Kamis malam (29/03/07), aseorang teman sebut saja A menelepon saya (S).A: Hoi... Lagi ngapain? Bantuin aku ngerjain soal matematika dong.
S: Ya ampun. Sudah kubilang dari dulu, jangan minta ajarin matematika lewat telpon begini. Aku lagi tepar meriang seharian nih. Lagipula aku lagi baca Sang Alkemis. Nggangguin aja!
A: Waduh, maaf. Tapi tolong dong, please... cuman gampang kok, lagi kepepet nih.
S: Emang soal apaan?
A: Soal akar bilangan. Akar tiga dari delapan berapa?
S: Heh? Kok ruwet gitu? Kamu pasti salah baca deh. Tulisannya bagaimana?
A: Tulisannya gitu kok. Ada lambang akar, diatas lambang akar ada angka tiga dan dalam akar itu ada angkat delapan.
S: Kamu memang ngawur! Cara baca yang gampang gini, akar pangkat tiga dari delapan sama dengan berapa?
A: Tau ah! Pokonya hasilnya berapa?
S: Dua.
A: Kok bisa begitu? Tahu dari mana? Logikanya gimana tuh?
S: Sederhananya begini. Angka berapa yang jika dikalikan dengan angka itu sendiri sebanyak tiga kali hasilnya delapan? Dua kan?
A: Oh, dua ya? Bener ding. Tapi, ada lagi nih. Dua tujuh pangkat sepertiga sama dengan berapa?
S: Tiga.
A: Kok bisa?
S: Prinsipnya sama dengan yang pertama. Pangkat sepertiga itu bentuk penyederhanaann tulisan dari akar pangkat tiga. Jadi, bilangan berapa yang dikalikan tiga kali dengan bilangan itu sendiri yang menghasilkan angka dua tujuh?
A: Tiga.
S: Lha itu dah ngerti.
A: Masih ada lagi nih. Tiga puluh dua pangkat dua per lima sama dengan berapa?
S: Ya masih sama caranya dengan tadi. Angka berapa yang dikalikan sebanyak lima kali dengan angka itu sendiri menghasilkan angka dua?
A: Dua.
S: Sip! Sekarang, angka dua itu di kuadratkan. Jadi berapa?
A: Empat dong...
S: Betul!
A: Tapi disini jawaban yang pertama kok dua belas, yang kedua delapan dan ketiga baru sama dengan jawabanmu?
S: Itu jawaban siapa?
A: Ya ngga tahu. Coret-coretan disini hasilnya gitu.
S: Enak aja tanya sama aku. Tanya saja sama yang nulis jawaban!
A: Jangan gitu dong. Aku kan cuma tanya...
S: Eh, ngapain kamu ngerjain beginian? Mbok sana nyusui anakmu saja.
A: Mmm... Aku lagi S-2 nih, disekolahin kantor...
Belajar matematika lewat telpon, opo tumon?
(Jadi inget lagu Pianonya Bang Haji Rhoma Irama dan Nur Halimah. he..he..he..)





