14 April 2009

Soto Madura Terminal Kampung Melayu


Di sebuah pojok salah satu sudut terminal kampung melayu. Bersebelahan dengan sebuah musholla kecil lumayan bagus yang sayangnya, karena kebanyakan pengunjung, menjadi pengap dan karpetnya berbau.

Di sana lah berada warung kecil ini. Sebuah warung kecil yang menjual hanya soto madura.

Penampilannya sama sekali tak mencolok. Dari dalam mau pun dari luar. Sliwar-sliwer angkutan, bus transjakarta dan lalu lalang kendaraan pribadi seperti menjadi aksesoris warung. Denyut terminal sangat terasa di warung ini. Namun, siapa peduli?

Bangku-bangku plastik berjejer menghadap sebuah meja sempit panjang yang menpel kuat di tembok. Dua meja lagi yang sama sempitnya terletak di tengah, menyisakan ruang sedikit berbentuk L. Cukuplah untuk membuat para penikmatnya duduk dengan "nyaman" jika semua bangku penuh terisi.

Bakul sotonya sendiri berada di dekat pintu masuk, lengkap dengan anjungannya. Gagang gayungnya terbuat dari kayu segenggaman tangan orang dewasa, seperti sebuah pegangan golok. Uap dan minyak soto menguapinya selama bertahun-tahun menjadikannya terlihat kekar dan gagah.

Sekilas tak ada yang luar biasa, kecuali sebuah papan di dinding bertuliskan: SOTO MADURA, CAMPUR SOTO/LONTONG, Rp 5000.

Apa istimewanya? Dengan riangnya, wanita disamping saya berpromisi: sotonya enak dan murah!

Kemudian dia bercerita, warung ini pernah sangat akrab baginya. Terutama pada masa-masa sulit awal kedatangannya di Jakarta beberapa tahun yang lalu. Pfiuh.

Maka, sehabis menunaikan magriban yang hampir telat, saya menuruti kehendak hatinya bernostalgia.

Dan, ternyata maknyus!

20 komentar:

Pinkina mengatakan...

golek Soto ae cek adoh'e

Chic mengatakan...

"wanita disamping saya" itu siapa om?
hihihihihi
:P

Bangsari mengatakan...

@pinkina: lha karo ketemu inul je..

@chic: omith dong. sapa lagi? hehehe

omith mengatakan...

syukurlah masih ada ya makanan yg harganya goceng gitu di jancukarta..

hedi mengatakan...

ah mangan opo ae lek bareng bojo yo mesti enake, rek...asal ojo mangan ati ae

Evi mengatakan...

duh mesranya....
coba nanti stlh 2 tahun lebih jangan tanya ya, apalagi udh punya anak hhmmmm....
*pasti makin mesra*

iman brotoseno mengatakan...

omith ngidam soto pul ?

Bangsari mengatakan...

@sam hedi: sing penting kan posting. hehehe

@mba evi: gitu ya? perlu dicoba tuh..

@mas iman: ngidam rumah juga je mas...

nothing mengatakan...

aku dadi luwe

gajah_pesing mengatakan...

dari taman bungkul jauh gak?

antown mengatakan...

perlu dicobak, marai luwe isuk2 moco crita iki

didut mengatakan...

roman romans :D

amethys mengatakan...

enake rek soto madura....terbayang endog e sing mlenos......ngilerrrr

manusiahero mengatakan...

wlaah.. bikin laper za nih.. :D

Ndoro Seten mengatakan...

sing jelas murah meriah yo...

kw mengatakan...

masih ada aja ya. murah enak, maknyus :)

Cengkunek mengatakan...

di sebrang warnet tempat ku dinas ada jualan sate madura

ciwir mengatakan...

madura memang kondang dgn soto dan sate
jakarta kondang dgn siti

soto-sate-siti adl dagangan paling laris

-GoenRock mengatakan...

Depan Cyber (kantorku) untung ada soto Madura, tiap pagi sarapan itu. Tapi 8000 jeh

Kuyus is cute mengatakan...

sebelah mana ini kampung melayunya? kok aku ndak tahu ya? he he