19 Juli 2007

Wedang Asem

Saya suka sekali wedang asem. Terutama wedang asem berpemanis gula merah, lebih sedap lagi gula aren. Asem, manis dan sedikit gurih. Belum lagi jika ditemani dengan singkong plus pisang goreng di beranda rumah pada sore hari yang cerah (mengkayal thok isine). Mmmm. Benar benar yummy... Jauh lebih nikmat daripada produknya Starbuck. Tapi, itu menurut saya lho... Top markotop deh!

Sayangnya, sekarang kenikmatan itu semakin sulit didapat. Saya hampir tak pernah menikmati wedang asem dalam beberapa tahun terakhir. Di kota besar asem sulit didapat. Lebih tepatnya, di daerah Kebon Kacang susah mencari asem. Bisa jadi karena orang kota jarang mengkonsumsinya, sehingga peredarannya juga terbatas. Tapi mungkin juga, karena saya yang tidak pernah benar-benar mencarinya saja. Lha wong saya tak pernah masak-masak je. Pokoke gitu lah...

Pada dasarnya, asem adalah salah satu dari sekian banyak jenis bumbu dapur yang berguna untuk menghilangkan bau anyir atau memang untuk menciptakan rasa sedikit kecut seperti pada cuka pempek palembang, misalnya. Masalahnya, asem biasanya memerlukan perlakuan relatif lebih lama untuk sampai bisa digunakan guna keperluan dimaksud. Hal ini dikarenakan asem harus dicairkan lebih dulu dengan air yang benar-benar panas sampai menghasilkan air asem yang bagus. Bayangkan, betapa tidak praktisnya untuk orang kota yang selalu terburu-buru waktu. Pertama harus merebus air dulu sampai mendidih, kemudian asem disiram cepat-cepat dan kemudian ditunggu sampai dingin. Betapa ribetnya bagi orang kota. Sebenarnya sih bisa saja asem tidak dicairkan lebih dulu. Masalahnya kemudian, asem tidak terdistribusi dengan sempurna, masih menggumpal. Sehingga bisa terjadi pas enak-enaknya makan tiba-tiba saja gigi si pelahap menemukan sesuatu yang keras dan kecut. Mak klothak! Rak nganyeli to... Sehinggga bisa dimengerti jika kemudian mereka lebih menyukai jeruk nipis atau cuka instan sebagai gantinya.

Sebagai wedang, asem memiliki kegunaan lain selain sebagai minuman ansich. Kata Simbok saya, wedang asem juga berguna untuk mengurangi demam ataupun batuk-batuk. Untuk orang yang ingin langsing, wedang asem juga bagus untuk melarutkan lemak. Kombinasi dengan bahan lain seperti kunyit atau beras-kencur dan lain-lain menciptakan obat untuk yang lain lagi. Dan obat kepingin tentunya. Ha..ha..ha.. Benar tidaknya saya tak tahu. Yang jelas, dari kebiasaan simbok membuatkan wedang asem, saya jadi penyuka wedang ini hingga sekarang.

Nah, ceritanya kemarin pagi saya menemukan (lebih tepatnya menemukan penjual) asem ini secara tidak sengaja. Sekitar jam 10-an karena dorongan kelaparan, saya mengunjungi depot makanan kecil di kantin pabrik. Maksudnya sih hendak mencari sesuatu guna melupakan rasa lapar sejenak akibat dari pagi perut belum terisi makanan. Apa lacur, sesampainya disana makanan murah meriah yang sering saya jadikan pengganjal perut sementara itu tidak tersedia. Karenanya, saya mencari alternatif lain.

Di sudut deretan pajangan makan itulah saya menemukan manisan asem. Bagi saya terdengar aneh. Asem kok dimanisin, ya tetap saja asem. Tapi, mungkin inilah yang disebut inovasi jualan. Bukannya orang jualan itu selalu butuh yang unik dan terkadang sensasional serta kadang nggilani? Selain asem, di sudut yang lain juga tersedia asinan/manisan pala, salak, mangga, kacang-kacangan, bahkan upil-upilan. Yang saya sebut terkahir saya tak paham, apakah terbuat dari upil beneran atau sekedar namanya saja. Tapi ya itu, harganya na'ujubilah. Satu ons asem harganya 5 ribu. Asem! Padahal di kampung paling cuman 500 rupiah.

