29 Oktober 2007

PB2007: Terima kasih Muktamar dan Pesta Blogger

Alhamdulillah sampai saat ini dana yang sudah berhasil dikumpulkan untuk program Bloggers fo Bangsari sebesar 8,75 juta (2,1 juta di Muktamar dan sisanya selama pesta) dan insyaallah masih bisa bertambah.

Untuk itu, saya sebagai bagian komunitas Bunderan HI yang menjadi motor kampanye ini sekaligus mewakili anak-anak Bangsari ingin mengucapkan terima-kasih sebesar-besarnya kepada:

  1. Panitia Pesta Blogger yang telah memberi kami kesempatan untuk melakukan gerilya penggalangan dana selama acara pesta
  2. XL Care yang telah merespon dengan baik kampanye ini
  3. Om Ong Hock Chuan, Blogger Malaysia yang telah ikut mempublikasikan program ini dalam versi bahasa inggris plus mendonasi juga
  4. Pakde Mbilung, Nengjeni, Adri dan Ghilman yang telah mendukung dan menyemangati kami materi dan non materi
  5. Ndorokakung yang telah bersedia kami repoti untuk melobi panitia
  6. Paman Tyo yang telah mendukung program ini dari balik layar plus mengerjai kami di tengah malam
  7. Dokter Tito yang telah mendesain banner dan komik Bloggers for Bangsari beserta segala kerepotannya
  8. Om Bartley yang telah mendesainkan sticker-sticker Bloggers for Bangsari
  9. Nopenk yang telah mendesain kaos "no one cares about your blog"
  10. Banimal yang memfotokopi pamflet di tengah malam plus merelakan kameranya dibajak dan belum dikembalikan hingga hari ini (jumat tak kembalikan sam)
  11. Kang Zam yang meski tidak bisa datang tapi ikut melakukan penggalangan dana di Jogja
  12. Bude kenny yang juga ikut mendukung program ini dari Malaysia
  13. Komunitas Blogfam yang dengan antusias ikut merayu para donatur lain
  14. Pasangan muda dari Jogja, Tika dan Iphan yang dengan sukarela kami bajak untuk ikut membantu selama acara (selamat ya atas perolehan doorprize N95-nya)
  15. Pihak-pihak lain yang ikut mendukung namun belum tersebutkan dalam tulisan ini

Teman teman komunitas HI: Kang Presiden yang telah berorasi mempresentasikan kampanye ini selama break season, Gus Hadik pitik yang telah mengkoordinir kampanye ini meski ternyata tidak kebagian undangan, Iqbal (Kyai Balibul Gembul) yang telah menyelenggarakan Muktamar dengan sukses dan kebingungan bagaimana caranya ngomong seratus lima puluh ribu kepada donatur bule-bulenya, Omith yang telah mengkoordinasi berbagai pernik strategi penjualan kampaye dan berhasil merayu donatur-donatur kelas kakap, Pito yang tanpa kenal lelah mencuci otak para calon donatur, Kw yang tulisan-tulisannya menggugah detikinet untuk ikut mempublikasi kampaye ini, Miko yang usulnya kepada MC menjadikan kang Presiden bisa tampil selama acara break season, Yudi yang sampai harus dimarahi bosnya karena meninggalkan pekerjaan, Kang Wahyu yang telah mempublikasikan berbagai kegiatan Muktamar dan kampanye ini lewat harian Surya-nya, Luthfi yang sampai harus menunda skripsinya karena berpartisipasi dalam kampanye, Gita yang merelakan Entry Codenya untuk dipakai kyai Gembul masuk ke dalam pesta.

Gambar diambil dari sini tanpa ijin…

25 Oktober 2007

Nyumbang kambing dapat kaos blogger

Khusus untuk para penyumbang kambing dalam kampanye Bloggers for Bangsari baik di forum Muktamar maupun Pesta Blogger akan mendapatkan kenangan berupa kaos dan sticker keren. Kaos blogger bertuliskan "no one cares about your blog" di bagian dada dan di bagian punggung "amenangi jaman blog, yen ora ngeblog ora gaul, ning sak temene sopo sing moco blogmu?"

