04 Agustus 2010

Umpel-umpelan Isi Dompet Lelaki


Kapan terakhir kali Anda membongkarnya? Kalau saya, kemarin lusa. Sebelum itu? Entah. Saya tak ingat.

Belakangan saya curiga. Kok bisa-bisanya dompet saya itu terasa ngganjel sekali di saku belakang. Begitu tebalnya, rasa-rasanya pantat jadi miring ke kiri sewaktu dibawa duduk. :P

Bukan. Bukan karena semakin banyak duitnya. Sumpah. Toh, misalnya duit semakin banyak, semestinya tak berpengaruh terhadap ketebalan dompet bukan? Bukankah (kata orang), sekarang mah jamannya uang plastik? Maksudnya, tinggal gesek kalo diperlukan. Kalo ndak perlu ya biar saja dia ngendon saja di suatu tempat antah berantah dan hanya muncul di layar sebagai angka-angka imajiner. Itu cuma misal lho...



Dan benar saja. Nyatanya, dompet saya jadi tebal itu karena kebanyakan isi yang ndak perlu. Contoh: surat tanda bukti pengurusan STNK yang hilang dari kepolisian dan tanda terima pengurusan perpanjangan STNK dari biro calo, padahal surat yang dimaksud sudah beres dari kapan tahu. Kemudian ada DP penginapan, aplikasi frequent flyer, kartu survey layanan kualitas dari emprit airline, kartu nama toko rahayu (embuh toko apa), kartu piala dunia dari indomaret, struk-struk transaksi yang sebagian sudah tak bisa dilihat angkanya, catatan nomor telpon saudara jauh yang tak pernah saya temui apalagi saya hubungi dari sekian tahun yang lalu, kartu kedutaan besar mesir dan kartu keanggotaan klinik di kos lama. Kesemuanya itu sudah kadaluarsa entah sejak kapan.

Belum lagi kartu-kartu yang masih berguna: kartu-kartu nama dari teman, kenalan atau apa lah. Kartu donor darah, kartu nama sendiri, STNK, 2 lembar uang 100-an merah, kartu asruransi, kartu atm yang tak ada isinya, kartu NPWP, SIM dan kartu frequent flyer yang sudah jadi.

Yang mengherankan, kartu konsumsi yang tak terpakai saat wisuda sekian tahun yang lalu masih juga terselip. hahaha.

Pantesan tebal!

10 komentar:

amethys mengatakan...

Hehehhe dompet tuh isinya banyak sampahnya makanya tebal, yo wis gpp buat jag a dompet Ben jadi kantong tebal

didut mengatakan...

biasa mas dompet cowok ..malesan hihi~ sama kek aku

pitik mengatakan...

pamer CC VISA BCA unlimited ya? :p

nahdhi mengatakan...

Walah. adanya uang elektrik ya. ndak ada uang cash barang seratus rupiah?

nothing mengatakan...

jimat endi?? kok ra ketok

husin mengatakan...

btw, photo selingkuhan ada gak ya...?

mikow mengatakan...

lah itu ada "kartu konsumsi" untuk apa? untuk ambil jatah makan di parbik?

Pinkina mengatakan...

biyuhhhh.......
pamer duit rongatus ewuuuu xixixixixixix

Evi mengatakan...

kunci SDB nya mana...?

Chic mengatakan...

"kartu konsumsi yang tak terpakai saat wisuda sekian tahun yang lalu masih juga terselip."

ini karena sudah lama ndakk ganti dompet atau karena mung katut wae...? hihihihi