05 Januari 2008

Ringan, lucu, layak baca dan perlu

"Pria benci kritik - itu sebabnya, mereka lebih memilih menikah dengan perawan"

Demikian salah satu kutipan (yang menurut saya) menarik dari buku ini. Sebuah buku yang dihadiahkan Paman untuk teman kami yang berulang tahun tempo hari. Tentang mengapa buku ini sampai ke saya dan bukan pada yang berhak, saya tak tahu persis. Lha wong tiba-tiba saja pagi tadi saat saya lagi meriang, kang pres ke kos saya sambil menenteng buku setebal 146 halam ini seraya berpesan pendek: "iki bukune endik, aku mau ke bekasi dulu ya". Selanjutnya mbuh, saya terlelap kembali.

Dibubuhi sebuah pesan bertulis tangan berhuruf latin plus cap merah berlogo raja gombal:

"untuk endiks. semoga lekas besar. - des 07"

"Pria memang egois!", begitu saya sering dengar kaum wanita mengeluh. "Dasar cerewet!", balas kaum pria. Ya, begitulah! Pria dan wanita memang mahluk yang berbeda. Secara fisik, dan terlebih lagi secara psikis.


Perbedaan ini didasari atas dasar kebutuhan primitif manusia purba. Pria pencari makanan, dan wanita menjaga sarang. Perjalanan dalam berburu makanan membuat kemampuan pria berkembang dalam hal yang bersifat spasial, membaca peta (berguna untuk kembali ke sarang), pandangan yang fokus pada titik buruan dan kareanya mengabaikan obyek lain (itulah mengapa laki-laki selalu menengok ketika melihat wanita yang menarik, dan dengan mudah ketahuan wanita pasangannya), kemampuan komunikasi non verbalnya tidak berkembang (wanita menganggap laki-laki tak bisa berbicara dengan baik, juga gampang ketahuan saat berbohong). Sebaiknya, wanita karena kebutuhan menjaga sarang dan karenanya jarang berpindah-pindah menyebabkan kemampuan spasialnya tikak berkembang (sulit membaca peta). Selalu waspada terhadap perubahan sekecil apapun disekitarnya termasuk perilaku anak-anak dan pasangannya (itulah mengapa wanita sangat mudah mengetahui jika prianya selingkuh). Kemampuan komunikasinya berkembang sangat baik (wanita bisa memahami maksud orang lain cukup dengan berhadapan saja dalam waktu beberapa detik saja, tanpa orang itu mengatakan apa pun).

Di zaman modern dimana pria tidak lagi perlu berburu, kemampuan komunikasi non verbal pria tidak lah berkembang dan justru wanitalah yang berkembang pesat. Akibatnya, dalam hubungan lintas gender, pria merasa wanita adalah mahluk luar biasa rumit dan tak bisa dimengerti. Sebaliknya, wanita mengangap pria tidak pengertian dan mau menang sendiri.

Buku ini juga membahas tentang mengapa pria takut dengan komitmen, mengapa wanita umur 36-38 tahun cenderung menyukai pria muda (berondong), mengapa wanita jika pipis selalu berombongan, mengapa pria tidak bisa melakukan beberapa pekerjaan sekaligus dan masih banyak lagi. Saya mendapat kesan dalam buku ini, wanita lebih unggul dari pria (Berbahagialah engkau wahai para wanita).

Apakah keduanya benar-benar berbeda dan tak bisa menciptakan hubungan yang serasi?

"Kesadaran pria utamanya tertuju untuk mencapai prestasi; memperoleh hasil; mencapai tujuan, status, dan kekuasaan; dan memenangkan kompetisi. Kesadaran wanita terfokus pada komunikasi, kerjasama, keharmonisan, cinta, saling berbagi, dan hubungan kita satu sama lain. Kekontrasan ini sedemikian hebatnya hingga jika pria dan wanita berencana untuk hidup bersama saja sudah sungguh menakjubkan."

Dengan begitu banyak perbedaan, masih berminat menikah?

NB: maap belum sempat posting kambing bangsari nih...

24 komentar:

kw mengatakan...

iya hebat mereka yang memuuskan menikah dan hidup bersama. selamat. salut!

cewekndeso mengatakan...

kyane apik kue bukune kang?
wanita emang unik gampang gampang susah tp cepet jengkelan sing nyusahna. sepisan bae kang lah nikaeh aku

Sheilla mengatakan...