Berbekal kenangan masa lalu, saya membeli satu ons asem. Dan sesampainya di bilik wedang, saya segera menyeduhnya. Tak bisa dipungkiri, asem yang dijual ini kualitasnya lebih bagus dari asem di kampung. Terbukti dari hasil seduhan yang lebih bersih, tapi rasa asamnya kuat sekali. Mmm... Enak juga. Kekurangannya cuma satu, pemanisnya bukan gula merah. Tapi itu tak terlalu masalah. Not bad lah...

Sebagai tukang wedang, adanya asem ini jelas berpotensi meningkatkan omzet saya. Paling tidak satu menu tambahan sudah tersedia. Spesial wedang asem!

Ayo, sapa mau?

15 komentar:

kenny mengatakan...

wedang asem botolan kan ono jg (soale aku jg minum yg botolan), yen gak ono yo golek sukarelawan/wati nyumbang aseme kelek, hihihii

pitik meresepkan mengatakan...

lha gampang to dab golek sing asem2 ngono kuwi..ngene carane :
1. Kaos dalem dan celana dalam, jangan diganti selama minimal 2 minggu
2. Copotlah daleman tersebut, kemudian celupkan ke dalam segelas air, boleh mentah boleh matang..
3. Peraslah daleman2 yang telah di celup air tersebut, hasil perasannya simpan ditempat sejuk dan kering selama +/- 1 minggu
4. Nikmatilah hasil fermentasi yang telah jadi tersebut, dapat disajikan dengan campuran gula merah bila diinginkan..atau disajikan bersama singkong rebus maupun onde2, akan membikin tambah nikmat...
inilah resep penggati wedang asem jika di njakarta susah ditemukan..selamat mencoba...

Bangsari mengatakan...

#kenny: larang regane mbak. ra kuat kantongku...

#pitik: dagadu!

evi mengatakan...

pesen satu ya....jgn lupa antar ke lantai 4 gd sebelahmu ok?
ditunggu....

kw mengatakan...

lha sirup asem kan akeh to pul. praktis tak perlu Mak klothak!.

dulu waktu masih sekolah aku sering nongkrong di warung es asem, sampai sekarang kalau pulang masih suka mampir.

bapaknya yang jualan selalu tanya, angkatan berapa dik?

waduh, rupanya banyak fans nya dulu yang masih sering mampir.

#pitik: jorok, kemproh, nggilani.

Mbilung mengatakan...

resepnya pitik lebih pas kalo pake bahan baku dari pitik.
Wis to Kang, tuku yang kotakan, kalo ndak mau ya beli saja Kiranti, memper kok.

Pinkina mengatakan...

aku moco kok melu kemecer kecuten hihihi :D aku gelem mas, siji yho, wedang asem + gulo aren, plus es yho ra popo dadine es asem hihihihi

pitik calon koki mengatakan...

#pingkina : utk resep saya memang lebih jos gandos jika pake gula aren + es batu..jika mbak tertarik sila mencuba...dijamin mas joko tambah sayang deh...

venus mengatakan...

aku lebih suka wedang jahe, atau teh jahe, atau kopi jahe :D

Luthfi mengatakan...

kan enek wedang asem instan, soko sid*munc*l
koyo jahe instan kae lho

iway mengatakan...

lah di superindo asem mateng banyak banget je, sriuss :D

rogebon mengatakan...

wah bener2 seger plus enak,

sandal mengatakan...

jaman aku kecil, malah ada yang jualan klungsu. yaitu isi asem yang direbus sampe empuk dan dibuang kulit itemnya. jan nggragas.

ilham mengatakan...

Thanks atas info tentang wedang asem

bentodoank mengatakan...

mas....kebetulan ki. aku dodoalan nasi angkringan ono bekasi.menu spesiale mung wedang jahe, nah ini kebetulan, ide baru iki bisa tak tambahi satu menu wedang asem....cuman aku ga tau cara bikin wedang asem...tolong mas email ke aku gimana cara bikin wedang asemnya..? ke yudi email yudi_fyi@yahoo.com

maturnuwun yo mas