bapak saya bercerita, 4 muridnya di tsanawiyah (setingkat sekolah lanjutan pertama) mengeluh tentang sekolah mereka. ujung-ujungnya mereka minta berhenti. seperti yang sudah-sudah, pangkal masalahnya gampang ditebak. biaya. mereka minta keluar dengan alasan bisa mencari nafkah untuk membantu orang tua. bisa kerja apa saja di kampung, atau bisa juga ke kota menyusul anak-anak yang lain. paling tidak mereka tak perlu lagi membebani orang tua. mereka: hamdan anak seorang janda, 3 sisanya: ahmad rubangi, wifayatul amani (perempuan) dan irfan sutrisno anak keluarga kurang mampu.menurut statistik sekolah, tiga puluh persen murid tsanawiyah kami berasal dari keluarga tak mampu termasuk keempat murid ini. meminta ijin hendak keluar memang agak sedikit diluar kebiasaan. biasanya, mereka keluar begitu saja tanpa pemberitahuan. bolos, dan tak pernah kembali. tapi keempat anak ini tidak.
ternyata, mereka minta ijin ke bapak saya ada maksudnya. usut punya usut, mereka masih ingin sekolah. tapi karena mereka tak bisa berharap banyak pada orang tua, mereka berharap bapak lah yang mencarikan solusinya. diskusi dengan mereka menghasilkan sebuah kesepakatan: mereka tak boleh keluar, bapak yang akan mencoba mencari jalan. berbekal pengalaman, biasanya hal seperti selalu bisa diatasi. lha kok, ndilalahnya saya pulang kampung. jadilah saya yang ketiban sampur. bapak minta bantuan saya. nah, karena saya juga tidak tahu pemecahannya, saya bikin pengumuman ini saja. sampeyan yang baca blog ini saya kasih tanggung jawab juga. hehehe.
situasinya kira-kira begini. sebenarnya tiap murid sudah mendapatkan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah. tapi karena murid yang mendapatkan BOS ini banyak, sehingga masih terjadi kekurangan biaya sebesar 8 ribu rupiah per orang per bulan. masih di tambah biaya 2 kali ujian mid semester (20 ribu/ujian) dan dua kali ujian semester (25 ribu/ujian). total jendralnya 186 ribu setahun. itu belum termasuk biaya seragam, sepatu dan buku (item terakhir biasanya bisa dianggap diabaikan). lumayan.
proposal yang empat anak ini ajukan ke bapak, mereka minta dicarikan orang yang mau diajak maro kambing. mereka memelihara kambing betina dan hasil anakannya akan di bagi dua, sementara modal pokoknya tetap menjadi pemilik modal. untuk mencapai BEP, paling tidak mereka membutuhkan dua kambing. pertimbangannya, selain hasilnya kurang maksimal, jika hanya satu induk dan beranak hanya satu dalam setahun, membagi duanya menjadi sulit. kemungkinan tidak beranak? ada, tapi sangat jarang terjadi. setelah dua tahun, pemodal bisa mengambil modal awal plus kambing anakannya.
kambing yang biasa dipelihara di desa kami adalah jenis kambing jawa. harga kambing dewasa yang siap dibuntingi saat ini sekitar 800 ribu. jika dalam setahun sudah beranak satu, setahun kemudian cempe (anak kambing) ini berharga sekitar 400 ribu. jadi, dalam setahun kira-kira menghasilkan 200 ribu. cukup lumayan untuk membantu biaya sekolah. sering juga terjadi kambing melahirkan dua ekor, tapi jarang sekali sampai tiga. jika pun sampai melahirkan 3, biasanya salah satunya akan mati karena sang induk tak mampu menyusuinya. soal hitung-hitungan untuk kemungkinan lain, silahkan kalkulasi sendiri.
namanya juga mahluk hidup, mereka membutuhkan makan. soal memberi makan rumput, mereka bisa menggunakan waktu sepulang sekolah untuk menyabit rumput barang sejam hingga dua jam. pilihan menyabit rumput dan bukan menggembala, didasarkan pada efisiensi waktu. sedang di pagi hari kambing tidak perlu diberi makan, cukup memamah biak hasil makan dari siang hingga malam hari.
sisi negatif dari maro kambing meskipun sangat jarang terjadi, seperti umumnya mahluk hidup, kambing mungkin saja mati. dalam hukum maro, kambing mati ya sudah. artinya, si pemodal merugi, si pemelihara juga tidak mendapatkan apa pun. semoga saja tidak sampai terjadi.
nah, sekarang saya tawarkan pada saudara-saudara. siapa mau menjadi investor? mumpung lagi dekat ramadhan lho. yang kata pak kyai-kyai amalnya akan dihitung berlipat ganda. maro boleh, zakat pun diterima. berapapun jumlahnya.
