarhum.

Sederhana. Tapi ternyata ini hal sulit ditemukan. Masih adakah ustadz sekarang yang melakukannya?