09 November 2009

Singapore #3: Budget Terminal

Belum lama saya tahu, bahwa beberapa bandara menerapkan kebijakan untuk menempatkan maskapai-maskapai penerbangan murahnya khusus di satu terminal. Biasa disebut Budget Terminal, mungkin kependekan dari Low Budget Terminal. Ehtahlah. Pemisahan ini betujuan untuk menghindari penumpukan massa di terminal yang "lebih" mahal. Karena yang namanya murah itu ya biasanya selalu penuh peminat. Belum lagi, seperti disinggung pada tulisan pertama, biasanya penumpang murah itu cenderung pating crenthel banyak bawaan, relatif kurang tertib dan begitulah. Pokoknya dibedakan. Itu kata teman saya sih... Kuala Lumpur sudah menerapkan, Svarnabhumi iya dan Cengkareng sedang dalam proses. Singapura? Sudah pasti lah. Maka begitu pula si macan ini. Di Cengkareng sih masih campur dengan terminal biasa (2 D) dan dalam dalam proses ke terminal 3 (yang nantinya akan dikhususkan untuk penerbangan murah). Eh, masih katanya ding. Sementara di Changi, ya jelas sesuai kelasnya.

Terminal ini kecil, bercat coklat kekuningan, sangat bersih dan terang. Setelah saya perhatikan, terminal ini lebih mirip sebuah gudang yang tinggi dan luas dengan pengamanan ketat. Bentuknya mirip toserba Makro (yang tahunya saya cuma) di Jogja. Layaknya gudang, pilar-pilar bajanya langsung terlihat mata memandang. Selepas pemeriksaan imigrasi, terlihat cuma ada 3 atau empat konter jualan dan sebuah vending machine di sana. Sangat berbeda dengan terminal utama yang apa saja ada. Bahkan menginap di sana pun terasa nyaman. Lha wong semua kebutuhan pokok tersedia je. Yang bayar: makan, minum dan belanja dengan harga yang bisa dikata sama dengan di luar. Sedang yang gratisan, ada kolam renang, pijet kaki dan internet. Di budget terminal, apa yang saya sebut di atas juga ada tapi dalam skala lebih kecil. Tapi untuk urusan menginap, rasanya kok ndak tega rebahan di ubin lantai.

Satu hal lagi yang sangat terasa berbeda dengan terminal utama adalah, begitu keluar pintu terminal, suasananya mirip seperti suatu kota kecil di suatu negeri entah di mana. Jalanan yang sangat lebar, marka jalan yang banyak, pepohonan yang besar-besar dan tinggi serta lampu-lampu yang bertebaran. Dan sangat sepi.



Biarpun kecil, jangan ragukan fasilitasnya. Pertama, seperti sudah disebut didepan, mesin pijet kaki yang bisa dioperasikan sendiri. Kedua, banyak permen di sini. Di imigrasi maupun di bagian informasi yang berada tepat di samping pintu keluar. Toiletnya bagus dan sangat bersih, makanan berlabel halal dari Majelis Ulama Singapore dan ada beberapa taksi menunggu. Oh iya, jalan ke kota harus dicapai melalui terminal utama. Tapi tenang saja, tersedia bus menuju kesana. Gratis.

Berhubung kami ndak paham jalan menuju alamat, sementara waktu sudah mendekati tengah malam, maka kami putuskan menggunakan taksi. Menuju 7 Mount Sophia.

Catatan perjalanan 28 Oktober - 01 November 2009

19 komentar:

nothing mengatakan...

tak tunggu lanjutan ceritane

didut mengatakan...

apik ki ketoke :)

hedi mengatakan...

aku titip PR lek awakmu nang temasik maneh, golek permen karet yo :D

mita mengatakan...

ya... harga untuk beli souvenirpun sama seperti ditempat lain


*uang dollar pun berakhir penghabisan di budget bandara*

Aribicara mengatakan...

Wach,,, jadi penginjuga nich setelah baca ketiga crta ini :D

Salam :)

Bangsari mengatakan...

@hedi: aha! permen karet gung tahu weruh wong dodolan cak.

@ari: silahkan dicoba.

Evi mengatakan...

terminalnya mirip lontong...?

kyk terminal 3 cengkarang dong... tp mayanlah, mgkn karena baru ya...? entahlah klo udh lewat 3 thn hihihi...:D

Bangsari mengatakan...

@evi: lontong? engga ah. svarnabhumi iyo, tapi changi kaya kotak besar. mirip gudang.

eko mengatakan...

jalan2 terus bos..

tukangecuprus mengatakan...

ini ceritanya masih bakal bersambung tho? ta enteni lanjutane lho ya
*iri blm bisa jalan2

Ndoro Seten mengatakan...

ha ndi oleh-olehe sing pateng cranthel ndoro?

retma-haripahargio mengatakan...

Dak tunggu sambungane yo. :D

haris mengatakan...

terminal low baudget-nya Singapura ternyata nyaman. coba kita tunggu di indonesia :D.

cerita perjalanannya sederhana tapi menarik mas! saya tunggu lanjutannya.

morishige mengatakan...

7 mount sophia itu hostel backpacker ya, bang?

zam mengatakan...

oalah iki sing nomer telu. *tendang RSS reader*

Bangsari mengatakan...

@morishige: bukan. tapi asrama mahasiswa. cuma memang bisa diinepin. sekelas hostel untuk backpacker gitu lah.

sewa mobil mengatakan...

artikel yang menarik
thx infonya

sewa mobil mengatakan...

artikel yang menarik
thx infonya

日月神教-任我行 mengatakan...

AV,無碼,a片免費看,自拍貼圖,伊莉,微風論壇,成人聊天室,成人電影,成人文學,成人貼圖區,成人網站,一葉情貼圖片區,色情漫畫,言情小說,情色論壇,臺灣情色網,色情影片,色情,成人影城,080視訊聊天室,a片,A漫,h漫,麗的色遊戲,同志色教館,AV女優,SEX,咆哮小老鼠,85cc免費影片,正妹牆,ut聊天室,豆豆聊天室,聊天室,情色小說,aio,成人,微風成人,做愛,成人貼圖,18成人,嘟嘟成人網,aio交友愛情館,情色文學,色情小說,色情網站,情色,A片下載,嘟嘟情人色網,成人影片,成人圖片,成人文章,成人小說,成人漫畫,視訊聊天室,性愛,性感影片,正妹,聊天室,
情色論壇