03 Juni 2008

Tentang Habib dan Budaya Premanisme

Habib? Saya selalu menghela napas setiap kali mendengan nama itu disebut. Sebagai kaum nahdliyyin, kampung kami sangat menghormati para guru, ulama, juga para keturunan darah biru yang disebut habib itu.

Suatu pagi sehabis subuh, kira-kira 3 tahun yang lalu, karib bapak saya yang juga tetangga kami bertandang ke rumah. Dia menunggu bapak di teras, sepertinya tak ingin masuk. Kemudian bapak menemuinya. Keduanya berbincang sambil berbisik sebentar sebelum bapak masuk ke kamar. Dengan tergesa, keluar lagi menenteng sebuah amplop dan menyerahkannya. Tak biasanya sepagi itu sudah ada yang bertamu, pikir saya. Mencium hal yang kurang lazim, saya menghampiri bapak.

"Ada apa pak?"
"Biasa. Ada Habib minta sedekah", jawabnya
"Berapa?"
"Dua Setengah juta. Harus ada pagi ini", kata bapak
"Ha? Dua setengah juta untuk apa? Itu kan uang yang banyak sekali?"
"Biasa lah. Namanya Habib kalau sudah minta ndak mau kompromi."

Begitulah cerita tentang habib di Bangsari. Tak sekali dua kali mereka meminta. Dalam sebulan bisa terjadi beberapa kali. Habib yang berbeda tentu saja. Mereka telah menjadi momok yang menakutkan. Sekali meminta, maunya sejek senyet, seketika. Sejumlah yang ada dalam pikirannya.

Paling sering, mereka minta dalam bentuk uang. Tetapi barang pun diterima. Ibu saya punya pengalaman tak mengenakkan tentang ini. Dulu, sewaktu ibu masih belasan tahun (sekarang sudah hampir enam puluh), ada seorang habib yang masuk ke ruang tamu simbah saya tanpa permisi. Setelah berkeliling, secara tiba-tiba dia mengambil tip (tape) simbah di meja. Ya. Mengambil begitu saja, seolah barang itu tak bertuan. Padahal, untuk ukuran waktu itu, tip jelas merupakan barang yang sangat mewah. Terang saja ibu saya berang luar biasa. Ibarat jambret yang ketahuan, sang habib itu tak mau kalah, ia menyumpahi ibu saya dengan mendoakan yang jelek-jelek. Begitu tak mengenakkanya sumpah serapah si habib, ibu sampai-sampai berteriak, menempeleng dan mengusirnya pergi. Dus, sejak itulah ibu memusuhi para habib.

Hingga sekarang, praktek seperti itu masih banyak terjadi di kampung saya. Modusnya, mereka datang menjual minyak wangi yang katanya bisa membawa berkah ini dan itu. Minyak wangi serupa yang di pasar paling seharga Rp 1.000. Tapi di sini, mereka menjualnya puluhan hingga ratusan ribu. Jika tuan rumah takut, mereka akan meminta uang dalam jumlah yang lebih banyak. Beberapa kali malah saya dengar mereka meminta kambing. Entah untuk apa.

Dulu, setiap kali datang, biasanya mereka menginap di ruang khusus pesantren kami. Suatu kali, teman-teman saya pernah mengintip apa yang sebenarnya mereka lakukan di dalam. Ternyata tak lebih dari tidur, makan (disedikan keluarga kyai), main gaple dan mengobrol. Saat keluar, mereka akan mengincar rumah-rumah yang dianggap kaya. Dari satu rumah itu, dia akan meminta alamat rumah lain yang berpotensi menghasilkan uang.

Mereka umumnya mengaku dari tegal dan sekitarnya. Tak lupa pula mereka bercerita tentang ketinggian nasab mereka, yang konon, keturunan nabi Muhammad. Karena dekat dengan nabi, doa mereka tentu saja sangat mujarab. Proses selanjutnya gampang ditebak, mereka akan meminta tuan rumah mengamini doanya. Doa keselamatan untuk yang memberi, dan doa keburukan bagi yang menolak.

Umumnya orang kampung yang bodoh, mereka memeperlakukan para habib bagaikan wakil tuhan di bumi. Apa mau mereka adalah maunya tuhan. Siapa yang tak takut dilaknat tuhan atau mahluk kesayangan tuhan?

Karib teman bapak di atas pernah bercerita, melayani para habaib adalah kenikmatan yang luar biasa. Mereka mendatangkan berkah, menolak bala, juga mendatangkan rejeki. Singkatnya, melayani habib itu adalah anugrah, katanya. Makanya, sudah sewajarnya dunia melayani mereka. Para keturunan nabi. Golongan yang sangat dekat dengan surga. Siapa tak mau masuk surga?

