10 Agustus 2010

Refleksi bodoh menjelang puasa

Aha! Akhirnya sebentar lagi puasa ke 6 akan saya jalani di kota ini. Insya Allah. Sebuah prestasi yang ajaib dan mengharukan. Lha bagaimana tidak? Awalnya saya mengira akan berada di kota ini sepintas lalu saja. Yah, mungkin setahun dua tahun lah. Atau setidaknya tak kan terlalu lama dari itu. Cita-cita saya: mencari dan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Kemudian pulang kampung dalam keadaan kaya raya. Lalu berleha-leha sampe tuwek elek. Begitulah. Namanya juga cita-cia. Tercapai atau tidak, toh gratis saja. Khayal memang. Dan gemblung.

Dan kenyataannya ya pasti tidak seindah itu. Mengapa? Karena, nyatanya tak ada satupun manusia di kota ini yang mencari uang (kecuali mungkin para peminta-minta). Yang ada mereka itu bekerja. Sekali lagi. Orang jakarta yang punya duit banyak itu ya karena bekerja. Ndak ada tuh yang namanya duit tercecer di jalan-jalan untuk dikumpulin. Owalah.... Ya pantesan. Dan jelas saja saya gagal total! :D

Kecewa dong? Mutung? Ngambek? Tidak! Sekali lagi tidak! Eh. Maksudnya, ada sedikit...

Lho kok bisa? Ya jelas bisa. Lha wong saya kesini cuman modal dengkul je. Artinya saya ndak pernah rugi. Bukankah kata pak guru ekonomi dulu, rugi itu terjadi ketika hasil yang didapat lebih kecil dari modal yang digunakan. Kalau modalnya nol ya berarti ndak bakalan rugi. Lebih banyak untungnya malahan.

Lagipula dalam beberapa hal, saya mulai bisa beradaptasi.

Adaptasi. Nah itu dia. Saya rasa inilah salah satu anugrah terbesar yang diberikan Tuhan untuk mahluk bernama manusia. Sehingga manusia bisa merasa nyaman, enak dan terbiasa dengan sesuatu. Dan saya merasa sangat bersyukur dengan dengan kemampuan ini. Adapun soal macet, banjir dan sebagainya, biarin aja. Seperti kata anak gaul, dibawa asik aja jek. Mending fokus pada hal yang positif aja.

Hidup ini terlalu berharga untuk cuma berkeluh kesah bukan? Selamat berpuasa...

link terkait: catatan puasa tahun lalu

7 komentar:

ikhsan mengatakan...

selamat menjalankan ibadah puasa mas

nothing mengatakan...

selamat menjalankan ibadah puasa...

Aliy Nugroho mengatakan...

nek nganggo prinsip ekonomi, ujarku tah rugi kang, mbok modale rama biyunge dhewek nggedekna kuwe ra itungan??slamet ngibadah bae lah ya...
kapan bali nggebang??

Pinkina mengatakan...

met puasa mas :))

capung mengatakan...

selamat berpuasa pakde :D

Moes Jum mengatakan...

selamat ... sekarang sudah puasa yang ke-8. Wis tuku tiket mulih durung?

mataharitimoer mengatakan...

mengeluh tambah cape, ya mbah.