27 Februari 2008

Komentar

Komentar atau biasa di sebut komen, adalah hal yang hampir wajib dalam khasanah blog endonesa. Kenapa endonesa? Karena, menurut dugaan saya, negara kita yang sontoloyo ini menciptakan suasana ketakutan pada individu-individu. Untuk mengatasainya mereka membentuk kelompok. Hasilnya, muncullah keakraban antar individu yang lebih dari negara lain. Bukankah budaya grudag grudug hanya ada disini? Bukankan hobi apa pun bisa menciptakan komunitas? Bukankah hobi kere pun masih bisa memunculkan BHI? Semangat komunal adalah cara untuk mengatasi ketidak-percaya-dirian per individu. Seperti guru-guru sekolah dasar dulu selalu bilang: lidi satu lebih mudah dipatahkan daripada sebuah sapu lidi. Benar tidaknya ya entah.

Pada awalnya, dan masih berlaku hingga saat ini, komentar merupakan bentuk apresiasi pembaca baik blogger maupun bukan terhadap ide yang penulis sampaikan. Pada perkembangannya, komen berkembang sebagai alat sosial antar blogger untuk mempererat hubungan antara penulis dan komentator. Pada hubungan yang kuat, komen bisa berisi ledekan, ejekan, bahkan makian.

Sejalan dengan semangat komunal, biasanya seorang blogger akan mencari blog-blog baru (termasuk hubungan pertemanannya). Lagi dan lagi. Hubungan pertemanan berkembang pesat. Di sisi lain, belantara blog yang begitu luas dan seperti tak terbatas, membuat waktu untuk sebuah tulisan semakin sempit. Maka kemudian, muncullah sitilah jablay blog. Sebutan untuk mereka yang tidak benar-benar membaca, namun tetap ingin mempertahankan hubungan baik dengan teman mayanya yang semakin banyak.

Namanya juga kejar tayang, tentu saja tinggalan jejak ini terkesan asal-asalan. Maka tak perlu heran jika fahmi yang menerapkan aturan untuk para komentator di blognya:
1. NO pertamax.
2. Anonymous commenters are cowards.
3. Say something nice, or just shut up.
Ndoro, secara meledek juga pernah menerapkan aturan:
"Belum ada yang komentar, ayo bilang pertamax"

32 komentar:

didut mengatakan...

namanya juga bertamu jd ikut aja aturan sang tuan rumah :D

Pinkina mengatakan...

karena gak ada yg something nice, yhowes aku tak shut up ae
/*niru Cincha Lawra

Pacul Cicipilah mengatakan...

nengkene entuk komen pertamax ora pul?

nek nang MUltiply malah dinggo chattingan...

Malashicage mengatakan...

This comment has been removed because it linked to malicious content. Learn more.

kenny mengatakan...

yen nulis absen ning kene entuk tho?

-=«GoenRock®»=- mengatakan...

yeng nanggonku sing ngomeng paling "apik" entuk kecupan hangat soko guk-gukku, pajak ditanggung pemenang :D

Sheilla mengatakan...

Klo saya si ga keberatan klo ada yg komen pertamax... masi untung ada yg sudi mampir ke blog saya & ninggalin komen :P

iman brotoseno mengatakan...

belajar sama mas anang saja kalau mau memberi komen..Jangan ngikutin tuan rumah..
Praktis, singkat dan berfaedah

pembaca setia mengatakan...

wah ...

dingaren tulisane koyo endang nasutiyon ...

venus mengatakan...

numpang lewat.....wekekekeke...

ebeSSe ndoro mengatakan...

ndak usah ada yang menggurui . .
sesama blogger biasa saja . .
memangnya ada yang bossy suka kasih uang tho . . . . ?
*lha mana2 . . . . :P

iway mengatakan...

akur mas, idealnya emang gitu tapi kalo mood lagi ga mendukung buat yang ideal, ya akhirnya OOT lagi OOT lagi
di tempat saya terserah mo komen apa, asal ga iklan dan spam aja :D

pitik mengatakan...

komen saru or shut up! itu aturanku..

Hedi mengatakan...

komen aneh, kadang tendensius, cuma ada di internet, Pul. Kalo di dunia nyata bikin gitu, bisa gelut beneran :D

mikow mengatakan...

komen itu merupakan sapaan akrab terhadap pemilik blog, semakin saru berarti semakin akrab :)

kw mengatakan...

saya senang mendapat komentar apapun. cuman takutnya komentator akan terbebani. pernah kepikiran mau tak tutup saja fasilitas komentar cuman kok kesan nya tidak sopan, sombong lagi.

soale aku juga agak kesulitan kalau memaksakan untuk nulis komen di sebuah postingan :)

Ndoro Seten mengatakan...

Komen ora?....
komen ora?....komen ora?

evi mengatakan...

klo komen itu tandanya wes sudi mampir.

klo males ya ga usah komen cukup baca aja.

matahati mengatakan...

Aku gak mau komen.
Lho...?
iki apa..

Akicage mengatakan...

Attention please!
->> Remove Viruses! <<-

Maruria mengatakan...

betooll..!! komen jadi semacam pengikat hubungan pertemanan antr bloger. ada rasa sungkan jikalau tak berkomen balik. hehehehehe...

Wini mengatakan...

Maap Mas, Pertamax itu apa yah?
'ndak ngerti aku...

(Komenku nyambung 'nda? aku baca penuh lo tulisan sampeyan..)

Zulkijora mengatakan...

This comment has been removed because it linked to malicious content. Learn more.

mei mengatakan...

just say hi =)

cewekndeso mengatakan...

nah setuju kie kang..... karo komene mikow


mikow said...
komen itu merupakan sapaan akrab terhadap pemilik blog, semakin saru berarti semakin akrab :)

tapi nek kie inyong moh lah


-=«GoenRock®»=- said...
yeng nanggonku sing ngomeng paling "apik" entuk kecupan hangat soko guk-gukku, pajak ditanggung pemenang :D


trus nek kie suip

iman brotoseno said...
belajar sama mas anang saja kalau mau memberi komen..Jangan ngikutin tuan rumah..
Praktis, singkat dan berfaedah

walah ngopy inyong kie :D

isnuansa mengatakan...

saya mo komen apaan ya? malah bingung...

Ajie mengatakan...

Jablay Blog ? hehehe kayaknya kurang "sreg" istilah seperti itu, karena memang gak semua orang punya banyak waktu untuk membaca penuh sebuah Blog, tapi ya itu tadi tetap ingin menjaga hubungan dengan tetap isi komentar :)

-Ajie-
www.kodokijo.net

sluman slumun slamet mengatakan...

pertamax gak boleh, tapi kalo pertamax plus bioatanol boleh...

elly.s mengatakan...

komen bagi saya seperti sedekah..
beri dan lupakan...
jangan ngarep akan dikomen balik atau dikunjungi balik...
jadi bawaanya plong aja..
pa lagi seleb2 itukan banyak penggemarnya yg harus dibales komennya atu atu...

langit mengatakan...

baiklah :)

ahmad mengatakan...

nggon q komen ke piro?

Anonim mengatakan...

perlu memeriksa:)