Karena hal ini dimaksudkan untuk keperluan penggalangan dana, mohon maaf jika hanya mereka yang menyumbang minimal Rp 150 ribu saja yang akan mendapatkannya. Kaos dicetak terbatas hanya 50 buah.

Sekalipun tidak menghadiri kedua cara tersebut, Anda tetap bisa memesan mulai dari sekarang. Kontak saja:

Saatnya tak hanya posting, blogwalking, tapi juga dukung mereka sekolah.

bahtiar: 081328484289 (bahtiar
pitik: 08157123875 (hadik1@gmail.com)
ipul: 081578820013, 02199183863 (much.syaefulloh@gmail.com)
mitha: 0818794474 (mita_ald@yahoo.com)
iqbal: 02199562833, 081574852877 (i.prakasa@gmail.com)
hedi: 081311401084
pito: 0818691666, 08882799894 (pitopoenya@yahoo.com)

24 Oktober 2007

Terima-kasih Detikinet


Dari info teman-teman sesama blogger, ternyata program Bloggers for Bangsari juga dimuat detikinet.

Terima-kasih Detik...

Sekilas foto-foto penerima bantuan kambing

Berikut saya tampilkan sekilas foto-foto murid tsanawiyan yang sudah mendapatkan pinjaman kambing dari program sebelumnya. Foto pertama: dari kiri, Hamdan dan Rubangi saat mampir ke rumah saya.


Sedikit deskripsi mereka:

1. Hamdan

  • Kelas 1 MTs
  • Anak pertama dari 3 bersaudara
  • Ibu: Mbok Sempok, buruh tani, janda, bapak meninggal
  • Kambing Gembel: 1 induk 2 anakan
  • Harga: Rp 1 Juta
  • Pencari rumput: Hamdan dan adiknya (kelas 5 SD)
  • Akan ditambahi satu indukan lagi dalam waktu dekat, sesuai permintaan mereka

Hamdan (baju oranye) dan kedua adiknya

Hamdan dan 3 kambing jenis gembelnya

2. Rubangi
  • Kelas 1 MTs
  • Anak kedua dari 5 anak
  • Bapak: Mahmudin, buruh bangunan (saat ini sedang di Jakarta, pada sebuah proyek di sebelah halte busway Buncit Indah)
  • Kambing Gembel: 1 indukan bunting
  • Harga: Rp 500 ribu
  • Pencari rumput: Rubangi dan saudara-saudara
  • Akan ditambahi satu indukan lagi dalam waktu dekat, sesuai permintaan

Rubangi (berbaju kotak-kotak dan bersarung) dengan kedua adiknya.
Catatan: motor yang ikut terpotret itu milik bapak saya


Rubangi di depan kambingnya

3. Irfan Sutrisno
  • Kelas 3 MTs
  • Anak pertama dari 3 bersaudara
  • Bapak: Tunut, buruh
  • Kambing Jawa: indukan dan 2 anakan jantan
  • Harga: Rp 1,4 Juta
  • Pencari rumput: Sutrisno dan keluarga

Sutrisno sehabis mencari rumput

kemudian memberi makan kambing di belakang rumah

4. Wifayatul Amani (Wiwi)
  • Kelas 2 MTs, satu-satunya yang perempuan
  • Anak pertama dari 3 bersaudara
  • Bapak: Masruri, buruh
  • Kambing Jawa: indukan dan 2 anakan jantan-betina
  • Harga: Rp 1,4 Juta
  • Pencari rumput: bapak dan keluarga

Wiwi dan neneknya di depan 3 kambing jawanya

menunggu bapak mencari rumput dan ibu ke ladang

menyiapkan nasi untuk makan malam

Lalu masih berapa anak lagi yang membutuhkan bantuan? Menurut bapak saya (yang setelah pensiun ikut menjadi guru dan sekaligus ketua komite sekolah MTs tersebut), sekitar 30 persen murid di sana tergolong miskin. Jadi, ya silahkan kalkulasi sendiri dana yang dibuthkan. Untuk itulah kampanye ini digalang. Mohon restunya....

