09 April 2008

Murah kok mau bagus

Dua hari ini telepon selular saya mengalami gangguan. Maksud saya, memang dari providernya sana yang bermasalah. Sinyal penuh tapi tak bisa digunakan untuk menelepon maupun ditelpon. Begitulah resiko layanan hemat, harap diterima kalau cuma seadanya. Murah gitu loh...

Mengeluh? Nehi lah yaw.

Sebelum datangnya era komunikasi bergerak, toh hidup saya baik-baik saja. Telpon tidak, pager tidak, kebutuhan online (email, chatting dan blog) pun tidak. Mau ketemu orang ya harus menyambangi ke tempatnya. Perkara setelah sampai di tempar ngga ketemu orang yang kita tuju, itu soal lain. Mau berkomunikasi dengan keluarga (karena saya merantau sejak lulus sekolah menengah) ya harus dengan surat. Pesannya pun cukup singkat saja: "Putro waras, arto telas" (Ananda sehat, uang habis).

Itulah kelebihan dunia yang tak mengglobal. Adanya ketidak-pastian. Bukankah ini juga sekaligus berguna untuk melatih orang bersikap lebih taktis dan strategis plus sabar? *halah*. Intinya, tanpa ponsel hidup ini tak masalah.

Begitu juga saat mati lampu (mungkin lebih tepat mati listrik). Sampai dengan tahun 2000 saat dimana kampung kami belum juga berpenerangan listrik, orang-orang justru lebih banyak saling ngendong (bertamu) dan ngumpul. Setelah masuknya listrik, orang-orang kemudian dilanda tren baru. Sepertinya semua orang tersihir oleh kotak ajaib bernama televisi. Maka muncullah ritual baru, menthelengi (nonton) tivi. Setiap waktu, setiap saat. Apa lacur, kebutuhan untuk srawung (bersosialisasi) pun menjadi jauh berkurang. Otak orang Indonesia pun mengalami cekokan baru, iming-iming menjadi artis, kaya, tampil bergaya dan terkenal.

Ya, saya merindukan saat itu. Tanpa HP dan listrik. Benar-benar membebaskan.

Eh, maap... HP saya dah bunyi lagi nih...
Type rest of the post here

33 komentar:

mikow mengatakan...

Nggak ada HP, TV dan listrik tapi kalau duitmu meteran ya ga masalah pul..

Hedi mengatakan...

Nggak ada masalah, karena duitmu udah banyak...soalnya orang lain cari kamu, bukan sebaliknya :D

aprikot mengatakan...

putro waras, arto telas

huh anak macam apa ini, kirim kabar kok mung soal duit.

lho jare dunia berubah mas? moso arep peteng2an dan sunyi senyap terus.

nek ga ono listrik, aku kerjo opo mas?? pabrik listriku tutup no yo? malah kapiran :D

pitik mengatakan...

kalo ga ada hiburan,misalnya tipi, anaknya bisa banyak katanya..soale ga ada hiburan lain selain mbikin anak..

Mbilung mengatakan...

pul, awakmu missed call 4 kali ke hp ku, ono opo? pulsa habis lagi?

Mbilung mengatakan...

@pitik: begitulah kata pitik, anak ke 9 dari 15 bersaudara.

kw mengatakan...

setuju, tak apa apa juga tak ada listrik, koneksi internet kalau hanya kadang-kadang.

kalau terus menerus, ya ini namanya melanggar "sunatullah" haha...

Bangsari mengatakan...

@mikow & hedi: meteran dan ga jaman, saiki ukurane gudang. hahaha

@aprikot: peteng-peteng golek jangkrik opo berburu gemak kan yo iso. yen pabrik tutup ya bikin pabrik sendiri. hehehe

@pitik: atau membantu bikin anaknya orang lain. gitu?

@mbilung: anu, mung arep omong sampeyan kon angkat jemurane. selak udan deres.

Bangsari mengatakan...

@kw: sunat juga ga perlu listrik mas

Guhn mengatakan...

See Please Here

nothing mengatakan...

aku kok malah pengen tuku hp neh yo..sing cangih, sing iso buat moto, buat chating dan buat nonton video 3gp..walah, menungso cen pengene aneh lan akeh...

Evi mengatakan...

bener mas mikow, ga punya apa-apa ga masalah. seng penting saiki mainannya save deposit box hahaha..... :P

kemarin wes ketahuan, ayo ngaku!

