17 Januari 2008

Terminal




Lanjutan cerita sebelumnya.

Terminal (atau bandara, seperti kita semua sudah paham) adalah tempat datang dan perginya banyak orang. Dan Changi adalah salah satunya. Terminal yang luar biasa. Ukurannya yang luas, megah, bersih dan menyenangkan. Maka tak perlu heran jika pakde dan para koleganya dari berbagai negara di asia, beberapa kali melakukan rapat sehari di sana. Semua keperluan pribadi selama rapat tersedia di sekilingnya, dengan harga yang sama dengan diluar terminal. Bandingkan dengan terminal di Indonesia. Sehabis rapat, peserta bisa langsung kembali ke negaranya masing-masing. Hemat dan praktis. Meski bagus, cara ini bisa dipastikan tidak akan ditiru pejabat kita. Sudah bukan rahasia umum, jika lamanya dinas sebanding dengan jatah (uang) perjalanan. Tidak peduli apakah dinasnya penting atau tidak, yang penting lama. Lama berarti uang banyak, singkat berarti sedikit. Itulah mengapa, anggota dewan senang melakukan perjalanan dinas. Dan tidak mungkin cuma sehari tentunya. Catatan: tidak berlaku untuk tukang wedang...


Kembali ke terminal Changi.

Salah satu hal yang membuatnya istimewa adalah layanan publiknya. Begitu turun dari pesawat, berderet brosur dan peta telah tersedia pada rak-rak di lorong menuju pemeriksaan imigrasi. Mulai dari informasi perbelanjaan, hiburan, penginapan hingga jalur-jalur MRT, beserta keterangan harganya. Semua itu gratis. Sebagai catatan, tidak hanya di Changi, pada hampir semua tempat di Temasek, layanan publiknya patut diacungi dua jempol. Setidaknya begitulah menurut saya. Air minum dimana-mana, internet dengan koneksi yang mengagum dan pijit kaki (dengan mesin) di ruang tunggu, toilet yang bersih dan wangi, kereta listrik (MRT) menuju ke stasiun kereta terdekat. Sekali lagi, gratis. Soal kenyamanan, tidak usah diragukan.
Sebagai orang Indonesia, saya jelas senang. Saat hendak kembali ke Jakarta, sambil menunggu waktu check in tiba, iseng-iseng saya mencoba coba-coba fasilitas umum itu . Telpon umum kondisinya, seperti kebanyakan telepon umum yang lain, terawat baik. Kondisi seperti ini pasti sulit ditemukan di Jakarta. Telpon dari bandara ke tanah air ternyata lebih mahal dari di luar bandara. Jika di luar bandara tarifnya 20 sen semenit, di sini 1 dollar cuma bisa semenit. Dengan kurs dollar singapura setara Rp 6.500, silahkan hitung sendiri. Sebagai perbandingan, sebotol air mineral dijual seharga 2 dollar.
Bosen mencoba-coba fasilitas itu, ganti main kamera. Saat jeprat sana jepret sini, tiba-tiba ada yang menyapa saya dalam bahasa Indonesia.
"Mas, memangnya boleh moto-moto di bandara ya?”
"Memang ngga boleh? Saya malah ngga tau tuh. Wong ngga ada yang melarang”, jawab saya tidak yakin.
"Kalo gitu, tolong potoin kami dong…”, pintanya agak ragu-ragu.
Rupanya ada 2 teman lain bersamanya. Kami segera terlibat dalam pembicaraan (sepertinya hanya orang Indonesia yang punya kebiasaan begini). Mereka semua sedang transit menuju Thailand, mengerjakan penambangan minyak lepas pantai. Sebelumnya, mereka mengerjakan proyek yang sama di Natuna. Bosnya mengirim mereka melalui Batam. Dari Batam mereka menyeberang dengan kapal. Legal, tentu saja.
Mendengar logat jawa mereka, saya iseng-iseng bertanya.
"Jawanya mana mas?”

