02 Februari 2007

Banjir Jakarta

Jakarta Banjir. Berita itu muncul di berbagai media, menjadi pembicaraan dimana-mana. Di koran-koran, tv, radio, internet dan mungkin media lain.

Saya jadi berandai-andai. Seandainya yang kebanjiran adalah desa-desa terpencil, Bangsari misalnya. Bisa ditebak, kecil kemungkinan adanya pemberitaan. Kalau pun ada juga hanya sekilas saja. Selama puluhan tahun sudah membuktikan hal itu. Meski Bangsari jarang banjir, tapi desa sebelah selalu kebanjiran setiap tahun. Namun seperti biasa, tidak ada pemberitaan. Bahkan kejadian yang menurut saya luar biasa, tidak ada juga. Misalnya ketika beberapa tahun lalu terjadi kecelakaan putusnya jembatan Kali Cimeneng yang membawa korban 9 orang termasuk sebuah keluarga yang terdiri dari bapak-ibu dan dua anaknya tidak muncul juga.

Adalah hal yang lazim, jika muncul di media berarti lebih banyak yang peduli. Makanya kemudian banyak orang ingin muncul di media.

Anda bisa saja membantah. Lho, pusatnya media kan ada di Jakarta. Ya pantas, logis dan wajar-wajar saja kalo pemberitaan seputar jakarta lebih mudah dan lebih besar porsinya.

Ya, bisa saja demikian. Tapi, ini bukan masalah logis dan tidak logis. Bukan pula masalah wajar dan tidak wajar, pantas dan tidak pantas. Lebih dari itu, masalah utamanya adalah kurangnya rasa adil.

Saya kok melihat orang-orang jakarta ini menjadi sedikit egois. Di satu sisi, orang-orang kampung disuruh mengikuti lifestyle nJakarta kalau tidak ingin dianggap ketinggalan jaman, kampungan dan tidak masuk hitungan. Pokoknya ngga banyak gunanya deh. Tapi giliran orang jakarta terkena bencana sedikit, kebanjiran misalnya, mereka menginginkan simpati dari seluruh negeri. Apa ya semua mau dipek dewe? Mbok yaa bagi-bagi.

Orang-orang desa sih sudah terbiasa tidak diperhatikan media dan pemerintah. Pemerintah hanya dianggap sebagai pihak yang harus dipatuhi supaya hidup mereka aman, tenteram dan tidak bermasalah dengan hukum. Soal makmur, ya dipikir dan diusahakan sendiri.

Orang-orang di kampung saya beranggapan, Jakarta ya pemerintah itu sendiri. Paling tidak dekat dengan kekuasaan. Paling ora melu mambu pemrentah. Hal ini jelas sekali terlihat dari cara orang-orang daerah menyebut "Orang Jakarta" untuk merujuk pemerintah (pusat).

Lho, apa maksudnya tulisan ini? Lha mbuh ki.

Saya hanya merasa sedikit bersyukur. Apa pasal? Supaya orang Jakarta juga ikut secara riil merasakan kesusahan yang dirasakan daerah-daerah. Kalo perlu ditambah sedikit gempa dan sedikit tsunami.

25 komentar:

koeaing! mengatakan...

hahahhahaaha...ha ko mala nesoe poen...

Hedi mengatakan...

Yang pasti dari banjir, orang kaya atau miskin menjadi sama deritanya. Soal liputan media, ada sedikit keanehan memang, gempa Manado dst-nya sangat kurang liputan, tapi bencana longsor di Suamtera Utara justru besar. Aku ra dong opo'o ngono iku.

*niat ke HI, apa daya ketiadaaan akses aspal :(*

kw mengatakan...

setuju pul. orang jakarta itu amat sangat egois, gak ketulungan. :)

wah pengen ngikut ko yo bacanya udah jam 21 30. gak ada angkot lagi.

wis pokoke entah minggu ngarep, minggu ngarepe aku pasti kesitu. masih bisa kan pul?

de mengatakan...