10 Oktober 2007

Bloggers for Bangsari: Dukung Mereka Sekolah

Sekilas tentang kampanye Bloggers for Bangsari:

Program ini bertujuan untuk membantu anak-anak sekolah Madrasah Tsanawiyah Salafiyah di Bangsari (secara administratif bernama Bulaksari, kecamatan Bantarsari, Cilacap) dengan cara meminjamkan modal kepada mereka berupa induk kambing betina. Idealnya satu anak memelihara 2 induk supaya cukup profit untuk ukuran mereka. Hitung-hitungannya ada di serial pertama.

Singkat kata, jika kambing yang dipinjamkan sudah menghasilkan dalam jumlah tertentu, mereka boleh menjual hasilnya untuk keperluan pendidikan mereka. Nah, jika (lagi) hasil anakannya sudah cukup untuk menghasilkan lagi, indukan kambingnya tersebut akan ditarik dan diberikan ke anak lain. Begitu seterusnya hingga indukan tersebut tak bisa menghasilkan.

Proyek ini sebenarnya sudah berjalan dari sebelum puasa ramahdan dan sudah memberikan bantuan kepada 4 anak dengan total dana yang sudah berhasil saya kumpulkan sebanyak 7,5 juta rupiah. Namun karena jumlah anak yang perlu diberi bantuan jauh lebih banyak dari itu, dengan disponsori Pakde Mbilung dan dibantu teman teman bunderan HI, kami memberanikan diri untuk mengkampanyekan kembali program ini.

Cerita lengkap tentang program yang sudah berjalan ada di serial kambing pertama dan kedua.

Kenapa Kambing?

Kambing adalah bahasa sederhana yang mereka pahami dengan mudah (dan juga orang tua mereka). Bantuan berupa uang tidak mendidik dan membuat mereka malas, memangkas tradisi kerja mereka.

Hubungan dengan Muktamar Blogger

Pakde menyarankan supaya blogger tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tapi lebih membumi dan nyata. Karena itu sebaiknya program donasi kambing untuk anak-anak madrasah diangkat kembali dengan melibatkan komunitas blogger yang lebih luas. Mumpung momentumnya sedang pas, Muktamar Blogger dan (semoga) Pesta Blogger.

Kalo Menyumbang Saya Dapat Apa?

Insyaallah setiap penyumbang akan mendapatkan merchandise berupa kaos dan sticker selama persediaan masih ada. Syarat dan ketentuan berlaku.


Bantuan disalurkan ke:

No rekening: 0751371054
Atas nama : Much. Syaefulloh
Bank BCA cabang Sabang Jakarta pusat
Email : much.syaefulloh@gmail.com, ipoul_bangsari@yahoo.com
YM! : ipoul_bangsari
HP: 081578820013
Alamat: Jl Kebon Kacang II no 70 Tanah Abang Jakarta Pusat atau

atau ke Bapak saya yang mengurusi program ini di Bangsari
Darso Moh. Dahroni
d.a: dusun Karang Reja, RT 03 RW 04, desa Bulaksari (Bangsari), Kec. Bantarsari, Kab. Cilacap.


catatan: program ini boleh diadopsi, dicopy & paste maupun dibajak oleh siapa saja, di lokasi mana saja.

Contact Persons:
Pitik: 08157123875 (hadik1@gmail.com)
Ipul: 081578820013, 02199183863 (much.syaefulloh@gmail.com)
Mitha: 0818794474 (mita_ald@yahoo.com)
Iqbal: 02199562833, 081574852877 (i.prakasa@gmail.com)
Hedi
: 081311401084
Pito: 0818691666, 08882799894 (pitopoenya@yahoo.com)

link terkait:
Yudi
Pito 1
Pitik
Balibul1 dan Balibul 2
Omith
Miko

09 Oktober 2007

cerita dari pesantren

sedikit cerita dari pesantren jaman saya masih kecil (ikut-ikut pakde mbilung bernostalgia).