Ketika saya ke Jombang, yang notabene kultur pesantren dan nahdliyyinnya jauh lebih kuat dari Bangsari, ternyata tak ada praktek semacam ini. Tentu saja saya kecewa berat. Bahwa selama ini ternyata mereka hanyalah sekumpulan penipu yang memanfaatkan kebodohan kami.

Di sini, di Jakarta, ternyata cerita kampung saya ini berulang. Belakangan, nama-nama yang didahului habib sering muncul di media. Dan seringkali, nama yang berhabib-habib ini terlibat dalam budaya kekerasan berdalih agama. Contoh kongkritnya ya peristiwa monas kemarin. Seperti apakah mahluk yang disebut habib itu?

Habib (jamaknya habaib, perempuan habibah), menurut sebagian kalangan, adalah golongan mereka-mereka yang menurut garis nasab adalah keturunan nabi Muhammad. Seperti diketahui, tidak ada anak laki-laki nabi yang menurunkan cucu, semuanya meninggal sebelum sempat dewasa. Sehingga jika memang benar mereka keturunan nabi, garis keturunan para habib bersambung melalui keturunan perempuan. Hal yang sebenarnya tidak lazim dalam tradisi arab. Mana ada orang arab menggunakan nasab garis ibu? Tapi siapa berani melawan mereka?

73 komentar:

venus mengatakan...

nggilani :(

Anang mengatakan...

berarti pemaen arsenal keturunan nabi dong. habib kolo toure.... hidup fpi! *dimassa*

jun mengatakan...

Suatu pagi sehabis subuh, kira-kira 3 tahun yang lalu => Ini pas sampean mudik ke Bangsari?

amethys mengatakan...

oooooo...gitu to?? waaaaaa....amit2 ah...ndak usah kenal2 ama habib..
ntar ndak "clutak" laah liat tip aja langsung disaut????
trus habib2 ini makannya opo kang? klo konon kabarnya turunan Nabi Muhammad...trus kapan nyasar ke Tegal nya?
kayanya aku ndak kenal blas sama habib....

Iman mengatakan...

Ini mungkin salahkaprah menyamakan Islam dengan Arab dari dulu.
Pokoknya yang berbau Arab yang pasti suci murni..padahal ya banyak juga Arab Arab gombal yang nyari cabo cabo di puncak Cisarua sana...Habib Habib sontoloyo.
Saya juga nggak yakin ada keturunan Nabi yang tinggal di Petamburan.

iway mengatakan...

iya gus, setahuku emang allah sengaja 'menghabiskan' keturunan rasul dengan maksud mensucikan garis keturunannya, jadi ketika hasan dan husein meninggal ya udah habis keturunan nabi, jadi kalo ada yang ngaku-ngaku cucu nabi .... ngimpi kali yeee

Evi mengatakan...

dari Tegal....? emang ada sih perkampungan arab, bahkan kuburan khusus untuk arab pun ada.

tapi dah bertahun2 di tegal, ga ada tuh penipuan oleh para habib2.

oh ya, di pekalongan ada 1 habib yg terkenal dan pengikutnya juga buanyakkkkk.....

kw mengatakan...

oh jadi tidak ada ya keturunan nabi muhammad itu? thx infonya. saya baru tahu.

didut mengatakan...

ada toh modus operandi kayak gini?!?

kenny mengatakan...

wah premanisme model baru, payah

ebeSS mengatakan...

berarti petualanganmu lebih komplit
sejak lahir hingga lulus sma di malang, memang aku tidak pernah dengar ato teman saya ngomongin habib
padahal ada paling tidak 3 pondok pesantren di daerah itu, pada ke 3 nya saya punya banyak teman, sulit dibedakan malah, mereka dari pesantren yang mana
apakah ini pesantren khas daerah? dipimpin / dimiliki oleh kyai yang tentu saja sudah haji, mana ada orang seperti habib itu berani datang? padahal pondok ini jadi tempat nongkrong yang asik tiap lebaran ataupun akhir taun . .
walaupun berbeda agama, hati saya begitu damai ikut menjabat dan mencium tangan kyai . . .
*jadi habib itu apa . . . ?

Bangsari mengatakan...

@jun: betul mas, pas mudik.

@amethys: pada masyarakat yang bodoh, praktek seperti ini sangat subur. dan, agama adalah alat yang paling gampang untuk menakuti orang di daerah yang demikian.

@iman: ya begitulah. orang bergamis sudah dianggap islam. aneh memang..