Bangsari mengatakan...

@nothing: aku njaluk cak...

@evi: hayo, konangan juragan jebule.

kenny mengatakan...

tms gak ikutan kebakaran brengos ya youtube diblokir?? gud...gud...
(emang duwe brengos po? :D )

ebeSS mengatakan...

putro waras, arto telas . . .

he3 . . . omonganmu pantura tenan, persis gita . . .
di solo jogja ini aku, arek ngalam, kesulitan ngomong "waras", mereka sering nanggapi "ndisik edan?"
lha klo 'waras' lawan katanya 'edan',
trus 'lara' lawan katanya apa ya . . :P

Bangsari mengatakan...

@kenny: biar internet ditutup sekalipun, hidup ini baik-baik saja kok bune. betul? :D

@ebess: jangan salah bes, saya sebagai orang jawa tengah juga mengalami kesulitan dengan omongan jawa timuran "wis mari" untuk menyebut "wis rampung".
lha emangnya "mriang opo?"

sluman slumun slamet mengatakan...

gak bisa bayangin gimana ya?.......

mei mengatakan...

dadi kelingan urip nang kampung seng adem ayem. semuanya sarwo srawung siji lan sijine...ayo mas bali kampung wae =)

omith mengatakan...

jade inget kemarin,

"dah ujan.. jalan becek.. nae kreta ekonomi uyel uyelan.. lampu mati..ga bawa payung..lampu kilatan dari langit menyambar nyambar elok.."

eh sampe kos dah disiapin makanan
KEPITING TELORRRs.. wah yumi..
*sumpah ga nymbung*

Pacul Cicipilah mengatakan...

HP ku modar wis rong wulan, urung kuat tuku gantine.......tapi kok dadi nyaman temenan tak rarak2na urip tanpa HP.....tentram dan damai..

mbakDos mengatakan...

lha trus nek ora ono tilpun, dadi tambah seret tho ya jodomu?!

yoyo kesambet mengatakan...

Tanpa Listrik ? Wah...bisa2 aku ndak makan...lha wong dapurku pake komputer je...hehehe.
Kecuali Paman Tyo sama Ndorokakung yang duitnya ndak meteran lagi....tapi sudah "glondongan"...yang ndak masalah hidup tanpa listrik....hahaha

Dyden Rinda mengatakan...

Sebelumnya salam kenal dari saya. Terkait postingan di atas, memang menyedihkan..sinetron telah menyihir keluarga2 kita hingga jadi social disorder..hiks

eko mengatakan...

putro waras, arto telas :-)
ingat jaman sekolah dl..
mudik kalo duit sdh mulai menipis..

Ya ALlah, ampuni dosa kedua orang tua saya, rahmati mereka sebagaimana mereka mengasihi sy ketika kecil sampai skrg

Angsa Kecil mengatakan...

Biasa petengan nyangking obor klari ikih mbok, Lik..?

elly.s mengatakan...

he..he..he..
bener juga ya mas...
sekarang apa2 sudah kebablasan....

duduk sebelahan sama seseorang dipesawat berjam2 cuma sedieman ...sibuk ma lappynya...

unai mengatakan...

gak ada HP masih ok, tapi gak ada listrik? duh bisa sesek napas, petengan terus :)

Kagahn mengatakan...

See Please Here

cewekndeso mengatakan...

iya ya siki daerah pelosok wis ana listrik kabeh tp nek rika kepengin kembali ke jaman dolo itu tanpa hp tanpa listrik bisa baen kang... bali meng bangsari prentah bapak karo bu lan sekeluarga matikan listrik 2 hari dua mlm hp telp smua matikan nyalakna dian mbok dadi heheeee just tips aja kang di trima sukur

Juminten mengatakan...

hahaha... iya, bener!
jaringan HP skrg ini sering bgt bermasalah.
akibat perang2an tarif kayaknya. :P

hmmm... kalo dulu sih ga masalah hidup tanpa HP, komputer, dsb.
tp sekarang rasa2nya susaaaaahhhh...!

Vendy mengatakan...

kalau bebas nyamuk, amboi kali :D

bahtiar mengatakan...

"Putro waras, arto telas"
ha ha ha ... cah edan :)

nukman luthfie mengatakan...

Putro waras, arto telas. Kulo piyambak dados mboten waras :))