namanya juga pesantren salaf yang santrinya hanya bermodalkan beras beberapa kilo dari rumah untuk jatah beberapa bulan, tawaran makan gratis adalah peristiwa langka yang tak mungkin ditolak. selebihnya ya harus ngenger kerja kerja di luar pesantren. kesempatan ini masih bisa dihitung dengan jari bahkan dalam hitungan setahun.

nah, ceritanya kang nasirun yang masih saudara saya diajak makan gratis oleh teman sekombongan (sekamar, satu kombong biasanya dihuni beberapa santri) pada suatu siang beberapa tahun yang lalu. tanpa pikir panjang, dia bersorak gembira.

keduanya segera menuju di warungnya lik har, salah satu warung yang menjual makanan siap saji bagi santri pesantren depan rumah. mereka punmakan-makan sampai puas sambil ketawa ketiwi ngobrol tak jelas. dunia menjadi begitu bergairah siang itu.

selesai makan, mereka mengikuti kegiatan pesantren seperti biasa. ngaji sampai ashar, sholat magrib berjamaah, ngaji lagi, sholat isya dan kemudian ngaji lagi. sehabis itu, sesuai jadwal pula, semua santri masuk ke dapur termasuk si kang nasirun.

saat hendak mengambil beras (penyimpanan beras dilakukan didalam kamar masing-masing), kang nasirun bingung. beras yang kemarin masih banyak ternyata lenyap. diubek-ubek dan tanya kesana kemari tidak juga ketemu, tidak ketahuan juntrungnya. akhirnya dia bertanya pada lihun yang sudah tidur duluan.

nasirun : hun, berasku kemana ya? kemarin kan masih banyak, kok sekarang ilang?
lihun : lha, yang kamu makan tadi siang itu apa? emangnya aku dapet uang darimana untuk traktir kamu?
nasirun : trus?
lihun : ya kujual lah... aku juga pengin makan enak. bosen aku makan nasi dan garam doang setiap hari. kamu juga seneng to?
nasirun : ?????

04 Oktober 2007

sepuluh hari terakhir ramadhan



akulah para pencarimu yaa duiiit
...




dari soundtrack film para pencari tuhan (info amin dan rogebon)

03 Oktober 2007

petasan

selama bulan puasa, sebagian besar permainan diliburkan kecuali petasan. entah berasal darimana kebiasaan main petasan ini. katanya sih dari dulu sekali. bahkan, biasanya orang-orang tua sampai menyediakan dana khusus untuk keperluan ini. simbah dan bapak saya tak terkecuali, ikut mendorong saya. bedanya, simbah dan bapak tidak memberi uang tapi mensuport dalam bentuk lain.

menjelang bulan puasa, bapak selalu membongkar semua arsip-arsip dan menyusunnya ulang. arsip-arsip yang tak terpakai menjadi rejeki saya, saya jual untuk membeli obat mercon. jika masih belum cukup untuk membeli sekilo obat mercon, bapak menambahi kertas-kertas bekas dari kantor. biasanya sepuluh kilo kertas atau lebih sedikit menghasilkan satu kilo obat yang saya beli di sidareja, depan stasiun. dari satu ons obat, cukup untuk membuat 50-80 mercon seukuran jempol orang dewasa.

sulutan per hari selama puasa biasanya cukup dalam hitungan belasan hingga puluhan mercon-mercon kecil. sebagai pamungkas di malam lebaran atau pasca sholat idul fitri, disulutlah petasan bersusun yang disebut rentengan. susunan rentengan ini diatur dengan formula: sepuluh pasang mercon kecil, diselingi sepasang mercon besar (disebut gedug). rentengan semakin ke atas, mercon gedugnya semakin besar. gedug teratas bisa seukuran betis orang dewasa atau lebih. penyulutan rentengan disaksikan orang banyak. semakin banyak dan panjang susunannya, semakin banyak pula penontonnya. halaman dengan pecahan kertas paling banyak akan menjadi bukti hasil kerja keras itu. nah, disinilah para bocah lelaki itu saling pamer.