@iway: selalu ada orang yang mau berkuasa tanpa modal. apalagi jika ternyata jalan ke arah sana sudah tersedia untuknya.

@evi: ya ndak tau saya. mereka kebanyakan ngakunya dari sekitar tegal. sedari kecil, saya sudah berkali-kali menerima kedatangan mereka pas ndak ada bapa-ibu di rumah, jadi ya apal gimana polah mereka.

@kw: kalo mau konsekwen dengan trah arab, ya ndak ada itu. tapi banyak yang maunya tetap dibikin, karena dengan begitu aliran ekonomi dan kekuasaan yang didapat secara gratis tetap lancar terjaga.

@didut: lho, banyak mas...

@ebess: lho, kyai saya juga haji bess. cuma saja, karena pada ndak update informasi dan juga dah mengakar, masalah ini sulit dihapus.

Ndoro Seten mengatakan...

Saya yang masih keturunan Nabi Adam kok nggak disebut sebagai Habieb yo?

citra mengatakan...

Dari dulu emang gw paling BT sama yg namanya habib-habib mas..., pernah sekali waktu gw ketemu sama org yg dianggap habib padahal kelakuannnya kaya bandot..weks mo muntah gw..

sofie mengatakan...

timur tengah- arab identik dengan pelaku kawin kontrak, pelaku trafiking dan hotel atau tempat hiburan di daerah senen, dan hey...mereka orang asing juga loo...*abis baca detik laskar gak jelas itu mencurigai aliansi kebangsaan menerima duit dari pihak asing sekian juta dolar..

escoret mengatakan...

pul,pie kbrmu..???
ora di angkut ke polda juga..???

sluman slumun slamet mengatakan...

arappatinggenah kali?
:D

Pinkina mengatakan...

aku mualessss mbahas ngenean /:)

eko mengatakan...

niatnya sih bener, mberantas kemaksiatan tapi caranya yg salah.

masih ada keturunan Nabi Muhammad, yg nantinya akan menjadi imam mahdi.

Fitra mengatakan...

Njelei tenan! Ono koncoku sing banggane setengah mati ono turunan habib, padahal yo gara2 mbahe diperkosa habib....hahahhaha

wheleh nyantri tah?

Moes Jum mengatakan...

Jangan percaya itu namanya "habib manis sepah dibuang!"

adib mengatakan...

fiuuhhh, seperti itukah cerita habib dibangsari?, kok memalukan yaa?

njepret mengatakan...

kancaku sing kakeknya katanya masih habib sehinga di area beliau dikenal sebagai habib baiknya luar biasa. disegani dimana-mana. ketika beliau meninggal, masya allah yang melayat hingga luber ke jalan. dan beliau seringnya ke masjid cuman pake sarung, peci, dan baju koko.

habib mengatakan...

jangan karena perbuatan sat orang yang tidak bertanggung jawab menyebabkan rusaknya nama para habaib seluruhnya. sebab seperti istilah terorisme yang dicap oleh orang barat terhadap seluruh orang islam, seolah-olah seluruh orang islam adalah teroris, padahal hanyalah perbuatan segelintir orang atau pun segelintir kelompok. masih banyak habi yang lain yang dari segi ahlak dan perilaku mencontoh nabi muhammad. apakah anda tidak tahu bahwa 7 dari 9 wali songo ,syekh abdul qodir jaelani, dan banyak lagi(bisa dicek kebenarannya) adalah habib atau keturunan dari nabi Muhammad saw. dan banyak pula daerah diindonesia dan diseluruh dunia yang menjadi islam dikarenakan dakwah mereka. memang mereka hanyalah cucu dari nabi Muhammad. pastilah pernah melakukan kesalahan, tetapi janganlah menghujat meraka secara keseluruhan , semoga nabi berkenan memberikan syafaatnya dihari kiamat nanta

Bangsari mengatakan...

@habib: pak habib, saya juga tidak mengatakan semua habib demikian. nyatanya banyak habib yang berbuat demikian. dan banyak orang yang takut mengkritisi hal tersebut karena berhadapan dengan "keturunan nabi". silahkan baca lebih cermat. terima kasih...

elfizonanwar mengatakan...

Kalau nasabnya 'habib' dari keturunan perempuan, sama dong dengan orang 'minang' ya garis keturunannya dari 'ibu'. orang minang keturunan nabi dong???

Anonim mengatakan...

habib???? hi ngeri.
Banyak monyet bertopeng arab sedang gentayangan menjadi germo, berkelakuan kaya babi.

