03 Oktober 2007

petasan

selama bulan puasa, sebagian besar permainan diliburkan kecuali petasan. entah berasal darimana kebiasaan main petasan ini. katanya sih dari dulu sekali. bahkan, biasanya orang-orang tua sampai menyediakan dana khusus untuk keperluan ini. simbah dan bapak saya tak terkecuali, ikut mendorong saya. bedanya, simbah dan bapak tidak memberi uang tapi mensuport dalam bentuk lain.

menjelang bulan puasa, bapak selalu membongkar semua arsip-arsip dan menyusunnya ulang. arsip-arsip yang tak terpakai menjadi rejeki saya, saya jual untuk membeli obat mercon. jika masih belum cukup untuk membeli sekilo obat mercon, bapak menambahi kertas-kertas bekas dari kantor. biasanya sepuluh kilo kertas atau lebih sedikit menghasilkan satu kilo obat yang saya beli di sidareja, depan stasiun. dari satu ons obat, cukup untuk membuat 50-80 mercon seukuran jempol orang dewasa.

sulutan per hari selama puasa biasanya cukup dalam hitungan belasan hingga puluhan mercon-mercon kecil. sebagai pamungkas di malam lebaran atau pasca sholat idul fitri, disulutlah petasan bersusun yang disebut rentengan. susunan rentengan ini diatur dengan formula: sepuluh pasang mercon kecil, diselingi sepasang mercon besar (disebut gedug). rentengan semakin ke atas, mercon gedugnya semakin besar. gedug teratas bisa seukuran betis orang dewasa atau lebih. penyulutan rentengan disaksikan orang banyak. semakin banyak dan panjang susunannya, semakin banyak pula penontonnya. halaman dengan pecahan kertas paling banyak akan menjadi bukti hasil kerja keras itu. nah, disinilah para bocah lelaki itu saling pamer.

simbah selalu mendukung hobi ini, begitu pula bapak. saya pertama kali belajar membuat petasan saat kelas 1 sekolah dasar, dari kakak angkat saya poniran. saat kelas 3, saya sudah bisa membuat rentengan berisi hampir seratusan mercon. saat kelas 3 sekolah menengah pertama, saya sudah membuat rentengan sepanjang 8 meter. entah berapa isinya, saya lupa. selepas smp, saya tak sempat lagi membuat rentengan karena saya sudah merantau sedangkan libur sekolah cuma beberapa hari. sementara untuk membuat sebuah rentengan panjang membutuhkan waktu berhari-hari. karena itu, saya beralih dari kuantitas ke kualitas. ukuran merconnya saya perbesar. bapak mulai khawatir. bagaimanapun mercon berukuran besar lebih berbahaya dari dari mercon rentengan sepanjang berapa pun.

petasan terkahir yang saya dan teman-teman buat berbobot 8 kilogram. sebesar ember berukuran sedang. berbahan dasar kertas-kertas koran yang dilem supaya bisa digulung, juga sarung dan handuk. membuatnya dibutuhkan 4 orang. satu orang memegangi kayu pemutar, dua menginjak papan penggulung dan satu lagi menarik papan. juga sekilo obat mercon.

hasilnya, beberapa bagian kaca pesantren depan rumah ada yang pecah. ruang depan rumah pak kyai dipenuhi rontokan kapur. pak kyai tertawa puas dengan kerjaan saya, tapi bu nyai berang. saya pensiun sesudah itu. beralih ke jogja, belajar ilmu nuklir.

20 komentar:

Mbilung mengatakan...

wakakakak....trus nggawe petasan nuklir nganggo anduk+ember.

Luthfi mengatakan...

kualitas mercone ditingatke wae
nganggo nuklir :P

kenny mengatakan...

wah ojo kegowo masa kecil, mengko dadi nggawe petasan nuklir merbohoyoni

kw mengatakan...

ooo jadi gito to ceritanya...
yuk pul saiki nggawe meneh. tapi sasarane lain whua whua whua...

evi mengatakan...

pernah bikin mercon bumbung ga?
itu loh yang didalam tanah trus nyulutnya pake api.

Tukang Nongkrong mengatakan...

he hhehe ....

walau aku sering mendengar ceritamu ini langsung di kost ...

tapi aku tetep seneng moco crito iki ... :)

terutama ending-nya !!!!

ha ha ha ... :)

iway mengatakan...

sponsornya pak haji ya mas hehehehe kok dia puas banget dengan hasilnya?

Pinkina mengatakan...

huaahahahahhaaaa..........bagus sekali endingnya :D yhowes mas, nek ate nggawe petasan nuklir ajak2 yhooo, sasarane endi mas ?? :D

pitik mengatakan...

kowe ki nglembur kerjo opo nglembur blog?kok dalam sehari 2kali apdet?

rogebon mengatakan...

ngerti ra, pas ngonekna mercon gedug, barang2 sing nang palangdada umahku pada tiba kabeh...

mei mengatakan...

wakakaka..seneng aku karo endinge mas..keyennnn =))

tapi mercon khan mbahayani to...opomaneh nuklir ya..haha

gita mengatakan...

sinau nuklir, njuk meh ngebom ngendi mas?

langit mengatakan...

ealah..jebule mbeling yooo jaman cilikanne...
yo gek ndang ngaweo meneh mas,nuklir ae ngen sak endonesiya ngerasake kabeh wahahaha...

Mbilung mengatakan...

eh iya lupa nanya, itu bisnis kacang atom mu piye sak iki? payu tah?

Totok Sugianto mengatakan...

asli poll aku ngguyu dewe moco postinganmu... critane bener2 mbanyol, cilianmu pancene buandel yo kang.. sampai korban sarunge mbahmu *ngakak mode = on*

sandal mengatakan...

wis pernah njajal mercon dari gas yang untuk ngelas belum mas?

gasnya dimasukkan ke dalam plastik 2 kiloan trus disunyuk pake rokok (dari jauh, pake tongkat!). suarane mak jlegur!

alhasil sebuah rumah kacane rontok habis, 3 orang masuk RS karena selaput gendange meh sobek T_T

Yudhis mengatakan...

sinau ning nuklir.. ning nyasare ning pabrik duit.wahahahaha...

fahmi! mengatakan...

"saya pensiun sesudah itu. beralih ke jogja, belajar ilmu nuklir."

belajar bikin obat mercon dari plutonium? wah!

ayakukabita mengatakan...

hahahahha bisa aja si mas...

mat2simbah mengatakan...

nyobain petasan pakai alumunium bungkus rokok, ambil kertas bekas rokok oleskan caberawit, bawang merahn putih keringkan bakar n nikmatin ledakanaromanya