31 Agustus 2010

Hak orang lain

Seperti tahun lalu, saya kebagian zakat maal lagi dari majikan. Bedanya, kali ini tulisan yang tertera betul. "Mungkin maksudnya bukan zakat, tapi sedekah. Cuma istilahnya saja yang salah", kata seorang teman. Bisa dan sangat boleh jadi. Apa pun itu, saya yakin maksudnya pasti baik.

Tapi lagi-lagi saya merasa tidak berhak menerimanya. Dan lagi-lagi, setelah tahu jumlahnya (salahnya kok ya mbuka amplop itu) , rasanya masih ngga rela menyerahkannya ke orang lain. hahaha...

Jumlah itu lho... bisa buat ini, itu, inu. Apalagi momennya pas banget menjelang lebaran. Belum lagi keadaan saya sekarang lagi begini, begitu, beginu. Begitulah. Selalu ada banyak pengandaian dan pembenaran.

Duh Gusti, paringono sae...

10 komentar:

Pinkina mengatakan...

ojok lali zakat'e

hedi mengatakan...

konon ngene cara menyikapinya: ambil sesuai kebutuhan. Nek kebutuhan e akeh, yo wis pek kabeh. Nek ga butuh, yo alihkan nang wong liyo *ajarane gus faiz* hehehe

Bangsari mengatakan...

@pinkina: iki maksude njaluk bagian opo menehi? :P

@hedi: itu cara yang baik. tp ketoke ijik hidup layak kok. hehehe

annosmile mengatakan...

aku ra dibagehi kih :p

Business & Finance mengatakan...

ora wero aku kang

MURSID mengatakan...

gakpapa mas, kan berarti di saat seperti ini kita menjadi dhuafa dadakan gara2 kebutuhan lebaran yang sangat menghimpit :p

bangaip mengatakan...

Sama mas. Saya juga gitu.

Kalau kasus saya mah, pas susah, minta-minta ga tau malu sama yang punya langit. Sembari janji-janji muluk-muluk kalau berlebih, pasti akan saya salurkan kepada yang lebih berhak.

Giliran akhirnya niatnya kesampaian, suatu hari dikasih berlebih rizki, ealaah, malah lupa kalau dulu punya janji sama pemilik langit.

Giliran akhirnya susah lagi, nyesel. Dalam hati bilang "Kenapa dulu pas mampu nolong, kok yaa malah ingkar janji". Lalu merengek-rengek lagi minta diberi kelebihan rizki.

Begitu terus hidup saya. Dari satu kebohongan ke kebohongan lainnya kepada pemilik langit. Umbar janji muluk-muluk. Biar keren walau hipokrit, ngakunya di depan orang, sedang berdoa.

Untungnya (*gila kan saya masih mengaku untung*) saya cuma ngebohong sama pemilik langit. Dan saya bukan gubernur JKT. Kalau iya, mungkin sudah disumpahi akibat doyan dusta oleh 20 juta manusia.

Hehehe.

ude baha mengatakan...

ya nek ora gelem ngo aku bae lah....

i-Vonz mengatakan...

watch vampire diaries online



hutang ma sapa bang, cepet dibayar heheheh

Ndoro Seten mengatakan...

lha lhe dadi muzaki mbiyene ndaftar po piye to?