20 Mei 2009

Sing Jembar Segarane

"Telpun saya kok ga diangkat?", ketus suara seorang pelangggan di ujung seberang sana.

Saya pun terpaksa menjelaskan, bahwa dalam beberapa kasus saya harus multi tasking dan multi asking. Dan berpindah-pindah tempat. Dan ngleremke ati. Sehingga tak mungkin semua telpun bisa saya angkat. Lagian sih, telponnya ke telepon pribadi.

Apa? Pribadi? Emang ada batas ruang pribadi? Kami tuh bayar bukan untuk urusan pribadi tauk. Huh!

Begitulah. Pelanggan terkadang tidak (mau) mengerti, bahwa pelayan punya kemampuan terbatas. Bahkan dalam keadaan fit seratus persen sekali pun. Tak mungkin seseorang bisa melayani lebih dari inderanya sendiri. Tak mungkin orang menerima telpun dua atau lebih sekaligus. Mustahal. Belum lagi kenyataan bahwa pekerja mana pun kan tidak mungkin fit terus menerus. Ada yang namanya capek, lagi tidak happy, tabungan menipis, kos yang semalam bocor, bisul yang menyembul tadi pagi de el el. Intinya, pelayan bukan superman.

Ya bagi-bagi tugas dong. Kami kan bayar, ngga gratis. Enak aja kamu ngelak.

Lha situ ngapain maunya tilpun ama saya kalo dah tau harus bagi-bagi tugas? Emangnya ga bisa dilayani orang lain apa?

Plak! Bluk! Plak! Mau dipecat kamu?