05 Mei 2008

NII: Negara yang dijanjikan itu?

"kenapa sih kerja kalian semua ngata-ngatain aja, lihat dulu tuh negara kalian, kalian mestinya baca lebih banyak buku biar paham soal Islam yang sebenarnya, soal infaq, dari zaman rasul juga udah diterapin, kalian nya aja yang ngga tau dan ngga mau tau, saya yakin kalian ini orang-orang yang ngaku tuhannya Allah, tetapi ketika di ajak berqur'an langsung memperlihatkan kuduk kalian, sombong....udah banyak yang saya saksikan, orang-orng yang saya ajak pada hancur hidupnya karena kesombongannya. tapi lihatlah nanti, orang yang tak pernah belajar, lihatlah, nanti! suatu saat kamu akan menjilat ludah sendiri, makanya banyak-banyak baca dan bandingkan buku-buku tafsir yang ada, jangan asal ngemeng.dosa!"

Demikian salah satu komentar dalam tulisan terdahulu. Pengirimnya menggunakan identitas deepestheart. Blog itu tak bisa dibuka dan menyisakan sebuah pesan: "Blog ini melanggar Syarat Layanan Blogger dan hanya terbuka bagi pengarangnya saja".

Keadaan negara Indonesia yang carut marut ini sering kali dijadikan promosi gratis bagi gerakan Negara Islam Indonesia (NII). Menggunakan logika: karena menjadi warga negara Indonesia hanya kacau yang didapat, pastilah dengan menjadi warga negara Islam semuanya akan lebih baik. Selanjutnya disertai dalil-dalil: "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Q.2:208)"

"Tuh, kan. Apa saya bilang? Cuma negara islam yang bisa mengatasi keadaan ini. Coba kalo dari dulu, pasti hal beginian tak akan sampai terjadi. Masuklah ke dalam tanah yang dijanjikan Allah", kata Abi saat mentilawahi saya dulu. Juga disertai tekanan: "jika tak hijrah ke negara islam (masuk NII), berarti kamu kafir. Dan pada masanya negara itu berdiri, darahmu menjadi halal bagi kami". Cara pendekatan seperti ini seringkali terbukti ampuh dalam merekrut anggota baru.

Berbeda dengan aliran islam lain yang hidup di Indonesia, gerakan ini sulit terdeteksi. Oleh karenanya, meski terus eksis dan berkembang, resistensi terhadap kelompok ini jarang benar-benar kuat. Sebagian kalangan malah menganggap NII adalah proyeknya aparat kita sendiri guna melemahkan gerakan kelompok islam radikal. Pada sebagian kasus, tempat tilawah yang dekat dengan aparat sering dijadikan argumen yang menguatkan dugaan itu. Tempat saya mendapat tilawah dulu juga cuma berjarak tak lebih dari 50 meter dari sebuah markas korps berseragam. Seperti sebuah pepatah lama, “Jika ingin membunuh kuda, gunakanlah kuda!"

Tak bisa dipungkiri, gerakan ini masih hidup dan terus mencari pengikutnya di tengah-tengah masyarakat kita. Bahkan sampai ke negara tetangga. Seorang mantan penggiat pernah memperkirakan, tak kurang dari 200 ribu pengikut yang tersebar di berbagai kota di Indonesia masih aktif hingga saat ini. Kang Bahtiar punya pengalaman yang jauh lebih banyak mengenai hal ini.

25 komentar:

kw mengatakan...

gerakan apapun yang mengusung kebencian kepada pihak lain akan segera habis. basi banget dan tak funkeh!

pluralisme sekarang mah.

nothing mengatakan...

setubuh dengan mas kw

jari jari ampuh mengatakan...

Memang ada yang benar benar Negara Islam di dunia sekarang ini ? Arab ?bukan..karena memang semuanya sudah Islam..
Ah..NII issue nggak jaman, mendingan issue yang up to date, kemiskinan, korupsi, ketidakadilan...

Evi mengatakan...

ih...kok menakutkan sekali kata-katanya.

mikowlagi mengatakan...

nii kok kyk MLM ya? mencari pengikut dan terima setoran

Hedi mengatakan...

asal konsisten (terhadap jargon NII) sih ga masalah. lha ini, contoh kecil, kain baju dari cina, apa2 made in luar negeri...pokoknya apapun yang membawa nama agama supaya jadi seragam, nyaris ga ada bedanya dengan fasis.

ebeSS mengatakan...

Sudah saatnya aku mengapresiasi pikiran dan usahamu . . .
. . . merdeka . . pul! . . . :P

elly.s mengatakan...

Allah maha tahu...!!

Ajay mengatakan...

Yah emang sudah sa'at nya kite pada sadar, islam sudah ter ancam iya kan pak de.?

eko mengatakan...

NII? msh ada ya?

