09 Januari 2012

Typo Alias Slaah Kteik

Ini penyakit yang, sangat mengherankan, tidak juga hilang selama bertahun-tahun. Padahal yang namanya latihan menulis sepertinya ndak kurang-kurang deh. Eh. Kurang juga ding. Lha wong buktinya ini sudah setahun lebih barang kali, baru ngeblog lagi.

Jadi, entah bagaimana ceritanya ada semacam ketidak-sesuaian antara antara apa yang terpikir di kepala dengan yang kemudian tangan gerakkan untuk menulis di layar komputer. Hasilnya? Ya gitu deh. Memalukan.

Kalau masalahnya kurang huruf atau salah letak huruf sih mangsih masup di akal. Tapi kalau sudah kurang atau malah salah letak kata, maka maksudnya akan menjadi aneh.

Contoh. Pas kepikiran mau ngetwit:
"Evra kena kartu kuning. Kali ini sepertinya wasit memihak ManC. Akankah berlanjut dgn kartu merah? :D"

yang tertulis malahan

"Evra kena kartu kuning. Kali ini sepertinya wasit memihak ManC. Akankah berlanjut dgn kartu kuning? :D"

Beda banget artinya kan? Juga ambigu. Itu baru satu contoh kasus. Contoh lainnya masih banyak dan sepertinya terlalu menyebalkan untuk diungkap.

Bila dilihat lebih seksama, kesalahan ketik ini banyak muncul karena tak adanya koreksi ulang terutama karena menulis secara cepat dan selintas. Pas ngetwit apalagi. Tapi yang mengherankan, mengapa bisa sampai sebanyak itu? Padahal miturut saya, yang terlintas dalam benak sudah benar. Kok bisa? Itu yang mengherankan.

Ada yang bilang bahwa menulis itu penting untuk membuat otak berfikir secara jelas dan terstruktur. Ya. Saya setuju. Untuk itulah proses menulis musti dilatih secara konsisten dan terus menerus. Weh. Malah terdengar seperti bahasa birokrat. Pokoknya begitu lah. Dan itu itu pula, meski tak penting, setidaknya tulisan ini di buat.

Lalu soal typo tadi? Ya itu bagian dari keruwetan pola pikir. Dan sepertinya sudah menjadi nama tengah saya. Hahahaha.

3 komentar:

Vibration Monitoring mengatakan...

mantapss gan

hedi mengatakan...

jenenge yo menungso, pul...
sing apik yo semboyan mbakdos: pikir dulu sebelum tekan enter

pulsa online mengatakan...

terkadang memang begitu, yang terlintas dipikiran tidak sejalan dengan pergerakan panca indera yang lain :)