03 Mei 2007

Tukang wedang Medical Check Up

Ceritanya, kemarin (02/05/06) saya habis Medical Check Up. Emang gue pikirin? Sapa elu? Mungkin begitu yang ada dalam benak sampeyan. Percayalah sodara, saya sedang pengin cerita. Lebih tepatnya, pamer! Sampeyan harus terima itu. he..he..

Untuk lebih gampangnya biar saya tidak keseleo lidah, saya sebut saja sebagai "tes kesehatan". Sebenarnya saya agak bingung, yang bener itu tes kesehatan apa malah tes ketidak-sehatan?

Wong n
deso kaya saya kok pake tes kesehatan segala, buat apa? Nggaya banget ya?

Biarin! Kapan lagi bisa nggaya? he..he.. Tenang dulu, sodaraku sebangsa setanah air. Jang
an berprasangka buruk. Ini saya ceritakan supaya sampeyan punya pegangan dan tidak kaget kalo misalnya sampeyan harus menjalani tes sejenis. halah.

Ceritanya, pabrik tempat saya biasa bikin wedang itu mengeluarkan peraturan inter
n baru. Pekerja pabrik yang sudah setahun bekerja, harus menjalani tes kesehatan untuk menentukan layak tidaknya dipekerjakan kembali oleh pabrik. Nah, karena peraturan ini baru diberlakukan, maka saya lah yang ketiban sampur. Saya menjadi yang pertama dan satu-satunya tukang wedang yang harus menjalani tes ini. Yang lain? Emangnya ada tukang wedang lain? Ya ndak ada, ya cuma saya ini...

Seharusnya saya menjalani tes ini sebulan yang lalu, tapi karena hal-hal yang saya tidak paham, tes ini baru bisa dilakukan kemarin. Dengan diantar sopir pabrik dan seorang staf HRD serta dibekali surat pengantar dari bos, saya diantar ke rumah sakit MMC di Kuningan. Entah apa kepanjangannya, saya tak tahu. Yang jelas tidak mungkin Multi Media Card. Sampeyan tahu?

Meski beberapa kali lewat jalanan depan situ, saya baru tahu kalo yang namanya MMC itu cuma bersebelahan dengan Pasar Festival. Aduh Gusti, kemana saja saya selama ini? Kaya gini saja kok ndak tahu? Mbuh lah.

Setelah bertanya ke petugas informasi, saya menuju lantai 5. Disana, saya segera menghadap petugas pendaftaran. Si petugas (P) dengan sigap dan ramah segera menyapa saya (S).

P: "Ada yang bisa saya bantu?"
S: "Saya disuruh bos kesini untuk tes kesehatan. Ini suratnya."
P: "Sudah puasa dari semalam?"
S: "Sudah"
P: "Sudah bawa oleh-oleh?"
S: "Oleh-oleh? Saya cuman dititipin bos surat aja, tidak ada oleh-oleh apa pun."
P: "Bukan oleh-oleh beneran mas. Maksudnya, oleh-oleh kotoran."
S: "Oleh-oleh kotoran?"
P: "Aduh mas, mas. Tinja, feses. Bawa ngga?"
S: "Waduh, ngga. Ngga dikasih tahu je. Lagian gimana bawanya?"
P: "Ya udah kalo gitu, sekarang langsung tes urine dan pengambilan sampel darah."
S: "Baik."

Begitulah. Pertama, saya dikasih sebuah tabung kecil yang harus diisi dengan air seni saya. Sehabis itu, saya diambil contoh darah melalui vena tangan kiri. Selanjutnya, saya dibawa ke bagian Radiologi untuk diambil foto Rontgen bagian dada. Petugas menyuruh saya membuka baju bagian atas untuk difoto. Ademe pol ternyata ruangan itu, badan saya sampai menggigil.

Selesai rontgen, saya diharuskan makan dan minum. Saya juga dipeseni supaya kembali lagi ke ruang tes medis selesai makan.

Karena hari sudah siang dan saya belum makan minum dari malam sebelumnya, nasi goreng yang disediakan tandas dalam sekejap. Setelah itu, saya kembali ke ruang tes kesehatan.

Kembali menjalani tes yang lain. Kali ini tes jantung. Sekali lagi saya disuruh buka baju, dan lagi-lagi saya kademen. Alat itu aneh. Banyak selang dengan masing-masing bagian ujungnya bisa ditempelkan ke badan. Persis seperti dalam filem-filem. Dua ditempel di kaki kanan-kiri, dan sisanya di sekitar perut dan dada.

S: "Hasilnya gimana sus?"
P: "Nanti dokternya yang akan menjelaskan."
S: "Baiklah."

Selesai merapikan baju, saya diantar ke dokter yang bersangkutan. Lagi-lagi saya disuruh buka baju. Asem! Dan untuk ketiga kalinya, saya menggigil lagi. Untung dokternya wanita, masih muda dan cakep. Jadi saya sedikit terhibur. he..he..he.. Sambil menempelkan stetoskop di sekitar dada dan perut, dia memberi perintah. "Ambil nafas, lepaskan, ambil nafas, lepaskan, ambil nafas, lepaskan....."

Asem! Jeda antara ambil nafas dan melepaskannya terlalu cepat, saya jadi kelabakan. Sudah menggigil kademen, disuruh nafas cepat pula. Huh. Untungnya tes ini cuma sebentar.

"Kamu normal", kata si dokter pendek.

"Enak aja! Dari dulu saya juga normal. Emangnya gerilyawan kurang gawean itu yang suka sama bencong? Saya normal tahu!", gerutu saya dalam hati.

