09 Januari 2009

Jumatan yang aneh

Idealnya, dalam ibadah sholat jumat seluruh anggota jamaah berada dalam tempat yang sama. Rasa-rasanya kok kurang afdol jika jamaah tidak bisa melihat sang khotib atau imam sedang memimpin ibadah. Namun, di pusat kota yang harga tanahnya tak tak terbeli ini rasa-rasanya hanya segelintir masjid yang bisa begitu. Dan masjid pabrik kami tidak termasuk golongan yang itu.

Letak masjid kompleks pabrik kami berada di bawah tanah mirip gua modern dilengkapi pendingin yang kenceng. Meskipun sudah cukup besar untuk ukuran jakarta pusat, tapi karena tak sebanding dengan jumlah jamaah, hampir separo jamaah selalu tak kebagian tempat. Maka dipakailah areal parkir yang terletak di permukaan tanah (di basement gedung belakangnya) untuk menambahi ruang. Tak cukup nyaman sebenarnya. Berisik oleh orang-orang dan terkadang satu dua lalu lalang kendaraan. Anehnya, bagi saya tempat itu justru terasa nyaman karena sebuah alasan ndeso, hawanya anget. Setelah seminggu didinginkan dalam gedung, rasa-rasanya badan ini perlu diangetin. hehehe.

Bagi yang di luar, pengelola masjid menyediakan beberapa pengeras suara dan 2 televisi serta gelaran karpet plastik. Yang masih belum kebagian karpet harus membawa sajadah atau koran bekas. Selama ini semua itu berlangsung lancar tanpa masalah, sampai dengan jumatan kali ini.

Saat khutbah berlangsung, tiba-tiba suara pengeras suara mati di tengah pergantian khutbah. Segeralah khotib dadakan muncul di sana sini. Mulai dari bisik-bisik kecil hingga cekikan. Yang tadinya tidur lelap juga ikut-ikutan menggeliat dan mulai angkat bicara. Belum lagi suara telepon genggam yang ikut-ikutan meramaikan suasana.

Kekacauan pertama dimulai saat takbiratul ikhram. Sebagian besar jamaah berdiri mengikuti gerak mereka yang di depan televisi. Segara saja takbir dilantunkan jamaah, termasuk saya. Kemudian hening sejenak. Sesaat kemudian, jamaah televisi mengucapkan takbir dengan keras.

Lho, yang tadi apaan? Oh, mungkin tadi ada sedikit pengumuman dari imam, pikir saya. Yah sudahlah. Saya ulangi lagi takbirnya. Kemudian senyap lagi. Tiba-tiba amiiiiinnn... dst.

Kreatifitas ma'mum pun mulai muncul. Setiap ucapan pada perubahan posisi sholat diucapkan dengan keras, sehingga jamaah di belakangnya bisa mengikuti dengan baik.

Lancar? Belum saudara. Kekacauan yang lebih besar terjadi ketika qunut. Tanpa pemberitahuan, tentu saja sebagian besar jamaah langsung sujud dari posisi ba'da ruku'. Begitu duduk, jamaah di depan televisi mulai berdiri satu persatu. Lho, ada apa lagi ini? Oh, ternyata qunut. Dan ndilalahnya, qunutnya kok lama sekali. Tak pelak hal ini menimbulkan kekacauan di belakang.

Jamaah yang tidak segaris dengan televisi mulai kacau. Ada yang diam saja, ada yang celingukan, ada yang melanjutkan sholat sendiri-sendiri dan ada yang mulai kasak-kusuk bahkan cekikikan.

Saya tetap mencoba mengikuti jamaah depan televisi dalam suasana yang tidak karu-karuan lagi. Maka jadilah ibadah kali ini jumatan teraneh dalam hidup saya.

30 komentar:

arista budiyono mengatakan...

warna warni indonesia bang ipul....

Pinkina mengatakan...

hahahaha.....ndak kusuk, ndak dapet onta mas :D mesti sholat kr ndeleng tipi :D

nothing mengatakan...

hehehe, lucu tenan

didut mengatakan...

sing penting kepalanya tetep khikmat :P

Pacul Cicipilah mengatakan...

wekekekekkek...sidane sholat dhewek2 kuwe kang..!

pusat-ikan.blogspot.com n kelompokusaha.blogspot.com mengatakan...

