20 Agustus 2009

Linggis: Les Nginggris untuk Pelahap Telo

Terus terang saya akui, kemampuan berbahasa inggris saya mangsih kacau balau. Sampai sekarang tentu saja. Secara teori (pakai mikir dulu tapinya) bisalah membedakan antara present, past dan future tense. Tapi ya itu cuma teori. Kalo sudah harus ngomong, apalagi berhadapan langsung dengan penutur asli, semua teori itu amblas entah kemana. Belum lagi aneka kombinasi kalimat-kalimat bentukannya, wassalam.

Suatu ketika saya kebagian bikin wedang di bali. Waktu itu acaranya seminar buat para bos instansi besar gitu. Pokoknya elit lah. Wong seminarnya aja make boso inggris. Tapi dasarnya orang kita yang tak mahir, ya sebagian besar peserta ga paham. Buktinya, mereka masih nempelin alat penerjemah di kuping sepanjang hari. Sesekali saya lihat mereka lepas. Tadinya saya pikir mereka mau mendengarkan penjelasan dalam bahasa inggrisnya langsung. Lha, jebulnya mereka cuma mau tidur di kursi. Ga bisa ngantuk kalo make alat itu, kata seorang peserta kepada saya. :P

Saya sendiri yang cuma tukang wedang, tentu saja tak dikasih. Lagian saya cuma jadi penyedia minum di seminar ini. Jadi ya saya bisa lebih ngantuk dari para peserta.

Ndilalah kersane Ngalah, pas rehat, lha itu pembicara kok malah ngajak ngobrol. Celingak celinguk ngga ada orang lain di samping saya, ya terpaksalah saya layani ajakan dia. Si bule itu malah terkekeh-kekeh dan beberapa kali mengerut kening mencoba memahami apa yang saya katakan. Mbuh lah. Pokoke slamet. Dia ndak tahu kalau saya kemringet gemrobyos setelahnya.

Di lain ketika saat nyoba jadi TKI di negeri tetangga, saya sempat tengsin berat dengan petugas kebersihan di bandara. Waktu itu saya nanya gimana caranya ke daerah yang hendak saya tuju. Dan dengan lancarnya dia, seorang ibu-ibu tua yang jalannya sudah tidak tangkas lagi, cas cis cus ngomong boso inggis. Sekalipun itu cuma Singlish (Inggris gaya Singapura, yang bagi mereka yang paham Inggris dianggap sangat berantakan), toh saya anggap itu sudah hebat. Belakangan saya baru tau kalau Singlish itu bahasa mereka sehar-hari. Ya terang aja mereka lancar.

Di lain ketika di negeri gajah, saya sempat bingung juga waktu mau ngomong sama pemandu wisata. Ealah, jebul kemampuan bahasa Inggris mereka lebih amburadul dari saya. Belum lagi pelafalan yang aduh, sulit sekali dipahami. Sebagai contoh, Svarnabhumi dibaca Swannabuum. Bus dibaca Bat, sama dengan mata uang mereka. Maka terjadilah percakapan yang aneh bin ajaib di tepi pantai ini.

Saya: We want around around in old phuket mister. how do you take our rombongan? seven people all
Dia: Oh, no problem. I have a minibath. only 600 bath for you.
Kami: ???

Aha! Di sini kemampuan saya terlihat bagus sekali. Puji Tuhan...

Suatu ketika saya setengah mengeluh ke teman karib yang saya anggep pinter. Eh, dia malah balik mengejek saya: "Wong lidahmu bisanya cuma dijejeli telo kok mau belajar nginggris? Ntar kena rematik malah repot lho...".

Byuh!

Didedikasikan untuk kelas linggis di langsat yang digawangi oleh Al Mukarrom Guru Pito Al Nggilani

10 komentar:

mataharitimoer mengatakan...

hihihi... jadi inget program pelajaran bahasa inggrisku yang berantakan lantaran guru pilihanku (yang cakep) gak bisa ditemui lagi... :)

kw mengatakan...

haha... harus sering praktek...

nothing mengatakan...

well very well good very good

Mbilung mengatakan...

sinau inggris nang patpong ... lebih asik kayaknya. bahasa inggris bu pito sangat aplikatif di sana.

Bangsari mengatakan...

@mataharitimoer: ayo gabung di sini... :P

@kw: tul. mangkane melu kursus

@nothing: aye aye sir...

@mbilung: sayang ongkos kesananya mahal banget. :P

Chic mengatakan...

eh eh.. kalo berguru dengan Pito, vocabulary bakal nambah dengan kata-kata yang ngga ada dalam kamus mana pun ya? ngikut aaaaah.. =))

hedi mengatakan...

Inggris-e wong Thailand baru apik pas ngomongi wisata seks, ojok dijak ngomong liyane hahaha :P

amethys mengatakan...

tukang wedang....kekekeke
pasti yes teh...not copy

wong aku aja sing disini lebih 15 th klo ada yg nanya...right wied? tak jawab left......

wong jowo jeh

Bangsari mengatakan...

@chic: mangkanya ikutan bu...

@hedi: iyo, bener kuwi cak.

@amethys: hahaha. berarti sampeyan belum sampai tahap "good spoken both oral and anal". ups.

eko mengatakan...

ora usah kemringet tho Ful :-)