17 Februari 2009

Kang Bah


Bagi saya, dia sudah seperti saudara dan teman sekaligus. Ceritanya yang mirip dengan astronom dadakan itu, juga dialami sobat yang satu ini. Setelah sempat pindah kuliah di IAIN Sunan Kalijaga, menjadi penjaga warnet di jogja, eh tahu-tahu kini presiden di Bunderan HI.

Saya mengenalnya sebagai priyayi solo yang santun, lembut dan tak neko-neko. Dengan surjan lurik dan vespa antik kesayangannya, saya sering ketemu di ruang kuliah semester-semester akhir. Namun karena batasan semester tidak ada, maka mahasiswa lintas angkatan mungkin saja bertemu dalam satu kelas.

Lama semenjak itu, pada suatu hari di awal tahun 2005, tanpa sengaja saya bertemu dengannya di sebuah bengkel vespa di jalan monjali. Dia mengajak saya mengikuti sebuah seminar tentang blog di semarang atas undangan Pak Nukman Luthfie. Sebuah ajakan yang dikemudian hari terbukti membawa saya pada nasib baik. Meski saya ndak tau sama sekali apa itu blog, saya setuju-setuju saja. Lha wong pengangguran, jelas ini sebuah penawaran yang menarik.

Rencana awalnya, kami akan naik vespa saja sembari jalan-jalan. Namun, sehari sebelum keberangkatan, ternyata dia agak meriang. Maka diputuskan berangkat menggunakan bis Joglosemar, bis jurusan joga semarang yang menaikkan dan menurunkan penumpang hanya di hotel-hotel tertentu di kedua kota. Dari jogja, kami naik melalui Novotel jalan solo.

Dari kegiatan ini, saya mendapatkan beberapa hal: Pertama, hotel itu ternyata boleh dimasuki tanpa perlu mbayar atau beli apapun. Kedua, Semarang itu ternyata panas dan ruwet. Ketiga, rasanya nginep di hotel itu uenak tapi ademe pol. Keempat, pembuka botol minum di hotel berbintang selalu ada di kamar mandi, nempel dekat wastafel. Kelima, dikasih upah atas kerja yang gagal saat mengoperasikan laptop yang untuk presentasi. Keenam, ini yang terpenting, saya mendapatkan pekerjaan.

Sebuah wawancara singkat yang saya (S) ingat saat nodong pekerjaan pada Pak Nukma Luthfie (NL):
S: Pak, saya ini baru lulus. Ada kerjaan untuk saya ngga?
NL: Kamu bisa apa?
S: Ngga bisa apa-apa. Tapi saya mau mengerjakan apa saja. Gimana?
NL: Baiklah, nanti kalau proyek barunya tembus, kamu tak panggil.

Berselang tiga bulan sejak acara tersebut, saya dipanggil kerja. Di Virtual Consultingnya pak Nukman, saya diberi pekerjaan melayani suatu institusi. Perintahnya sederhana: "Kerjakan apa yang mereka minta". Sebuah pekerjaan yang benar-benar mulai dari nol, tanpa juklak dan juknis. Selanjutnya kontak dengan sobat saya ini cuma lewat dunia maya.

Lha kok ndilalahnya, pada awal 2006 kantor tempat dia bekerja gulung tikar. Maka, atas ajakan mas Bagong dia ke jakarta. Lalu karena posisinya masih nyari-nyari gaweyan, saya ajak sekalian ngerjain proyek yang sedang saya kerjakan. Sekalian saya ajak kos bareng di bon kacang. Disini, dia hanya bertahan beberapa bulan. Selanjutnya, ya, nyari-nyari pekerjaan lain. Kalau tak salah ingat, periode ini berlangsung hampir 6 bulan.

Oh, iya, selama periode ini dia juga menemukan jodoh yang sekarang sudah memberinya seorang putera. Mpok Rini, saya menyebutnya. Selain tetangga kos, dia juga adik kelas di sastra nuklik. Orang jawa bilang peknggo (ngepek tonggo, dapat jodoh tetangga sebelah).

Dia juga sempat ditawari ke Aceh, namun tak diambil karena alasan masa depan. Dari sinilah Bebek Almarhum menjadi gantinya.

Dia sempat bekerja di perusahaan alat-alat radiasi, sebelum berhenti akibat sakit tipes sewaktu dimutasi ke Pekanbaru. Yah, maklum saja, waktu itu istrinya baru mengandung, eh malah dimutasi ke daerah. Sepertinya sekarang dia sangat betah di kantornya yang baru.

Komunitas (kalo bisa disebut demikian) BHI, didirikan atas dasar pemikirannya bahwa jakarta itu perlu dindesokan. Setidaknya agar kami bisa tetap ndeso di Jakarta. Perkara khalayak menganggap norak kegiatan nongkrong di situ, ya itu urusan orang.