NB: saat ini sudah ada 4 kambing yang disumbangkan para investor. bagi yang berminat atau hendak mengetahui infonya, silahkan hubungi saya lewat jalur pribadi.




28 Sing Melu Umuk:
kulo namung urun dongo ngih mas..
#langit: matur nuwun mba...
saya makmum bangsari saja deh. Ikutttt.
#Nukman: matur nuwun pak. dipun catet.
critamu mengingatkanku pada kisahku waktu kecil hehe.
tapi buka bagian yang sedih. bagian ngingu wedus alias kambing. saya punya seekor. berkembang biak jadi 4. karena cinta, waktu dijual, saya nangis berhari-hari...oalah....
ikut...kebetulan buat byr nadzar :p
nanti tak japri SMS deh *meh tuku pulsa sik*.
hehe..
wah nek urun wedhus ra kuat mas... urun receh wae. entuk ra?
#fatur: ning samoeyan kan endinge bahagia to?
#fany: manstab, ditunggu.
#de: lha yo entuk wae. jenenge wae sumbangan.
hehe, kirain menyumbang kambing ke sekolah buat belajar. sekolah anak2 sekarang kan suka gitu, miara hewan buat belajar :)
boeng, kowe oeboengin ik di koeaingdiandjingkeunsiah@gmail.com kassie kowe poenja rekeniing BCA poen...
wah idene apik njaluk bantuan lewat posting. Belon bisa bantu finansial, saya bantu koar-koar saja kang.
juragane duwit wes nibak'ke sampur durung ki?
#mpokb: emang kambing bisa belajar mpok? hehehe
#koeaing!: soedah ik kassie itoe email boeng.
#tito: sip, thank dok.
#kenny: insyaallah saya nyumbang 1 kaming bude...
yep sounds gud..
insya ALLAH melu urun..
[kalo bisa di poto wong wong'e sing minta bantuan iku...ben tambah ok]
No rek mu opo..???
japri aku yoh..???
pepeng@escoret.net
wokehh....
#mita: ide bagus, tapi belum bisa sekarang, kampungnya jauh. insyaallah akan ada report setelah lebaran.
#escoret: done, sudah dikirim mas ke tujuan.
pengin melu urun.. tapi nduwene cuman receh.. gek cuilik2.. pisan...
:">.. isin akuw...
program ini sangat bagus sekali, cuman kl nyumbang 1 kambing kyk'e masih berat /*ngeles
usul saran:
gimana kl smpyn yg koordinir mas bangsari?? setiap anggota BHI nyumbang dlm jumlah yg sama/seikhlasnya trus dibeliin kambing, ntar setahun kemudian kl ada anaknya dibikin kambing guling aja rame2 di BHI :D itupun kl anggota2 BHI masih ada :D
#viving: usul bagus. suk tak lempar ke majelis hi.
... ak tertarik urun kang...
hubungi ak ning: maswawan [at] pogung177.com
tak tunggu emailnya
#pogung177: sudah tak email mas.
Welha lha aku mung bocah angon je, dijaluki sumbangan nggadhoh wedus.....lha wesuse sopo nDoro?
meluuuu...ndonga =)
pengen ikutan mas...
ngomong sama suami dulu ya..
tapi kita sudah ada royek yg sama tiap bulannya..
recehan boleh?
minta no rek nya dong?
ntar aq sms ya...
proyek maxute
Insya Allah ntar malem akan ikut ngluruk ke BHI ikutan muktamar blgger
weleh2 ada ya yg kyk gitu..
http://masjoko.blogdetik.com/
@syamsul: ini program dah setahun lebih mas. alhamdulillah yang bersangkutan sudah mendapatkan bantuan. sekarang panitia sedang memantau perkembangan di lapangan.
Poskan Komentar