Uh... sebel, ketika sekolah di Malang th 2001 aku mengenal orangg yang katanya habib, kata dia kakeknya di Ende adl wali, tapi nauzubillah kelakuan kawanku ini ni persis binatang, kalo dah pacaran bahkan sampai ke kasur.
oalah dia juga pernah ditangkap hansip di lingkungan kampus UNIBRAW gara-gara bermesraan dengan pacarnya yang bodoh dan dibodohi itu.

Jadi memang benar, orang2 yang mengaku habib itu sebenarnya bukan keturunan nabi, krn mana mungkin keturunan Nabi berprilaku seperti itu.

walah

Anonim mengatakan...

sabda Nabi saw : semua anak berketurunan pada ayahnya, kecuali anak Fatimah putri beliau saw), sungguh nasab
mereka adalah kepadaku"
maka bersambungnya nasab pada ibu adalah hanya kepada Fathimah Azzahra ra dan tidak pada wanita lainnya.
dan hal ini disepakati oleh Jumhur ulama

Anonim mengatakan...

Mengenai para habaib, kita tak usah heran, karena habaib itu bukan nabi, mereka ada yg Nasrani, ada yg Yahudi, bahkan ada yg hindu.

Ipoul Bangsari mengatakan...

@elfizonanwar: wah, ndak pernah dengar tuh. :D

@Anonymous 1: di daerah daerah yang secara pendidikan kurang tapi kultur kyai kuat, memang sering terjadi penyimpangan "habib" tersebut. Termasuk di kampung saya.

@Anonymous 2: saya rasa ulama pun banyak macamnya, termasuk ulama yang tak setuju.

@Anonymous 3: saya rasa tak perlu lah seektrim itu. ntar bisa digerudug lho...

hamid mengatakan...

pak,kalo sampeyan pernah di dholimi oleh orang2 yg mengaku habib terus digeneralisasi semua habib adalah orang gak bener,berarti sama saja dgn orang2 barat yg menuduh semua orang islam adalah teroris,dan sama saja dengan orang malaysia yg menuduh semua org indonesia adlah rampok.sama saja dengan orang saudi yg mengnanggap semua orang indonesia adalah babu,
jangan seperti itu,masih banyak habib yg merupakan orang2 baik,berilmu dan bermanfaat buat bangsa ini,kalo sampeyan menggenaralisasi sampeyan jadi ketahuan kurang wawasane,cumut,gak gaul,sepurane nggih.......

Ipoul Bangsari mengatakan...

@hamid: soal masih banyak habib yang baik, harusnya sih begitu. kan ndak masuk akal kalo semua jelak. tapi kalo mau lebih baik, menurut saya ya ndak perlu ada yang disebut golongan habib. "diciptakannya" kelompok habib saja sudah ndak sesuai semangat islam: kesempatan yang sama untuk semua. ndak ada kasta yang lebih mulia.

jangan lupa, kelompok habib itu diciptakan akibat pertentangan politik setelah nabi wafat.

jadi, kalo saya sih ndak setuju ada habib habiban.

soal saya ketahuan kurang wawasan ya ndak papa to. wong endonesa katanya banyak orang pinter saja ga maju maju kok, jadi kalo orang bodonya bertambah satu ya ga masalah to kang.

lagian kalo sampeyan punya wawasan yang lebih luas ya menulislah, buatlah sanggahan atas tulisan saya.

hamid mengatakan...

Mas,maksude sampeyan apa toh,bikin judul seperti ini selain ingin menggeneralisasi kalo habaib itu identik dengan kekerasan?,kan banyak habaib yg masya Allah kayak Hb.Quraisy Syihab,dan adiknya HB.Alwy Syihab sama adiknya lagi Hb.Umar Syihab ketua MUI,trus itu Hb.Muhammad Assegaf Pengacara kondang itu,Hb.Ali Al Atthas mantan Menlu,Hb.Ahmad AlHabsyi yg ngganteng dan suka dakwah di tivi itu,lah mereka itu kan contoh Habib2 yg luar biasa kalo menurut saya,apa sampeyan gak malu ketemu mereka2 itu kalo sampeyan ketauan bikin tulisan2 yg ngata2i golongane mereka.
kalo saya mas ketemu maling dan penipu atawa pemeras kayak gitu ya saya lapor pulisi,gak ngamuk2 dewe,isin mas...!
seandainya ya,dikampung saya ada maling ketangkep dan ternyata orang bangsari,deket rumahe sampeyan trus aku mbengok2 hey....wong Bangsari mualing kabbeeeeeh,sampeyan pasti gak trima to mas??He...he....

Ipoul Bangsari mengatakan...

