13 Februari 2008

Menipu orang jakarta

Keterlambatan gaji bulan kemarin ternyata jauh di luar kebiasaan. Saya baru menerimanya pada tanggal 6 ini atau terlambat 12 hari dari seharusnya. Tunai. Ini merupakan rekor terlama yang pernah saya alami.

Berkaca pada kejadian itu, gaji tersebut langsung saya gunakan guna membuka rekening baru pada bank yang sama dengan banknya pabrik. Kali ini, saya hendak meminta penulisan nama di rekening saya yang baru nanti harus benar-benar tepat. Cilakanya, KTP jakarta saya memang salah cetak dari sononya. Untuk itu saya mencoba bernegosiasi dengan mba-mba customer service mengenai hal ini. Dengan alasan, toh alat bukti yang disimpan oleh bank dalam pembukaan rekening itu cuma fotokopi hitam putih, KTP jakarta itu saya edit sedikit dengan bantuan olah grafis dan kemudian saya cetak. Dengan terus terang demikian saya sampaikan pada si mbanya itu. Ternyata, saya ditolak mentah-mentah! Saya ajukan KTP kampung, juga di tolak. Saya pulang tanpa hasil. Gaji itu kemudian saya setorkan manual ke rekening bank lama, dengan resiko sedikit ribet. Duh!
Bagaimanapun saya tak ingin perkara itu terulang lagi. Sudah terlalu sering saya mengalaminya dan sungguh menjengkelkan. Bagaimana ini?

Aha! Saya menemukan akal. Saya pun mencobanya tadi siang. Menggunakan busana terbaik yang saya miliki: sepatu kantoran, celana panjang kain berwarna gelap, baju lengan panjang ber-cufflink (mancet), berdasi, rambut rapi dan tak lupa sedikit wangi (hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya di luar pabrik). Saya menuju ke bank untuk yang kedua kalinya.

Hasilnya sungguh ajaib. Seorang satpamwan penjaga pintu langsung menyambut saya dengan ramah di pintu masuk, mengambilkan nomor antrian dan langsung mengantar ke mba-mba petugas. Sambutan yang diberikan si mba kali ini jauh berbeda dari sebelumnya. Berikut petikan dialog antara saya (S) dan Mba petugas customer service (M).
M: Selamat siang pak. Ada yang bisa saya bantu?
S: Begini. Saya hendak membuka rekening baru disini, namun saya punya sedikit masalah. Nama yang tertera pada KTP jakarta saya salah ketik.
M: Oh, coba saya lihat sebentar. Maaf, kalau boleh tahu, rekening rupiah atau dollar?
S: Rupiah saja. Tapi uang yang saya bawa dalam bentuk dollar (sisa dari temasek kemarin). Bagimana?
M: Oh, boleh. Silahkan bapak duduk disini, biar saya yang urus semuanya.
S: Bagaimana dengan nama di KTP saya yang salah?
M: Oh, bapak boleh menggunakan ID mana saja yang sesuai yang bapak inginkan. Nanti bapak juga boleh cek semisal saja belum sesuai yang bapak inginkan...

Yes! Saya berhasil.

Pesan moral dari cerita ini: berpakaianlah yang rapi, orang akan menghargaimu lebih dari seharusnya. Orang jakarta memang gampang tertipu penampilan...

26 komentar:

clingak clinguk mengatakan...

^_^







*pertamax*

kw mengatakan...

hi hi hi inilah jakarta bung! isinya nyaris manusia manusia "katro" tempo dulu semua. basi abis!
piss

yuswae mengatakan...

jadi, untuk menipu orang Jakarta itu harus pake dasi dan sepatu licin terang benderang,toh?
-
Lah nek aku gawe dasi tapi tetep numpak jaran wesi butut, yo tetep ae dibentak satpam,mas. :D

bahtiar mengatakan...

jakarta pancen jancuk !

-=«GoenRock®»=- mengatakan...

Weeh, pake KTP kampung juga ditolak? Lha kok kebangetan kuwi. Saya soalnya bikin rekening disini pake KTP kampung tetep bisa kok, tapi harus bawa surat keterangan dari kantor. Skrinsyut mbak-mbake endhi kuwi?

Luthfi Ganteng mengatakan...

uhuyyyyy
skrinsut2

Luthfi Ganteng mengatakan...

url-ku urung kethok
*ngulang komen*

nothing mengatakan...

sing penting seh gajian mas, [meski telat]
trus, bank asyu sing ga gelem nrimo wong sing macak kere kuwi merek e opo???

didut mengatakan...

ya begitulah jakarta...kejam terhadap orang kecil..enakan jg tinggal di kampung
asal bisa online hihihi~

ojat mengatakan...

punya duit apa kaga, yang penting penampilan nomer 1..jakarta gitu loh :D hehe

Anang mengatakan...

Lapor! penampilan saya sudah rapi belum?

iway mengatakan...

ah buat anda yang berduit meteran penampilan rapi ato tidak kan sama ajah :D

mei mengatakan...

ajining diri soko lathi, ajining rogo soko busono...khan wes d ajari juga mas pas sekolah*halah

Pinkina mengatakan...

= statuse mas bah :D
ternyata mbak2 itu lebih suka smpyn berpakaian rapi yha...
padahal lho masiyo smpyn macak kere tetep ae duwit'e meteran, bener kan ???

mikow mengatakan...

bikin ktp baru aja pul, ta pinjemin seragam karo ID cardnya :)

evi mengatakan...

lah, gimana dgn nasibku yg tidak punya KTP njakarta, ga pernah dandan rapi kalo mo buka rekening di bank....?

kayaknya harus ngajak mas Ipul nih... :P

Hedi mengatakan...

ah CS-e ngesir kowe iku...jo percoyo karo tipu2 mbake hahahaha

pitik mengatakan...

resiko duite karungan ya begitu pul..

iman brotoseno mengatakan...

aku pernah ngalamin kok pul...sama temenku ke Bank, minta kredit rumah..terus terang ditolak karena dandanan,..orang film gondrong, pakai celana kargo 3/4..
( padahal temenku pulangnya naik mobil jaguar lho..bonus dari produsernya karena film layar lebarnya meledak ).
Jadi sepertinya penampilan sangat berpengaruh

escoret mengatakan...

kalo cewe jakarta pie pul..??

di tunggu ulasannya...

..
.
.

.
.
.

.
.
.
.

...

.




*ditunggu*

matahati mengatakan...

Uedaaan....bangsari mangsetan! Ati-ati Pul, bar kuwi ditawari kartu kredit platinum. Kuakakakkkkaaaa

eko mengatakan...

untung kamu bilang bawa dollar, coba kalo gak...bakalan di tolak lagi :D

Totok Sugianto mengatakan...

aku kok ora duwe manset ya pul.. mengko nyilih wekmu yo yen aku menyang bank :D

koeaing! mengatakan...

...ana rega ana roepa boeng !

leksa mengatakan...

hee..
aku baru ngurus ATM neng jogja , bank pusat,.. mbak e muanis poll, ga kalah ama di jkt,..

Ga ada KTP jogja, KTP daerah asal juga matek 2 tahun lalu,..
hanya dengan senyum dan obrolan semua lancar...

padahal dah gondrong, kaos oblong item lecek, make SANDAL jepit lagi..

Wes, cinta jogja akuh...

Anonim mengatakan...

jakarta gateli jancuk tenan !!
piss :p