seorang pemalu. pendendam yang akut. seseorang yang sudah berbohong kepadanya 3 kali tidak akan dipercayainya lagi seumur hidup. kebohongan keempat berarti kematian.
"orang yang suka berbohong lebih baik dimakan cacing saja!", katanya bertenaga. memutuskan menyukai seseorang atau tidak cukup dalam hitungan 2 detik, tanpa seseorang itu ngomong atau melakukan apa pun. menolak semua aturan, norma, hukum dan syariat agama yang menurutnya tidak sesuai jalan pikirnya. ingin menciptakan peradabannya sendiri. peradaban yang akan
menjadikannya sebagai tuhan, paling tidak bagi dirinya sendiri.
menolak pernikahan dan semua bentuk ikatan yang dianggapnya hanya pelegalan seks dan perbudakan atas keinginan orang lain. muak dengan perilaku orang sudah menikah tapi masih saja melacur.
"aku tak ingin jatuh cinta dan membina hubungan dengan siapapun. aku bahagia dengan diriku sendiri". aku menduga dia hermaprodit.
soal anak? lebih mudah memungut dari pinggir jalan. toh soal kasih sayang tak ada bedanya. praktis dan hemat.
"aku muak melihat orang tua yang menjadikan anak mereka seperti barang miliknya, tak memberi kebebasan, harus manut dan celakanya, banyak yang sampai menuntut untuk bisa "merawat" di hari tua. dengan tak menikah aku lepas dari itu semua... tak membebani. terus lagi, ini yang mungkin paling banyak dilakukan orang, mereka kerja habis-habisan untuk membiayai anak. sampai-sampai tak peduli sama orang disekitar (pelit). aku benci orang pelit...". sikap yang didapatnya dari pengalaman dan pergaulan selama di jakarta.
ia dilahirkan dalam sebuah keluarga besar, nomor 4 dari 5 bersaudara. 2 perempuan, 3 laki-laki. di sebuah kampung pertanian di ujung pantai selatan wonogiri dekat darwin sana.
ronggojati. sebuah kampung dengan sawah yang tadah hujan, lebih banyak tegalan malah. tandus dan berkapur. meski begitu, dia mengaku tidak pernah kekurangan air minum. entah kalau air mandi, cuci dan kakus.
mengaku hanya betah di kampungnya hanya ketika sedang banyak uang. pulang lebih dikarenakan ikatan biologis, orang tuanya masih di sana. dia mengaku tak dekat dengan semua saudaranya karena cara berkomunikasi yang berbelit-belit khas orang jawa. kelak, jika kedua ortunya sudah tiada, ia akan menghapus nama ronggojati dari memori otaknya. selanjutnya, tuntunan nasib lah yang akan menentukan.
datang ke jakarta pertama kali sebelum krisis moneter 98. mengandalkan ijasah sma plus ilmu santet yang didapatnya di solo, dia menantang ibu kota. dengan percaya diri dia melamar di sebuah media cetak berskala kecil yang kelak menjadi sebuah pabrik kata-kata terbesar dalam sejarah dunia maya di indonesia. sebagai office boy alias tukang wedang! kerjaan sampingannya, tukang kliping koran.
dijanjikan sebagian saham perusahaan (melalui program esop, hak kepemilikan saham), dia mengabdi bagaikan budak. selepas jam kerja, dilanjutkan dengan belajar. ilmu komputer dan semua ilmu yang bisa dilahapnya, termasuk menulis. tidur cukup 4 jam sehari, sisanya kerja dan kerja. praktis hidupnya cuma berpusar di seputaran kantor. makanya tak perlu heran, karirnya melesat cepat. pikirnya, kelak dia tak perlu lagi bekerja. membayangkan berjalan dari satu negeri ke negeri lain sepanjang waktu. menikmati dan hanya menikmati hidup. orang-orang kere seperti para tukang nongkrong di bunderan hi tak ada dalam kamusnya waktu itu.
"orang miskin memang selalu merepotkan dalam semua sejarah", katanya.
apa hendak dikata, krisis moneter meruntuhkan perusahaan itu. saham yang dijanjikan itu pun ikut melayang. memaksa perusahaan kecil itu berganti haluan. guna memangkas ongkos produksi, perusahaan itu beralih dari media cetak merambah ke dunia internet. sumber berita didapat dari wartawan-wartawan kroco yang masih membutuhkan recehan. semuanya freelance. krisis ternyata menghancurkan sebagian besar media, hampir semua malahan. menjadikannya pupuk yang subur bagi perusaahaan tokoh kita yang satu ini. kebetulan momennya tepat, didukung euforia masyarakat akan kesadaran baru mengenai dunia internet, sejarah kemudian mencatat perusahaan ini meraksasa dalam waktu singkat. sendirian melaju tanpa pesaing hingga sekarang.
di satu sisi perusahaannya meraksasa tapi di sisi lain dia tak kebagian apapun, membuatnya sakit hati. dia meradang dengan caranya sendiri. hanya mau sedikit bekerja dan tak mau lagi belajar lagi. "bekerja dan atau belajar itu apa yang dicari? impianku gak kesampaian, tak ada lagi yang dikejar". kalau pun harus bekerja, tak boleh sampai menggangu kesenangannya. menulis.
"aku ingin tak punya apa-apa, itu membuatku senang. tapi lagi nyari carane piye...", celotehnya. namun begitu, dia mengaku tetap suka ngumpulin duit.
"kalau orang-orang suka ngumpulin duit, aku juga. tapi terus aku bagi-bagikan pada yang membutuhkan." mengaku selalu menghabiskan semua gajinya
setiap tanggal 27, sehari sebelum gaji bulan berikutnya keluar. adalah hal yang wajar jika sampai terjadi keterlambatan gaji, dia tak memiliki uang sepeser pun. karena itulah dia tak ingin sakit. meski cuma makan 2 kali sehari, tapi dia selalu mengunjungi karaoke hampir tiap minggu. biar tetap sehat, dia lakukan jogging 3 kali seminggu masing-masing 10 kali putaran lapangan sepak bola. juga tidak merokok. menyukai hampir semua lalapan: selada, tauge, kacang panjang, labu siam mini rebus, daun poh-pohan, terung bulat, tespong dan masih banyak lagi. menghindari daging dan yang berlemak. minum? tanyalah pada balibul dan pitik yang lebih tahu.
meski sewaktu kecil cita-citanya ingin menjadi dokter, beberapa tahun belakangan ia ingin menjadi penulis murni. secara intens dia berlatih menulis melalui blognya (setahuku dulu sangat banyak, entah sekarang). tak lupa ia mengikuti sebuah kursus pada seorang penulis terkenal. sedikit bocoran, insyaallah novelnya akan terbit dalam waktu dekat.
terakhir, dia memberi saya sedikit tips.
"menulis yang baik itu harus bisa mengkampak muka pembacanya", katanya mengutip kafka. (terdengarnya hebat, jadi saya tulis saja. hahaha)
link terkait ada
disini...