@hamid: menurut saya, tak perlu menjadi habib untuk menjadi luar biasa pak hamid. orang orang yang anda sebut itu memang hebat, tapi mereka hebat bukan karena mereka membawa nama-nama habib mereka. mereka hebat ya karena mereka hebat.

habib itu bukan bagian dari identitas. bagi saya, kasta itu tak ada dalam islam. semua manusia hanya bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya.

nabi saja dalam al qur'an disebut manusia biasa yang diberi kelebihan diturunkan wahyu kepadanya. masa keturunannya diistimewakan sebegitu rupa?

jika anda keberatan dengan tulisan ini, ya silahkan tulis opini anda di tempat lain.

wallahu a'lam.

hamid mengatakan...

alhamdulillah mas,sampeyan sudah mengakui bahwa habaib itu ada(banyak) yang hebat2,yang aneh-aneh itu ya penipu,barangkali mereka itu habib saja bukan,dan berarti sampeyan sudah meralat omongane sampeyan sendiri

" selama ini ternyata mereka hanyalah sekumpulan penipu yang memanfaatkan kebodohan kami"

kalo gitu kulonuwun misi saya sudah berakhir,sampeyan kan sudah sadar,jangan lupa minta maaf sama mereka injih??monggo salamu alaikum..........

Ipoul Bangsari mengatakan...

@hamid: kalau anda cermat, tulisan itu merujuk pada habib-habib yang datang ke kampung saya (sayangnya bahasa indonesia memang kurang dalam hal beginian). bukan habib semuanya.

meskipun sebenarnya masih terlalu banyak habib yang berperilaku demikian. jangan lupa, menipu dengan membawa doktrin agama itu lebih gampang lho....

Lorraine mengatakan...

Saya sendiri dapat pengalaman begitu, saya nikah dengan salah satu habib karena ibadah, karena agama, karena Allah; saya muallaf 23 tahun, dan saya juga percaya ada keturunan anak cucu baginda Rasulullah, tapi mereka , termasuk suamiku yang melakukan begitu (seperti blog Mas), memalukan agama dan Rasul saw. Jadi, saya mendoakan supaya mereka, habib2 yang merasa diri mereka sok... akan di kasi hidayah sama Allah swt supaya menjalani perintah Islam dan Sunnah dengan sempoerna. Amiin. Kita nggk perlu takut kalau merasa diri kita bener dalam agama Islam , mau di doa jelek ( Allahu Allam... sebagai ummat Islam nggk boleh)atau bilang dilaknat, kwalat.... masa bodoh. Kita ikut perintah Al Quran dan sunnah. TOK!

Anonim mengatakan...

Semoga Allah mengampuni anda

Anonim mengatakan...

Asalamualaikum...Marilah kita nasehat-menasehati dalam kebaikan dan kebenaran, bukannya justru menimbulkan rasa benci dan mengajak pada permusuhan terhadap suatu golongan atau kaum. Alangkah baiknya kita melihat "kedalam diri kita" . Kalau anda orang yang memiliki "ilmu" maka alangkah baiknya tulisan anda berisi tentang keilmuan yang anda miliki. Wassalam

Bangsari mengatakan...

@anonim: terima kasih atas doa dan nasihatnya. semoga demikian pula semoga Allah mengampuni Anda.

saya rasa, menyampaikan keburukan tidaklah sama dengan menebarkan kebencian. suatu kesalahan tetaplah kesalahan meskipun dilakukan oleh orang yang suci.

terima kasih.

Anonim mengatakan...

nt perlu belajar lebih banyak ..nt pikir wali songo yang paling berjasa di Indo tu sape???

Bangsari mengatakan...

@anonim: jangan lupa, wali songo tidak melakukan pungli seperti itu bung.

jindan mengatakan...

ass, wahai saudara2ku. biar bagaimanapun kami turut meminta maaf sebagaimana anda sampaikan,ingat kita negara hukum, anda bisa melaporkan langsung ke kepolisian dan anda dan keluarga anda lebih terhormat dan keluarga para habaibpun dimana pun berada pasti sangat senang dan itu harus diberantas oknum habib seperti itu, tapi bila mana anda2 caranya seperti ini, semoga Allah mengampuni anda dan tidak melakna anda2 dan menurunkan bala, cara anda menyakitkan. sadar tidak sadar anda telah melakukan pencemaran nama baik keluarga besar para habaib, yang justru tidak akan pernah setuju apapun bentuk perilaku yang menyimpang. mohon belajarlah cari cara yang lebih santun, mohon sampaikan salam kami kepada orang tua anda dan tujuh keturunan anda. perbanyaklah istigfar, belajarlah dan cari tau siapa para habaib itu sebenarnya dan yang seperti apa para habaib itu. wassalam, salam JINDAN semarang

Bangsari mengatakan...