Wong banjir banyu wae kok bingung. Aku ning kene malah banjir lumpur, panas pisan. Piye? Ijol po?

kenny mengatakan...

wes..pindah seko jakarta wae piye??
mengko bengi yen cangkruk an gak usah dolanan banjir yo :D

wedhouz mengatakan...

sing sarèh... sing sabar... sing dowo ususé... dinikmati wae banjire... :-P

My Alter mengatakan...

waduh mas....jangan gitu toh mas....jangan ditambah gempa dan tsunami... banjir aja udah cukup bikin repot..:(

a l i mengatakan...

eh kang ipoul alias bangsari tea jangan macem-macem permintaanya dunk ;p dikasih banjir aja udah bingung gak ketulungan, malah minta gempa sama tsunami, ntar malah gak ada cangkrukan lagi di HI loh ;p

btw sampeyan kebanjiran rak?

venus mengatakan...

banjir kok ra umum :(

Moes Jum mengatakan...

kuwi dudu banjir Dab ... kuwi mung perayaan Hari Lahan Basah Sedunia ... mulai tanggal 2 Februari 2007. Sing banjir asli yo sing nang daerah2 (contonya Bangsari)

jt mengatakan...

kekuatan media bung. betapa mama mertua di yogya kerap telpon sambil nangis. takut anak-anaknya kebanjiran. lha wong di tipi isinya yang banjir banjir aja. ndak diliatain yang sedang belanja dipertokoan ato ke salon.

pitik mengatakan...

hayo kita pake tema "desa mengepung kota"..eh..sik..sik itu kok kaya slogan kaum kiri yo?nek ora ayo kita dirikan aliran tolak kota..kembali ke desa..gelem ra?

lu.tv mengatakan...

aku sampe pusing
smua tv isinya banjir

Ely mengatakan...

gimana banjirnya Mas? dah surut?

za mengatakan...

yo ndak mesti ikut ikutan wong jakarta thoh mas....!jas be yor selp ajja

raravebles mengatakan...

Lha trus piye?? Jakarta ben klelep wae..

*timbang cangkruk, hayo berenang, bantu bang yos.. * :D

pancarAdis mengatakan...

semoga tidak banjir lagi

jakarta iku mengatakan...

panggonan seng paleng kalal dikapak-2 ke ... :

didemo kalal
digusur kalal
dibakal kalal
dianiyaya kalal
diacak-acak kalal
dilindu gede kalal
disunami kalal
opo meneh mung dibanjiri : kalal !!!

jumiran kebo mengatakan...

hmmm,
mengapa banjir?
karena ada air.

mpokb mengatakan...

lho? banjir2 apa masih bisa cangkruk?
btw, memang sih, orang jabodetabek sering berpola pikir jabodetabek-sentris. semoga belum terlambat untuk berubah yak..

gita mengatakan...

pindah ae mas, balik ndeso :D

Lena mengatakan...

Jakarta ki enake mung nggo golek duit thok!, tapi ra enak yen nggo urip!

bank al mengatakan...

Lain kali kalau ada banjir di Bangsari dimasukin TV aja Mas. Supaya Bangsari terkenal kayak Jakarta

Luigi mengatakan...

Sebagai mantan orang jakarta, karakteristik kehidupan disana memang sedemikian rupa membuat individunya berpolah seperti yang digambarkan, namun demikian kalau mengenali mereka 'on indivudual basis' - mereka juga rindu kok kekerabatan dan kesahajaan layak mereka penduduk di kota kecil atau di pedesaan lainya..

orang jakarta juga manusia, lho :D

Salam hangat dari Afrika Barat, update dari Liberia dan tulisan kawan-kawan lainya ada di Warung Kopi ini, kalau longgar, silaken mampir - atuh! :p

bagonk mengatakan...

ya gimana lagi... ibukota negara je... pasti liputannya lebih heboh...