Setelah merapikan baju, saya menuju ke petugas awal lagi.

S: "Ngapain lagi mba?"
P: "Habis ini pengambilan urin dan darah lagi"
S: " Oke, saya siap. Mumpung saya juga kebelet pipis nih"
P: " Hush, ngga boleh. Dua jam lagi untuk hasil yang terbaik. Jadi silahkan tunggu. Kalo mau minum atau bikin teh, silahkan bikin sendiri"
S: "Baiklah"

Sambil menunggu, saya baca koran. Habis koran yang satu, saya ambil yang lain. Habis yang kedua, saya ambil yang ketiga. Habis yang ketiga, habis sudah semuanya. Eits, masih ada majalah di kolong meja. Dan saya menemukan bakpao ini.

Ndik, iki oleh-oleh buatmu. Tak embatke satu. Biar kamu ngga keluyuran kemana-mana. he..he..he..

Terakhir, saya diambil contoh urine dan darah saya lagi. Tapi kali ini dari vena tangan yang kanan.

Selesai? Di MMC sih iya, tapi tes di Pasar Festival baru akan dimulai. ha..ha..ha..

NB: Berhubung saya lagi bersyukur, insyaallah jumat malem besok akan ada syukuran di HI. Untuk konfirmasi, hubungi Pak Presiden dan Panglima Perang...

25 komentar:

Ndoro Seten mengatakan...

Ooo dasar ndoro asal Wonolawas....btw, saya dulu pernah tes kesehatan nggak dikasih tau kalo harus puasa semalem segala, pas ditanya sustere sudah puasa Mas? Tak jawab sudah dari jam 9 malam, tak apusi kowe!!...dan hasil tese tetep bagus ki, opo doktere sing ngawur yo?

Bangsari mengatakan...

#ndoroseten: sampeyan bawa oleh-oleh ndak? nggembole piye? he..he..

kawoela alit mengatakan...

kowe ketiban sangkur...?
bajilak... aku yo normal... pitik elek sobo indosat kae lho sing doyan mbanci.... terus sing dijowal jawil bencong kan kowe..

Bangsari mengatakan...

#kawoela alit: ketiban sangkur gundulmu... kowe normal to? tak kiro podo pitik sing doyan banci. he..he..
ngomong-omong soal dijawil banci, pak presiden yo dijawil lho...

gita mengatakan...

syukuran opo mas? syukuran nek sampeyan ki normal :))

Pinkina mengatakan...

syukuran ? te rabi mas ?
mugo2 isok teko, aminnnn

venus ngakak mengatakan...

woooo lhaaaa... ora kreminen to, pul? wahahaha....

yo wis lah, slamet slameeettt...

Hedi mengatakan...

asyik ono mangan-mangan ki, ngono dong. Pas aku teko musti sepi wae :D

Luthfi mengatakan...

Makan?
siap2 teko ahhhh

president mengatakan...

hallah !

kok malah lanturan "jawil" benconge

Ok, poro sederek pembaca setia blog ini.

Monggo hadir di Bunderan HI 4 Mei 2007 jam 22:00 atau setelah Sinetron Wulan.

Bakal ada acara syukuran Ndoro Menteri Keuangan, karena potrek wajahnya sukses dijadikan desain uang receh baru Negara Bunderan HI

Sekali lagi, monggo hadir :)

DenaDena mengatakan...

wes pap smear rung? hehehe

mei mengatakan...

makan2 yo...wah kalau gratis gt mengundang iman...hihi

selamet2 mas=)

kw mengatakan...

asyik.. akan ada pesta besar. cuman gimana nanti kalau dibubarin kamtip ngeliat kita teler kabeh?

eniwe selamat pul.

langit bertanya mengatakan...

ne wanita test kehamilan,ne dirimu apakah test menghamili??? :D

Juragan Pitik mengatakan...

selamat ndoro menteri..padahal menteri liyane di resafel sampeyan malah di angkat...
buat endiks, bencong2 dek wingi demo, trus lapor aku jare kowe durung mbayar?wah jan ngisin2i negoro mbuderan wae kowe ki nda...

Moes Jum mengatakan...

Penyakit muntahmu yo termasuk sing di-check opo ora? hihiiii

Yunita Panther mengatakan...

Syukurannya kok di JKT ? jauuuuuhhh

sahrudin mengatakan...

kalau medikal cek-ap, pasti banyak yang sehat, ya? lha, kalau seksual cek-ap? ahaha...

venus mengatakan...

pul, makasih kemaren udah dateng. jangan kapok ya? :D

Fany mengatakan...

beneran gak tau kepanjangan MMC?
MMC = Metropolitan Medical center

hehe.. kalo gak salah inget. dulu sodaraku dirawat disitu soale

kenny mengatakan...

walah..sesama penggemar banci mbok sing akur :D

Lena mengatakan...

Salut buat perush njenengan yg telah melaksanakan salah satu Peraturan menteri tenaga kerja tentang "pemeriksaan kesehatan berkala" bagi karyawannya.
Hehe...serius banget yo komen-ne!

elly.s mengatakan...

alhamdulillah sehat...
langsung syukuran ya?
wah..pengen ikutan sekali2...

oon mengatakan...

mau dia suransiken kali tuw pak mentri....tukang asu ransi kan biasane maunya njamin wong sehat...beuh...tapi paling ora, dadi ngerti kondisi badan yang sedang berjalan :p

utada mengatakan...

mas ... mas ...
loro gak disunsik?
he...