Televisine bisa rubah chanel enggak mas? Nonton tinju..

arya mengatakan...

hahahaha rame...
kondisi jumatan dgn ruang terpisah2 gini pernah kualami di hotel sultan. tp di sana adem, di bawah pohon2an. mungkin kalo pengeras suara dan atau tivi mati, bakal sama kacaunya.

Evi mengatakan...

ini mesti di parkiran BDN, hahaha.... :)
hbs sholat lgs ke pasar kaget sebelahnya, makan rawon ato ayam gorang bu Mien, cari MP 3 ato DVD bajakan asyik tenan.... apalagi kalo mendung2 ga panas (klo panas ampyun tenan!).

eh, jumat mrn aku kesitu ga ketemu yo...? :P

DenaDena mengatakan...

trus?ing omah ra solat neh?

endik mengatakan...

untung tipine ora nyetel bokep.. wis tobat dadi mukafir mas..?

grubik mengatakan...

Jumatan metropolis..

yati mengatakan...

hahaha, ga kebayang! sholat sambil mikir, bener ga nih gerakannya, sambil lirik2 tipi pula!
kalo rapat, biasanya ga boleh bawa hp kan ya? kalo jumatan?

tukyman mengatakan...

habis posting, bosen bingung gak ada gawean akhirnya gua keluyuran ke blogmu lah

bangpay mengatakan...

lha malah elok nek omahe mepet mesjid, nyambung kabel njur colokno neng TV, wis... jumatan nang omah!!! ra usel-uselan... jiakakakakaka...

Bahtiar Baihaqi mengatakan...

Inyong malah angger dina jumat sok "keturonan" (eh ketiduran) neng ngumah. Soale mbengine begadang dadi satpam.
Salam kenal. Ngomong2 piye carane dadi warga Komunitas BHI ya? Aku dah komen/nanya di situ (blog mas lutfy ya) dan di rumah sang presiden (bahtiar) tapi blum ada tanggapan.

eko mengatakan...

jumatan kok kacau ngono tho Ful?

mei mengatakan...

dan makasih buat sampean mas karena sudah membuat saya tersenyum...ibadah juga to??hihi

-GoenRock mengatakan...

Sing cekikikan mesti sampeyan! *nuduhdotcom*

yudhiapr mengatakan...

iku sholat jumat opo shooting dagelan srimulat to pakdhe ???

goenoeng mengatakan...

neo jumatan !

Chic mengatakan...

nampaknya sholat nya sama sekali ndak khusuk kalo begitu...

elly.s mengatakan...

itu namanya kesalahan bukan pada pesawat televisi anda mas...
gapapa Allah maha tahu n maha pengampun

Piyoh mengatakan...

oalah lah...kalo udah gitu mau bilang apa?anggap aja bonus. hehehe

ario saja mengatakan...

ha..ha..ha... bagian kunut memang selalu jadi kelucuan mulai dari saya kecil sampe segede gini

[OMTRI] mengatakan...

nek posisine kaki pada nempel ke jamaah sebelahnya, lha yang ada di sebelah tivi apa ya nempel ke kakinya meja tivi tuh.......
btw, ngwekek tenan aku.... ndilalah kok nganggo qunut barang to....
lha nek pengeras suarane mati opo yo tivine mung gambar tok? lha trus nek bar sujud sing ngajak ngadeg sopo? opo yo tivine melu sujud? capek dehhh!!!!

omoshiroi mengatakan...

lho panjenengan kok iso ngerti kronologis kejadiane?
mboten melu solat nopo solat tapi celingak-celinguk ndelok polahe wong liya?
haha..

kw mengatakan...

cekikikikan..... mereka itu orang-orang yang sangat akrab dengan Tuhannya...

kekekekkekekekke

www.katobengke.com mengatakan...

wah....wah......gitu yah.......

Arip mengatakan...

biarlah aneh, daripada ndak pada jumatan babar blas

kawunganten gunung sari mengatakan...

nek kaya kue sah ora massss... le jumatan