26 Agustus 2010

Lebaran, Uang Baru


Uang pecahan 10 ribuan baru dengan desain baru. Tidak sepenuhnya baru sebenarnya, hanya sedikit berbeda dengan sebelumnya. Warna emisi baru ini lebih pucat. Sepintas terlihat seperti versi lama yang jadi mbulak atau luntur karena kelamaan terpanggang sinar matahari. Juga seperti salah cetak warna. Selain perbedaan warna, gambar dan desain bisa dikatakan sama persis, terkecuali adanya tanda bintik-bintik merah.

Konon dibikin demikian karena banyaknya keluhan uang pecahan ini mirip banget dengan pecahan 100 ribu. Membuat para penjual sepuh yang tak lagi awas merugi dan anak-anak muda jahil tergirang-girang. Katanya... Kata siapa? Ya kata saya.


Adapun uang koin 1 ribuan baru ini dibikin untuk menyaingi koin dingdong. Ngawur. Yang benar, ini masalah efisiensi. Desainnya memungkinan koin difungsikan sebagai alat kerokan yang bagus.

Ngomong-omong soal emisi uang baru, setelah era '98, rasa-rasanya frekuensinya semakin sering. Cuma kira-kira sih. Tentang pastinya saya tak yakin.

Lalu mengapa? Apakah itu artinya semakin banyak pemalsuan? Atau karena laju inflasi yang tinggi? Jawaban paling gampangnya ya mbuh. Tapi, setelah saya pikir-pikir alasan yang paling tepat ya karena mau lebaran. Iya to?

5 komentar:

didut mengatakan...

aku kmrn sempat bingung saam warna uang baru ini hihi~

Pinkina mengatakan...

iyho, sing seribuan koin penak digawe kerokan hahahaha

neng jeni mengatakan...

aku malah belum pernah liat kedua uang baru itu... :(
*serasa bogor belum merdeka deh*

Sakti mengatakan...

hehehe pas nerima kembalian ane pernah nyangka itu uang baru dikirain 10rban luntur. udah mau protes minta ganti yang lain ma tukang dagangnya ... xixixixixi :D

Evi mengatakan...

makanya uang 10 ribuan ini kurang laku, tidak seperti 2 ribuan baru tahun lalu, ngantrinya tidak terlalu panjang...

dan kenapa uang 1000-an ini dicetak berbentuk logam...? karena impor kertasnya mahal CMIIW, gitu...
dan emang enak buat kerokan krn pinggirnya tidak bergerigi hehehe... :D