29 September 2007

gending

alunan gending ladrang sigro mangsah slendro manyar segoro maju perang (tertera pada panel winamp player demikian) lamat-lamat mengalun lembut dari speaker kecil komputer di ujung ruangan. saya sengaja membawa cdnya dari rumah. untuk memberi doping spiritual, menemani saya mengerjakan tugas membikin wedang malam ini. biasanya perintah lembur tidak hanya membuat saya lelah, juga sangat bosan. setidaknya gending-gending dalam cd itu akan memberi warna tersendiri, dan semoga bisa menjadi penguat jiwa sampai mendekati saat sahur tiba. begitu harapan saya dari rumah.

durasinya 8 menit 4 detik. membuai tidak hanya saya, tuan-tuan para ndoro kecil juga ikut menikmatinya. musik hingar bingung dari speaker aktif dari seberang ujung ruangan yang lain segera dikecilkan. memberi kesempatan alunan musik jawa itu menunjukkan kejernihannya. saya mengalami eksitasi. jadi teringat pada pemberitaan lalu tentang gending purnomo sidhi yang kalo tak salah digunakan NASA untuk keperluan pengukuran antar ruang angkasa (koreksi saya jika salah). meski sudah lama kepingin, namun sampai sekarang saya belum pernah mendengarnya.

selesai lagu pertama, disusul ladrang agum agum slendro 6 yang bernada pembukaan sedikit bersemangat, diteruskan ladrang lagu dolanan pelog 6, ladrang balabak pelog 6 dan ladrang rojo manggolo yang sangat tenang. durasinya hampir sama dengan yang pertama. suasanya menjadi begitu magis bagi saya. saat gending lancaran kebo giro kodok ngorek pelog barang mengalun, saya jadi teringat pada tokoh minke dalam novel tetralogi buru saat sowan ke kasunanan surakarta untuk meminta bantuan bagi gerakan kebangsaan waktu itu. saya lupa bagaimana reaksi sang penguasa dalam cerita itu.

sedang asyik-asyiknya melamun, salah satu ndoro kecil saya menyeletuk.

"lama-lama gue takut nih, bulu kudukku merinding. matiin dong...", ndoro-ndoro yang lain mengangguk.

pfiuh.... tak bisa lihat orang lain senang, gerutu saya dalam hati.

15 komentar:

Hedi mengatakan...

Lha di jakarta kok nyetel gendhing, coba stel musik ajeb2 pasti banyak yg suka :D

venus mengatakan...

aku blm bisa nikmatin gendhing jawa, dari dulu sampe sekarang. tapi nek model2 'prahu layar' kayak yg di ketoprak humor, itu lumayan kena lah :D

de mengatakan...

nganggo hedpon ae lak beres

Luthfi mengatakan...

gak nganggo earphone?

galih mengatakan...

punya bubaran udan mas nggak? itu adalah gending karawitan yang pertama kali saya kenal dan saya tabuh di alat musik gender.

Moes Jum mengatakan...

merinding? wah berarti gending-mu kuwi mengandung gendruwo kali Pul

Ely Meyer mengatakan...

lagi kangen ya? :D

kw mengatakan...

haha aku suka dengerin gendhing rujak jeruk! oh ya ada yang punya gendhing "laler mengeng". konon gendhing ini tak sembarangan di perdengarkan. konon andai gendhing ini dipakai pada pertunjukan wayang kulit, akan memakan korban. ( serius! aku bacanya di kompas minggu entah tahun berapa.. hehehhe

iway mengatakan...

ngopy donk bos, serius nih, tak samperin ke tempatmu yaa

pitik mengatakan...

sing nggending kuntilanak berarti nek mrinding ngono kuwi..

Pinkina mengatakan...

aku ra mudeng gendhing2an ngunu kuwi toh mas, mentog campur sari :D

gita mengatakan...

aku isone yen ning tawang ono lintang, kuwi thok mas'e

mei mengatakan...

jadi eling macopatan jaman smp, gak terlalu enak neng kuping..bedo karo campursari utowo keroncongan..dadi mak nyess tenan(salah sijine bengawan sorene manthous)

langit mengatakan...

mbayangke ae langsung ngantuk je :)

Anonim mengatakan...

Salut, masih ada yang menghargai budaya bangsa ini, bisa dunk kirim mp3x ke alamat email : tsucibpp@yahoo.com