simbah selalu mendukung hobi ini, begitu pula bapak. saya pertama kali belajar membuat petasan saat kelas 1 sekolah dasar, dari kakak angkat saya poniran. saat kelas 3, saya sudah bisa membuat rentengan berisi hampir seratusan mercon. saat kelas 3 sekolah menengah pertama, saya sudah membuat rentengan sepanjang 8 meter. entah berapa isinya, saya lupa. selepas smp, saya tak sempat lagi membuat rentengan karena saya sudah merantau sedangkan libur sekolah cuma beberapa hari. sementara untuk membuat sebuah rentengan panjang membutuhkan waktu berhari-hari. karena itu, saya beralih dari kuantitas ke kualitas. ukuran merconnya saya perbesar. bapak mulai khawatir. bagaimanapun mercon berukuran besar lebih berbahaya dari dari mercon rentengan sepanjang berapa pun.

petasan terkahir yang saya dan teman-teman buat berbobot 8 kilogram. sebesar ember berukuran sedang. berbahan dasar kertas-kertas koran yang dilem supaya bisa digulung, juga sarung dan handuk. membuatnya dibutuhkan 4 orang. satu orang memegangi kayu pemutar, dua menginjak papan penggulung dan satu lagi menarik papan. juga sekilo obat mercon.

hasilnya, beberapa bagian kaca pesantren depan rumah ada yang pecah. ruang depan rumah pak kyai dipenuhi rontokan kapur. pak kyai tertawa puas dengan kerjaan saya, tapi bu nyai berang. saya pensiun sesudah itu. beralih ke jogja, belajar ilmu nuklir.

permainan-permainan masa lalu

semasa saya kecil, ada beberapa jenis permainan anak-anak di bangsari. sebuah permainan berguna tidak saja untuk bermain, tapi juga bergaul. tanpa menguasai permainan-permainan itu, anak-anak relatif kurang dihargai teman. kemampuan rendah, mungkin begitu dalam bahasa sekarang.

anak-anak perempuan mahir memainkan:
  1. pasar-pasaran (simulasi jual beli yang mengandalkan keuletan dalam tawar menawar),
  2. masak-masakan (masak-memasak),
  3. lowok (permainan karet gelang),
  4. lompat tali,
  5. kuncir rambut, dan lain-lain.
anak-anak lelaki harus bisa membuat sendiri tiga benda dan sekaligus memainkannya:
  1. panggal (gasing) plus tali pemutarnya,
  2. layang-layang berbagai model, dan
  3. mercon alias petasan.
menguasai ketiganya, barulah mereka diakui sebagai bocah laki-laki. yang tidak bisa, dipoyoki sebagai anak lanang yang kewedok-wedokan. disamping itu, masih banyak pekerjaan sampingan para bocah yang antara lain:
  1. nyeser (mencari ikan dengan seser, sebangsa jaring kecil),
  2. mancing ikan dan belut,
  3. tawu (mengeringkan kubangan air, terkadang selokan atau sungai yang airnya menyusut, untuk menangkap ikannya),
  4. membuat mobil-mobilan (terbuat dari bambu),
  5. mencuri (timun, kacang panjang muda, bengkoang, pepaya, mangga dan terkadang umbi-umbian jika lapar di malam hari),
  6. berburu belalang, jengkerik, burung, dan lain-lain.

ada juga permainan lintas gender seperti : baron (kejar-kejaran berkelompok) dan gobak sodor. keduanya biasanya dilakukan di malam purnama ditunggui orang-orang tua. dengan mengandalkan cahaya bulan tanpa listrik, suasana menjadi lebih ceria. cublak-cublak suweng, lowok, dakon dan lompat tali juga terkadang sering dimainkan bersama.

sekarang? entahlah. sepertinya sebagian besar permainan itu sudah hilang. digantikan televisi dan mainan buatan china. katanya, kemudahan adalah hal yang selalu dikedepankan orang sekarang. kalo beli saja murah, ngapain bikin? kalo liat tipi saja lebih enak, ngapain main sendiri?

mungkin masih ada yang tersisa, cuma saya tidak tahu.

gambar diambil dari sini