@Jindan: atas permintaan maafnya, meski entah mewakili siapapun mas Jindan, saya ucapkan terima kasih.

Pernyataan anda: "tapi bila mana anda2 caranya seperti ini, semoga Allah mengampuni anda dan tidak melakna anda2 dan menurunkan bala, cara anda menyakitkan", lebih saya anggap sebagai ancaman seolah-olah sampeyan punya koneksi lebih dekat Tuhan. Itu pula yang sering dijadikan tameng oleh mereka itu saat meminta uang pada kami. Maaf, saya tidak bisa menerima. Kalo Anda tersakiti, ketahuilah, lebih menyakitkan lagi bagi kami sebagai korban selama puluhan tahun. Seharusnya ya kelompok Anda itu yang lebih santun, bukan kami. Sungguh aneh jika korban yang harus santun.

Mengenai pelaporan ke polisi, ah, sampeyan ini kura-kura dalam perahu saja.

Saya tetap mengimani, ndak ada kasta dalam islam. Tidak ada orang yang lebih tinggi derajatnya karena faktor keturunan. Begitu pun sebaliknya, tak ada ya lebih buruk. Hanya saja yang saya sayangkan, masih ada sebagian kelompok orang yang memanipulasi ini.

Anonim mengatakan...

mas Bangsari, mungkin maksud anda baik, berbagi cerita (curhat) via Blog, memang tipis sih bedanya Curhat anda dengan meng-Ghibah....
Masyaallah...semoga sakit hati anda karena telah menjadi korban oknum tadi tidak makin diperparah karena tulisan2 anda ini,
Menulislah utk ilmu kebaikan, bukan seperti ini...yg secara ndak langsung makin membuat anda sakit karena saya yakin anda menulis dengan EMOSI,
Carilah ilmu lebih dalam dengan Bismillah...niscaya tak ada kebencian walau kau telah tersakiti...apalagi kepada kekasih Allah./

Anonim mengatakan...

Bangsari, memang dalam islam tak ada kasta...karena kasta itu manusia yg mendesain, moga bisa tercerahkan & jangan pakai emosi bang, tenangkan hati cerahkan pikiran...

surah al-Ahzab :33, "Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya."[1]

Anonim mengatakan...

Izinkan saya menengahi agar semua menjadi damai sejahtera. Saya bisa memahami bagaimana perasaan Bangsari atas kejadian-kejadian masa lalu itu. Memang membicarakan suatu keburukan bukan berarti menyebar kebencian, tapi dapat menimbulkan kebencian bagi sebagian pendengar bila diungkapkan dengan rasa penuh kebencian. Nah atas nama Sdr Bangsari saya mohon maaf pada Sdr-sdr yg merasa tersinggung atas postingan tentang habib ini. Dan kepada yang menganggap dirinya habib tonjolkanlah watak muhammad bin abdullah yang santun dan memiliki perilaku yang sangat terpuji, janganlah anda nodai darah biru anda ( jika anda memang memiliki)dengan perbuatan yang bertentangan dengan perilaku beliau.

Bangsari mengatakan...

@anonim 1: Terima kasih masukannya. kalau menulis dengan emosi, saya akui iya. Tapi saya menulis fakta, bukan isapan jempol. Dan lebaran kemarin saya masih menerima cerita yang sama dari adik kandung saya sendiri.

@anomin 2: Kebenaran seringkali pahit bung. Bukan begitu maksud dari: "qulli haq walau kana muran".

Soal ayat yang anda kutip, saya jadi ingat sayyidina radiyallahu anhu pernah berkata:,"Al Quran itu tidak bicara, manusia lah yang berbicara atas nama Al Quran" (au kama qala)

@anonim 3: Saya mengerti maksud Anda baik. Tapi megnatas namakan saya, saya kira itu berlebihan. Saya tidak memandatkan apa pun. Terima kasih.

Medaka mengatakan...

Memang sulit untuk tidak membangga-banggakan nenek moyang (walaupun diperdebatkan kesahihannya). Jelas Islam tidak membedakan manusia berdasarkan keturunan/kasta. Contoh kuat adalah putra Nabi Nuh yang kafir dan mati tenggelam di hadapan Nabi Nuh sendiri. Bayangkan anak kandung Nabi saja bisa kafir, apalagi "keturunan" dalam tanda kutip ini. Paman Rasulullah sendiri Abu Thalib juga meninggal dalam keadaan kafir dan Rasulullah tidak bisa mendoakan keselamatannya. Kalau kemudian kita menista keturunan Abu Thalib karena berasal dari orang yang tidak mau menuruti nasihat Rasulullah, pastilah keadaan akan semakin kacau.
Wallahualam bissawab.