Mangkanya, selalu ada sarung saat nongkrong. Supaya bisa tidur setiap saat diperlukan.

Beberapa orang sempat bertanya, mengapa Kang Bah bisa jadi Presiden di HI? Entahlah, saya sendiri tak tahu jawabannya. Pokoknya, begitu bangun, tahu-tahu dia sudah jadi presiden!

Pokoknya, Selamat Ulang Tahun buat Panjenenganipun Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Presiden Mbunderan Hotel Indonesia Sayidin Panatablogger Bahtiar Satria Pitpancal*....

Semula saya pengin menulis yang personal tentang dia, lha kok jebul jadinya gini? hihihi.

Foto diambil dari Facebooknya Mr Brink

Gelar oleh Paman Tyo

27 komentar:

Pinkina mengatakan...

Met Ultah buat mas Bah :D

iman brotoseno mengatakan...

selamat ulanga tahun bahtiar,...
fotonya bener bener pasrah banget di atas, kayak Gus Dur tidur...

pitik mengatakan...

selamat ulang tahun buat istrinya mas bah..dan untuk mas ipoul, selamat atas kelahiran putra pertamanya, semoga menjadi anak yang sakinah, mawadah, warohmah...
*minggat ning suroloyo*

Moes Jum mengatakan...

Titip salam nang Pak Presiden yo ..."Selamat Ulang Taun". Ditunggu pidato politik tentang kendesoannya di mBogor

bahtiar mengatakan...

Maturnuwun kagem Bro Ipoul dan Temen2 BHI : berkat panjenengan semua, saya awet waras hidoep di Djakarta ini ... :)

Roda memang berputar. Dulu, waktu warnet tutup, saya sempet ditampung Mas Gandung, sekarang Mas Gandung ikut gabung di Djakarta, walau saya belum bisa bantu-2 maksimal.

"BHI adalah besprens ..." sabda Trio Perkosa dalam air kata2 dan kedamaiannya.

omith mengatakan...

melow tp kereeeeeeeeeeennn!
idoeP kang bah....
slamat yak...

aprikot mengatakan...

met ultah pak pres. suwun dulu dah smpt dianterin ke rawa belong malam2 eh pagi2

hedi mengatakan...

Bahtiar harusnya jadi nabi, selamat sekali lagi ;)

kw mengatakan...

horas mas bah!
ayo ndesokan Jakarta...

ciput mardian mengatakan...

Selamat ulang Tahun mas Bah

arya mengatakan...

selamat harlah mas. moga2 tambah dowo manuke, eh maksute rejekine

Evi mengatakan...

selamat ultah mas Bah, smoga makin sukses. amien.

MaNongAn mengatakan...

@Bahtiar : Selamat Ulang Tahun sobat.
semoga tambah anak, tambah rezeki, tambah makmur, lan tambah saru.

.::he509x™::.

Ndoro Seten mengatakan...

among-amoong no?

endik mengatakan...

sido gebyur lengo gas..?

didut mengatakan...

selamat tambah tuwek tambah anak tambah istri....... eh salah :P

tambah berkah pastinya :D

nengjeni mengatakan...

selamat ulang tahun ya mas...

mei mengatakan...

mas ipul, mas bah ki di paringi putra apa putri to??

ulin mengatakan...

ucapan ultah yang mengharu biru....turut mengucapkan "makasih pul"

Nukman Luthfie mengatakan...

Met ultah bahtiar, sehat lan minulyo selalu.
Ipoel, terima kasih atas postingan indah ini

lawabiroe mengatakan...

met ultah mas bahtiar...

Mbilung mengatakan...

selamat ultah mas ...

tito mengatakan...

saya sering mendengar bahwa gerombolan BHI yang ndeso didefinisikan sebaliknya. Suwun mas Ipoul, saya belum lama kenal orang-orang BHI, tapi nilai kebersahajaan-nya sangat mengena.

bulurejo mengatakan...

Kabare sehat kang..

antown mengatakan...

wah mas-e ulang tahun. kapan2 kita kopdar lagi ya. sik iling ora? hehe

Infinite Justice mengatakan...

"S: Pak, saya ini baru lulus. Ada kerjaan untuk saya ngga?
NL: Kamu bisa apa?
S: Ngga bisa apa-apa. Tapi saya mau mengerjakan apa saja. Gimana?
NL: Baiklah, nanti kalau proyek barunya tembus, kamu tak panggil."


hmmm... bentuk baru self-promotion yang luar biasa, bombastis, spektakuler, dan herannya, koq bisa dipake ya?

salam UGM mas...

warm mengatakan...

met ulang tahun buat yang tambah tua,
makin tua makin jadi ya :)
salam