02 September 2008

In memorian "Bebek" Susiawan Wijaya

Ia datang ke HI saat semuanya masih sepi. Tinggal bersama saudaranya di mampang, di belakang salah satu stasiun swasta, juga Universitas Paramadina yang kelak dia mendapatkan tambatan hatinya. Dengan motor bebek yang kreditnya sempat tersendat-sendat karena di PHK, dia selalu antusias menghadiri suatu kopdar ke kopdar lainnya. Hampir setiap hari. Dalam sebuah pertemuan di semanggi, dia bercerita bahwa dia baru saja menghadiri kopdar kelompok si A. Dan setelah acara selesai, dia menuju kopdar yang lain. Itulah makanya dia disebut Panglima Kopi Darat (Pangkopdar).

Beberapa kali menginap di kebon kacang, hanya untuk memuaskan kehausannya akan komputer. Dia suka memperbaiki settingan komputer saya semalaman dan keesokannya dia memberikan laporan lengkap. "Perfomance-nya sudah kuoptimalkan, fitur-fitur yang tak perlu juga sudah ku hilangkan. Bla... bla... bla...", dia terus saja nyerocos. Saya tak tega dengan perjuangannya, pura-pura saya menganngguk. Padahal saya ndak paham apa yang dia omongkan. hehehe

Dia juga sangat kecanduan Internet. Begitu kecanduannya, pernah pada suatu tengah malam dia mengajak saya dan kang Bah ke pabrik untuk sekedar meng-update blog dan ubo rampene. Cilakanya, fingerprint saya hanya mempan pada pintu pertama yang sekaligus berfungsi sebagai absen para buruh. Maka, di emper pabriklah kami akhirnya nongkrong. "Yang penting luberan wifinya masih kenceng", katanya girang. Dia ngenet, sementara saya molor di kursi sampai pagi. Belakangan bagian HRD ngomel-ngomel karena terdapat absen saya yang tidak normal. hahaha

Tak pernah ketinggalan, rokok Dji Sam Soe filter yang selalu ditentengnya kemana pun. Cara merokoknya seperti kereta jaman dulu, selalu ngebul setiap saat. Pernah suatu ketika saat jalan-jalan di belakang Plasa Indonesia, dia tak mau saya ajak makan siang karena rupanya dia sedang tidak punya uang selain untuk rokok.

Setelah beberapa bulan menganggur, ia pergi ke Aceh atas bantuan Kang Bah, sekitar dua tahun lalu. Dia sempat bercerita posisi yang ditawarkan kalau tak salah adalah database administrator. Untuk itu dia girang setengah mati karena dalam perhitungannya, dia pasti akan banyak berhubungan dengan internet.

Tiga hari sesudah keberangkatannya, saya sempat menelponnya. Dia misuh-misuh karena ternyata senjata kerjanya cuma PC offline dan database yang dimaksud ternyata hanya olah data melalui Microsoft Excel. Dengan area kerja yang berpindah-pindah, kesempatan beronline tentu saja semakin sulit. Itulah makanya gaji pertamanya dia belikan handpone 3G. Masalah yang timbul kemudian, ternyata kesukaannya berinternet menghabiskan sebagian pendapatannya.

Oleh karenanya, dia bertekad kembali ke Jakarta. Dimana wifi dan tempat nongkrong sangat melimpah, katanya.

Sayang sekali, Tuhan berkehendak lain. Setelah kepulangannya yang terakhir (yang seperti sebuah perpisahan), Tuhan memanggilnya.

Foto diambil dari sini tanpa ijin

13 komentar:

didut mengatakan...

sudah hampir mo setahun ya kang

Ipoul Bangsari mengatakan...

@didut: bukan hampir, tapi sudah pas setahun yang lalu

Anang mengatakan...

aku terharu membaca sepenggal kisah hidupnya disini dan ak bisa merasakan bgmn rasanya kehilangan seorang teman yg begitu mendadak. bgmn demi tetap konek dg inet harus dibela2in maen ke pabrik dan terdampar diemperan saja. hm.. kisah yg mengharukan saat ia tiada. mungkin akan menjadi bahan tertawaan saat ia ada. meski ak ga kenal, terucap selamat jalan panglima. kopdar dg malaikat dan bidadari di alam sana....

nothing mengatakan...

saya ga kenal almarhum, tapi yang saya tahu `arti teman lebih dari sekedar materi`*) tak tergantikan

*), nyuplik dari lagunya SO7, Sahabat Sejati, salah satu lagu favoritku

Hedi mengatakan...

iyo yo...wis setahun

Mbilung mengatakan...

wis setahun ya? ah, kang bebek.

omith mengatakan...

tp ilang yo link nya...bebeK

bahtiar mengatakan...

sama dengan komen nomer tiga (Nabi Anang)

saya terharu membacanya ....

Bro Bebek, kami selalu mengingat dan mendoakanmu ... semoga bahagia di sana

:(

eko mengatakan...

jd ikut terharu :-(

Moes Jum mengatakan...

ternyata ceritanya dia ke Aceh itu kayak gitu yoo?? Jadi inget dulu aku sempat kewolak-walik antara bebek sama pitik. Untung akhirnya jadi lebih mudah karena pitik lebih saru dari bebek.

Iko mengatakan...

Susiawan Wijaya
01031975-02092007

Setahun tlah berlalu...

Setidaknya, dihari terakhirnya itu... kita sempat bertemu, setelah beberapa bulan gak ketemu. Ternyata, dunia begitu sempit ketika kita dipertemukan di gang tegal parang, belakang kantor... :)

Ndoro Seten mengatakan...

welha hakok nggak digelar naun dengan yasinan, gendurenan lan ubo rampenya to?

golda mengatakan...

aku lagi liat2 fesbuk ku, ternyata ada profil nya ibebek yg sudah di add ma aku (udah lama sih)
Susiawan Wijaya
http://www.facebook.com/profile.php?id=621250633&v=info&viewas=760265878