Bangsari mengatakan...

@medaka: terima kasih atas tambahan informasinya...

Anonim mengatakan...

Salam kenal mas, nama saya Bayu.

Saya salah seorang penikmat blog anda. Saya punya pengalaman baik juga buruk terhadap orang yang bener2 habib ataupun yang mengaku2 habib.

Saya mencoba berbuat sedang2/jalan tengah. Saya menghormati kalangan Habaib, saya cium tangan mereka tapi hanya yang kalangan ulama saja. Kalangan orang biasa, saya salamin biasa saja.

Sepengetahuan saya ada kalangan wali dari kalangan Habaib yang mengatakan kalau orang dari Habaib berbuat jahat maka dosanya berlipat dua dari kebanyakan orang lain.Karena nasab itu tanggung jawab bukan kebanggaan. Allah itu Adil.

Mereka juga seperti manusia biasa. Ada yang soleh, baik, ulama nah golongan ini yang saya hormati sebagaimana saya menghormati ulama lain. Kalau ada yang salah atau keterlaluan, saya juga akan menegur mereka.

Anonim mengatakan...

Ass, Mas Bangsari sebaiknya untuk ke depan bila ada oknum habib seperti itu jangan diterima laporkan saja ke polisi. Karena oknum habib tersebut telah mencemarkan nama baik habib-habib yang berbuat baik dan mulia. Dan juga sebaiknya masyarakat diberi pemahaman bagaimana cara memperlakukan habib yang berbuat baik sebagaimana contoh Rasulullah dan bagaimana oknum habib yang berbuat kotor.

hareez mengatakan...

Mas, mari belajar berhati-hati. Banyak kejadian orang mengaku-aku. Jadikan itu catatan untuk lebih berhati-hati. Namun jangan sampai karena satu dua atau seribu kejadian menjadikan istilah 'habib' atau 'keturunan Nabi SAW' kemudian menjadi bulan-bulanan seperti ini. Saya pikir tidak fair. Toh mereka yang dianugerahi 'jama'ah' banyak tidak mengganggu mas. Saya hanya ingin kedamaian dan kebaikan bagi sesama. Berkata-katalah yang baik dengan cara yang baik, bila tidak dapat, maka akan lebih baik berdiam diri.

raden ngalam mengatakan...

seperti wanita yg saya kenal dia mantan istri seorang kabeb dinikahi sirih bangga dengan anak2 hasil hubungan intim mereka menjadi seoorang kabeb tpi skarang ditinggalkan ma kabeb itu, dan yg aneh stiap orang yangkaya harta dianggap sodara yg mesken tidak gua ampe bingung apa ketempelan setan kabeb apa ya.

agus stiawan mengatakan...

timur tengah- arab identik dengan pelaku kawin kontrak, pelaku trafiking dan hotel atau tempat hiburan di daerah senen, 100% paling banyak kawin sirih oleh habib-habib yg tidak bertanggung jawab,knpa saya katakan demikian tau sendiri hukumnya kawin sirih subhanallah

agus stiawan mengatakan...

timur tengah- arab identik dengan pelaku kawin kontrak, pelaku trafiking dan hotel atau tempat hiburan di daerah senen, 100% paling banyak kawin sirih oleh habib-habib yg tidak bertanggung jawab,knpa saya katakan demikian tau sendiri hukumnya kawin sirih subhanallah

agus stiawan mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
agus stiawan mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
uswatun khasanah mengatakan...

apasih arti nama sebuah HABIB, sama aja mendewakan orang... kalau memang alasan habib dari turunan N.Muhammad dalam sejarah dan alquran sdh jelas bahwa turunan N.Muhammad itu HASAN & HUSEIN Wafat oleh orang2 yahudi.
Habib yg saya kenal siraja kawin

uswatun khasanah mengatakan...

saya setuju dengan komentar anda agus setiawn

agus stiawan mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
anisa anis mengatakan...

hahaha... habib ntu tdk ada asli dan palsu, habib itu nama karangan manusia dikit2 dipanggil habib, nama habib aja di perdebatkan dasar ondel-ondel yahudi, yg saya tahu Habib ntu tukang kawin.

anisa anis mengatakan...

kalau nama habib ini habib segaf - maka dia pernah dulu mengajar di singapore di insti tusi sekolah tinggi dimana waktu itu dia menikahi banyak anak sekolah waktu itu .. saudara saya aja hampir ikut ikutan... alhamdulillah diselamatkan oleh allah.. makin parah aja yg gelar habib habib ..eyang eyang ,,,dimana rata rata ilmu dukun semua ...payah ..

aLLie basyaeban mengatakan...