"mengapa wanita jika pipis selalu berombongan" Hahaha saya ngakak waktu baca bagian ini, bener banget :P

Mungkin karna mereka takut ke toilet sendirian, kemungkinan lainnya supaya bisa sambil gosip di toilet...... pengalaman pribadi dua2nya :P

Bangsari mengatakan...

#kw: yup. hidup, eh wanita, ternyata rumit ya? hehehehe

#cewekndeso: pancene apik temenan mbekayu. bahasane sederhana, lucu, ringan dan perlu pokoke lah. temenan giye.

#sheilla: kata buku ini, wanita pipis berombongan karena relationship. tapi ya mbuh ya, saya belum pernah diajak je. hehehehe

pacul mengatakan...

rasah kakean teori kang......gari mbojo langsung baen...ra sah kesuwen.....

Bangsari mengatakan...

#gambarpacul: lho, kiye nulis soal buku kuwe mau. udu soal mbojo.

didut mengatakan...

kita diciptakan memang untuk berbeda :D

Hedi mengatakan...

pria dan wanita sudah berbeda dari sononya, yang aneh kok kenapa harus terus menerus diributin, dihujat, dipojokin....bukannya malah dicari sinerginya....aneh dan ga masuk akal banget!

iman brotoseno mengatakan...

apakah kamu dalam posisi harus memilih ? bahwa perkawinan itu bisa menjadi sebuah judi. Kita tak tahu biji dadu mana yang kita ambildari kotaknya ?
Ya penting kawin dulu poul..he he

Totok Sugianto mengatakan...

masalah perbedaan antara pria dan wanita memang pasti ada, maka untuk itulah mereka diciptakan supaya bisa saling melengkapi. lek podo-podo duwe 'manuk' lak maleh pedang-pedangan poel hihihi :D
totoks.com

de mengatakan...

jadi kapan sampeyan kawin? :P
nek bukune gak abot mbok aku disilihi

Yudhis mengatakan...

Apakah ini syndrome sebelum nikah,wahai ndoro juragan ipul ?

nothing mengatakan...

saya pengen menikah, [meski ngko trus ngopo yo yen wis kumpul bareng] hehe

MaNongAn mengatakan...

kalo "KAWIN" tanpa "NIKAH" gimana?

.::he509x™::.

marmut mengatakan...

Dulu sih enggan. Tapi sekarang mau. kekekekekk. nikah kan tujuannya untuk mencari 'teman' berbagi segala hal.kapan nikahe kii...jodoh kok sih adoh. badalah!

Evi mengatakan...

justru perbedaan itulah yg mengasyikkan.... :) percaya deh!
jadi...kapan arep nikah Mas?

pitik mengatakan...

lha si endik wis moco durung? sakjane salah nek buku kuwi di hadiahkan ke endiks, kudune hadiahe bukune enny arrow...

aprikot mengatakan...

lho menikah iki isih penting tah?

Maruria mengatakan...

Untungnya pria sama wanita itu berbeda ya mas? Makanya bisa saling melengkapi. Alangkah membosankannya kalo seluruh manusia di dunia berjenis kelamin sama.
Apa kata duniaaa...????? :D

mikow mengatakan...

trus nikahnya kapan pul?
sebelum or sesudah pitek?

Pinkina mengatakan...

katanya siapa cewek gak bisa baca peta ??? buktinya aku selalu dapat nilai bagus untuk peta buta (*sombong MODE : ON)
saiki kuwi kabeh gak penting ah, sing penting saiki aku takon, trus kapan sampeyan rabi ?????????

paman tyo mengatakan...

Bagi saya, pria memang tidak menarik. Maka saya tidak pernah berminat terhadap pria apalagi sampai jatuh cinta (dan bercinta).

BTW, adoooh mati aku! Ada tulisan dan cap yang muncul di sini.

korban wanita mengatakan...

di buku juga disebutkan bahwa "wanita lebih pandai berbohong"

!!!!

Acho mengatakan...

Terlalu banyak memang perbedaan antara pria dan wanita, kecuali cinta. haiyyahhh.. :p