"Cilacap”
"Hah? Cilacapnya mana?”, kali ini saya menggunakan bahasa jawa dialek Cilacapan.
"Kesugihan mas" (Kesugihan adalah salah satu kecamatan di Cilacap, sekitar 30 menit naik bis)
"Kesugihannya mana?”, cecar saya.
"Keleng” (Kesugihan bagian barat)
"Keleng? Kenal Pak Fulan ngga?”
"Itu Pak Lik saya”
"Wah, kita saudara mas. Pak Fulan itu saudara Bapakku. Bapakku asli pesanggrahan (timur Keleng) lho…”
Kami terbahak-bahak sampai-sampai orang-orang sekitar menengok ke arah kami dengan muka bingung. Kami sama-sama sulit mempercayai. Di sini. Berjarak entah berapa ribu kilometer dari rumah, "kebetulan” lah yang mempertemukan kami. Dunia memang ajaib….

Bengawan Solo dipake Temasek, kok ngga ada yang protes ya?

Internet cepet. Sayangnya harus berdiri.

Pijet gratis...

18 komentar:

didut mengatakan...

dunia memang hanya sebesar daun kelor :D

balibul mengatakan...

mas disana ada yang jual aer anget ga ya mas...masak jauh dari kampung halaman malah nyuri aer hangat

pitik mengatakan...

air mineral 2 dollar, nek aer anget brapa dollar singapura itu dab?

Hedi mengatakan...

hahaha tikungan yang mengejutkan versi Ndoro tenan....

btw, jangankan buat rapat, lha kamu udah nyoba tidur di lantainya belum...saking bersihnya sering ada bule tiduran sambil nunggu boarding :D

Bangsari mengatakan...

#didut: kelor rebus pa kelor goreng?

#balibul & pitik: air anget? wis kuno. mending anget yang lain.

#hedi: oh gitu ya? ayo saiki tulisen pengalamanmu sam...

mrbambang mengatakan...

Aku juga pengin banget dolan ke Tumasik, tapi kok belum kesampaian ya mas. Belum ada dananya sih...hihihih... Wahhh disana ada pijet gratis juga, kalo disini ketika di mall itu sering ditawari begini "Boleh kak, pijet 15 menit 5000 aja" :-D

Bangsari mengatakan...

#mrbambang: biar gratis, naik pesawatnya dipinggir depan aja. ntar kalo ada tarikan, bilang aja: "tadi kan udah pak..."

Totok Sugianto mengatakan...

weks.. airnya mahal banget 2$=Rp.13000 lha katanya gratis pul :D

Evi mengatakan...

iya nih, disini dikit2 rapat di hotel kalo perlu di luar kota, biar uang dinasnya makin banyak. coba perhatikan kalo menjelang desember, akhir tahun anggaran, pasti banyak kegiatan yang mengada2....
alasannya ngabisin anggaran, soalnya kalo ga harus dibalikin lagi. aduh!

kenny mengatakan...

hehehe, pokoknya klo dibandingkan ama negara tetangga satu itu bikin mringis aja.

tambahan, biasanya pejabat kita klo dines luar rombongan (sekeluarga, mumpung gettuuu loh ) :D

Pinkina mengatakan...

koyoke pijet sikil'e enak

sluman slumun slamet mengatakan...

lus2 ada yang gratis gak?
:D

sluman slumun slamet mengatakan...

wah keyboarde macet...
pijet plus2 ada yang gratis gak, kamsude....
:D

pacul mengatakan...

nembe ngerti ya kang..wong cilacap kuwe nangendi2 ana...

temaan baik balibul petek mengatakan...

@balibul & petek : sini mas kalo minat aer anget .. bisa di beli disinih..[ syaratnya dapet cipok dolo baru jadian ] hahahah :)

adam brown mengatakan...

look this is the "diet" i told you about you should really enter the site :) bye enter the site

Anang mengatakan...

kapan indonesia bisa kayak gitu ya

Moes Jum mengatakan...

lho iki ceritane wisata bandara yoo? kowe njur koyok pilot wae ... hehehe