Parta mengatakan...

netral aja mas..., takut salah komentar :)

amethys mengatakan...

ngerii yah, klo sudah menghalalkan darah gituuuu....
padahal agama itu kan tuntunan hidup supaya semua ayem tentrem...koq malah mbikin permusuhan gitu ya???

wku mengatakan...

berarti jika ingin bunuh sapi gunakanlah sapi ya? kalo pitik..?? *dadi kelingan...*

sluman slumun slamet mengatakan...

NKRI harga mati,
serdadu mode ON

thuns mengatakan...

Hemm... hidup BHI waelah mas :P
kiblate neng air mancure BHI yo ;))
nek ngubengi ping 7 jenenge tawaf yo :P
trus sa'i-ne bolak-balik HI-Sarinah ping pitu yo kang!
*halah... tambah ngaco ki*

Ndoro Seten mengatakan...

sido nggawe cabang bangsari to?

Fitra mengatakan...

Pernah juga di approach sama temen deket untuk jadi downline nya di organisasi ini....pertama2 konsepnya terlihat bagus dan benar....begitu masuk ke bagian masalah infak dan zakat....mulai aneh.....sampe susah banget menghindar dari mereka, orang2 mereka ini kalo approach gigih2 semua...pegawai asuransi kalah deh pokoknya, sampe akhirnya aku tolak dengan kasar juga....

bahtiar mengatakan...

Kemaren saat pulang dari Solo ke Jakarta di kereta sebangku dengan orang asal Indramayu, ibu kota negara yang dijanjikan itu

Rumahnya hanya lima kilo dari ma'had yang megah itu.

Kata dia :
1. Orang2 ma'had itu ga mau bergaul dengan masyarakat sekitar.
2. Santri2 yang sekolah disitu, terutama yang anak2 dari alim ulama, setelah pulang kampung jadi berseberangan dengan orangtuanya.
3. Pegawai2 ma'had yang dulunya direkrut dari program NII pada melarikan diri dan jadi buruh di sekitar Indramayu. Malu mau pulang kampung, karena mereka dulu melarikan diri dari rumah karena dijanjikan "surga-surga Negara Islam" ternyata ... "hidupnya dikuras habis!"

Pacul Cicipilah mengatakan...

weh....ada negara Islam to? nembe ngerti..

abasyah mengatakan...

Menelusuri jejak islam di Nusantara, ulasan mengenai sejarah pergerakan islam era 1900-20.., dan mengupas perjalanan politik Islam di Indonesia

http://abasyah.blogspot.com
http://www.abasyah.co.cc
http://mengapa-negara-islam.blogspot.com/
http://pasang-surut-islam-indonesia.blogspot.com/
http://partai-politik-islam.blogspot.com/
http://intel-islam-radikal.blogspot.com

Anonim mengatakan...

a

Anonim mengatakan...

menurut saya NII itu benar2 N yang Hak.memang banyak agama yang menyimpang mengatasnamakan NII.jadi jangan mengatakan sesuatu tanpa da pengetahuannya.kita di kasih akal, hati, pendengaran to melihat mana yang Hak dan Bathil. manusia itu takut sama hukum islam yaitu al-Quran makanya manusia itu lebih memilih menjelek2kan NII,ma'had agar NII itu tidak muncul.tapi islam itu akan bangkit karna izin allah,sebelum mengatakan sesuatu dilihat dulu kebenarannya. omongan manusia itu sangat tajam, belum tentu apa yang dikatakan mereka itu benar. menurut kita mereka itu benar belum tentu dimata allah mereka itu benar. jadi mereka lebih percaya manusia atau allah.!

Ipoul Bangsari mengatakan...

@anonim: jika saudara menganggap itu hak dan benar, ya silahkan saja. toh percaya sama allah melalui guru/atasan (dalam gerakan) itu multi tafsir lho...

Ipoul Bangsari mengatakan...

@anonim: jika saudara menganggap itu hak dan benar, ya silahkan saja. toh percaya sama allah melalui guru/atasan (dalam gerakan) itu multi tafsir lho....

bahtiar mengatakan...

Hadiri Acara Pemulihan Korban Doktrin Ajaran NKA NII KW9 Panji Gumilang Alumni Santriwan-Santriwati Muwadhaf Mudarris Ustadz-Ustadzah Eksponen Mahad Zaytun Indramayu Jawa Barat pd Temu Blogger Nasional Sabtu 30 Oktober 2010 jam 10.00 WIB di Gedung Epycentrum Rasuna Said Jakarta Pusat. Agenda Pemulihan Jasmani Rohani & menyebarluaskan informasi penyelewengannya di berbagai media agar masyarakat hati-hati, kritis, waspada, tidak terjebak & tertipu. Kegiatan ini gratis, tidak pakai daftar, tidak pakai bayar, langsung datang di lokasi. Info lebih lengkap klik http://niikw9.wordpress.com atau sms 08132 8484 289

¤