Yg benci habaib kulluhum finnar(neraka) tempat'y

Anonim mengatakan...

keturunan nabi muhammad memang masih ada, diantaranya para habib tersebut. namum mereka tetaplah manusia biasa, sebagian mereka ada yg baik dan ada yg jahat, layaknya manusia biasa. namum yg perlu diluruskan adalah pemikiran para keturunan habib ini. mereka merasa diri mereka lebih tinggi dari bangsa lain, praktek ini sama dengan praktek yahudi, mereka para habib ini menolak kafaah (kesetaraan) secara mentah2. padahal sesungguhnya kalau para habib ini mau merenung, tidak layak mereka memiliki kelakuan seperti itu, beban berat ada dipundak mereka, beban untuk menjaga nama baik nabi. kepada para habaib, tolonglah teladani rasul, beliau orang yang paling baik ahlaknya, orang yang paling zuhud. kalau kalian tidak mampu seperti rasul, minimal jaga nama baik beliau dengan perilaku yang baik terhadap umat. maaf apabila terbersit kebencian dalam hati saya, sholawat dan salam untukmu ya rasulullah..

yopi mengatakan...

Betul sekali apa yg dikatakan mas penulis blog. Di rumah saya sering didatangi orang yg mengaku dia habib. Dan mereka pasti minta uang. Diberi sedikit tidak terima. Caranya persis seperti yg diceritakan. Sang habib mendoakan, memuji, nyumpah2in saya. Katanya sudah kenal dg ayah saya sudah 20 tahun. Padahal saya tau, ayah tdk pernah punya teman habib. Berarti dia sang habib jelas berbohong kpd saya. Yg paling saya tidak suka adalah, mereka bertamu ke rumah dan meminta uang. Memuji dg berlebihan. Kalau dikasih uang sedikit memaksa minta banyak. Gmn itu? Org yg komen di atas, apakah sudah cukup jelas? Ini habib yg mana ini? Asli apa palsu? Jika asli knp demikian?

aLLie basyaeban mengatakan...

Ada' y habib meminta ini secara maksa sebenar'y sedang menguji umat nabi muhammad S.A.W dia lebih cinta harta'y atau lebih cinta kepada keturunan nabi Muhammad jdi yg perlu di ingat oleh semua orang jangan sekali kali membenci habib bisa jadi sedang habib itu sedang menguji Keimanan kita sebagai umat nabi muhammad lebih cinta harta atsu keturunan nabi muhammad

aLLie basyaeban mengatakan...

Istighfar non sayyidina hasan dan husein wafat oleh yahudi itu memperjuangkan untuk agama islam klo masalah tukang kawin bukan habib saja dri kalangan orang biasa juga banyak yg seperti itu

Marto Welut mengatakan...

Basyaeban apa pangkatmu bisa memasukkan orang ke neraka ? - apa kamu terganggu krn penipu yg pakai nama habib itu kamu sendiri atau teman kamu ?

Marto Welut mengatakan...

Gimana tahunya kalau orang yg datang minta itu habib beneran atau habib tipuan ?, Apa kita hrs percaya begitu saja kalau ada orang berwajah Arab datang kerumah minta uang ? - kalau ngasih pantesnya se-ikhlasnya yg ngasih bukan semaunya yg minta. Tdk ada ceritanya nabi Muhammad meminta uang ke umatnya. Makin dipikir makin njangkepin ada orang nggak jelas minta uang pakai bawa nama Nabi.

Marto Welut mengatakan...

Gimana tahunya kalau orang yg datang minta itu habib beneran atau habib tipuan ?, Apa kita hrs percaya begitu saja kalau ada orang berwajah Arab datang kerumah minta uang ? - kalau ngasih pantesnya se-ikhlasnya yg ngasih bukan semaunya yg minta. Tdk ada ceritanya nabi Muhammad meminta uang ke umatnya. Makin dipikir makin njangkepin ada orang nggak jelas minta uang pakai bawa nama Nabi.

Marto Welut mengatakan...

Basyaeban apa pangkatmu bisa memasukkan orang ke neraka ? - apa kamu terganggu krn penipu yg pakai nama habib itu kamu sendiri atau teman kamu ?

Fakhrie zhafran mengatakan...

nabi muhamad aja ngga mau sedikitpun berbuat dosa, ko yang ngaku keturunanya , pada se,enaknya saja bikin dosa,coba di fikir,,,