12 Oktober 2010

Dasi


Bagian dari gaya hidup urban. Konon penting untuk mendongkrak "harga" seseorang. Terutama jika yang dihadapi adalah kastamer dari kalangan yang begitu deh.

Perkakas yang hanya saya kenakan saat di dalam pabrik. Begitu pula sepatu. Karena sungguh tak lucu jika kita (eh, saya maksudnya) mengenakan dasi, bersepatu mengkilat, baju ber-cuffling tapi makannya di warteg. Sudah gitu naik angkot pula. :D


Suatu kali saya berangkat kerja dengan senjata lengkap seperti tersebut di atas. Bersepeda motor tentu saja. Petugas parkir belakang pabrik terlonga-longo dan mengira saya sudah naik pangkat. "Woh. Sekarang sudah jadi sales, bos?" hahaha.

Bonus, berdasi kali pertama.

6 komentar:

hedi mengatakan...

oooh saiki sales numpak motor to? *slaah foksu*

Chic mengatakan...

oooo jadi Bang Ipul sekarang udah naik pangkat?
*berusaha tidak slaah foksu kayak Kang Hedi*

Pinkina mengatakan...

makan2........
sudah naek pangkattt

wiwikwae mengatakan...

oooh..... jadi sekarang jualan dasi...

Bangsari mengatakan...

Bubar! bubar! bubar!

*nggelardagangan*

mikow mengatakan...

dari tukang bikin minum jadi sales tentu saja itu naik pangkat, mari rayakan!