
Bagi saya, dia sudah seperti saudara dan teman sekaligus. Ceritanya yang mirip dengan astronom dadakan itu, juga dialami sobat yang satu ini. Setelah sempat pindah kuliah di IAIN Sunan Kalijaga, menjadi penjaga warnet di jogja, eh tahu-tahu kini presiden di Bunderan HI.
Saya mengenalnya sebagai priyayi solo yang santun, lembut dan tak neko-neko. Dengan surjan lurik dan vespa antik kesayangannya, saya sering ketemu di ruang kuliah semester-semester akhir. Namun karena batasan semester tidak ada, maka mahasiswa lintas angkatan mungkin saja bertemu dalam satu kelas.
Lama semenjak itu, pada suatu hari di awal tahun 2005, tanpa sengaja saya bertemu dengannya di sebuah bengkel vespa di jalan monjali. Dia mengajak saya mengikuti sebuah seminar tentang blog di semarang atas undangan Pak Nukman Luthfie. Sebuah ajakan yang dikemudian hari terbukti membawa saya pada nasib baik. Meski saya ndak tau sama sekali apa itu blog, saya setuju-setuju saja. Lha wong pengangguran, jelas ini sebuah penawaran yang menarik.
Rencana awalnya, kami akan naik vespa saja sembari jalan-jalan. Namun, sehari sebelum keberangkatan, ternyata dia agak meriang. Maka diputuskan berangkat menggunakan bis Joglosemar, bis jurusan joga semarang yang menaikkan dan menurunkan penumpang hanya di hotel-hotel tertentu di kedua kota. Dari jogja, kami naik melalui Novotel jalan solo.
Dari kegiatan ini, saya mendapatkan beberapa hal: Pertama, hotel itu ternyata boleh dimasuki tanpa perlu mbayar atau beli apapun. Kedua, Semarang itu ternyata panas dan ruwet. Ketiga, rasanya nginep di hotel itu uenak tapi ademe pol. Keempat, pembuka botol minum di hotel berbintang selalu ada di kamar mandi, nempel dekat wastafel. Kelima, dikasih upah atas kerja yang gagal saat mengoperasikan laptop yang untuk presentasi. Keenam, ini yang terpenting, saya mendapatkan pekerjaan.
Sebuah wawancara singkat yang saya (S) ingat saat nodong pekerjaan pada Pak Nukma Luthfie (NL):
S: Pak, saya ini baru lulus. Ada kerjaan untuk saya ngga?
NL: Kamu bisa apa?
S: Ngga bisa apa-apa. Tapi saya mau mengerjakan apa saja. Gimana?
NL: Baiklah, nanti kalau proyek barunya tembus, kamu tak panggil.
Berselang tiga bulan sejak acara tersebut, saya dipanggil kerja. Di Virtual Consultingnya pak Nukman, saya diberi pekerjaan melayani suatu institusi. Perintahnya sederhana: "Kerjakan apa yang mereka minta". Sebuah pekerjaan yang benar-benar mulai dari nol, tanpa juklak dan juknis. Selanjutnya kontak dengan sobat saya ini cuma lewat dunia maya.
Lha kok ndilalahnya, pada awal 2006 kantor tempat dia bekerja gulung tikar. Maka, atas ajakan mas Bagong dia ke jakarta. Lalu karena posisinya masih nyari-nyari gaweyan, saya ajak sekalian ngerjain proyek yang sedang saya kerjakan. Sekalian saya ajak kos bareng di bon kacang. Disini, dia hanya bertahan beberapa bulan. Selanjutnya, ya, nyari-nyari pekerjaan lain. Kalau tak salah ingat, periode ini berlangsung hampir 6 bulan.
Oh, iya, selama periode ini dia juga menemukan jodoh yang sekarang sudah memberinya seorang putera. Mpok Rini, saya menyebutnya. Selain tetangga kos, dia juga adik kelas di sastra nuklik. Orang jawa bilang peknggo (ngepek tonggo, dapat jodoh tetangga sebelah).
Dia juga sempat ditawari ke Aceh, namun tak diambil karena alasan masa depan. Dari sinilah Bebek Almarhum menjadi gantinya.
Dia sempat bekerja di perusahaan alat-alat radiasi, sebelum berhenti akibat sakit tipes sewaktu dimutasi ke Pekanbaru. Yah, maklum saja, waktu itu istrinya baru mengandung, eh malah dimutasi ke daerah. Sepertinya sekarang dia sangat betah di kantornya yang baru.
Komunitas (kalo bisa disebut demikian) BHI, didirikan atas dasar pemikirannya bahwa jakarta itu perlu dindesokan. Setidaknya agar kami bisa tetap ndeso di Jakarta. Perkara khalayak menganggap norak kegiatan nongkrong di situ, ya itu urusan orang.
Mangkanya, selalu ada sarung saat nongkrong. Supaya bisa tidur setiap saat diperlukan.
Beberapa orang sempat bertanya, mengapa Kang Bah bisa jadi Presiden di HI? Entahlah, saya sendiri tak tahu jawabannya. Pokoknya, begitu bangun, tahu-tahu dia sudah jadi presiden!
Pokoknya, Selamat Ulang Tahun buat Panjenenganipun Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Presiden Mbunderan Hotel Indonesia Sayidin Panatablogger Bahtiar Satria Pitpancal*....
Semula saya pengin menulis yang personal tentang dia, lha kok jebul jadinya gini? hihihi.
Foto diambil dari Facebooknya Mr Brink
Gelar oleh Paman Tyo


