14 Desember 2007

rute rute ke bangsari

menjawab pertanyaan-pertanyaan pada postingan ajakan tur wedus ke bangsari, berikut saya berikan rute-rute menuju ke sana.

dari jakarta

kereta
silahkan bergabung dengan rombongan dari stasiun senen. atau jika anda memutuskan berangkat sendiri, rutenya dari senen ambil kereta ekonomi jurusan cilacap dan turun di gandrung mangu. peserta akan dijemput disitu. perjalanan memakan waktu sekitar 10 jam, biaya 24 ribu rupiah.

bus
bisa juga naik bus dari terminal rambutan, grogol, pulogadung atau kalideres. setahu saya, bus hanya tersedia sampai dengan sebelum jam 6 sore. naiklah bus gapuraning rahayu yang ke cilacap via kawunganten (jangan yang via wangon), turun di pasar sitinggil. peserta akan dijemput disitu. perjalanan memakan waktu sekitar 8 jam, biaya 50 ribu.

dari jogja:

kereta
kereta yang tersedia hanya ada satu jenis, kereta ekonomi jurusan bandung. berangkat dari lempuyangan sekitar jam 12:00 (kalau jadwalnya belum berubah) dan sampai di gandrung sekitar jam 16:30. peserta akan dijemput. meski ada juga juga kereta jam 22:00, sebaiknya jangan ambil yang ini karena kemungkian anda mendapatkan tempat duduk biasanya kecil.

bus
dari terminal giwangan atau bisa juga dari pasar gamping, naik bus jurusan yang ke cilacap langsung. (bisa juga menggunakan bus jurusan purwokerto, tapi sebaiknya jangan, karena akan ribet dan membingungkan.) perjalanan dari jogja ke cilacap memakan waktu sekitar 4-5 jam. sesampai di terminal cilacap, ganti bus jurusan sidareja dan turun di pasar sitinggil. dari cilacap ke sitinggil ditempuh kira-kira 1 jaman. setelah sampai di sitinggil, peserta akan dijemput.

dari semarang:

saya sendiri belum pernah ke semarang langsung. jadi, kira-kira begini. naiklah bus jurusan cilacap dan selanjutnya ambil jurusan sidareja, turun di pasar sitinggil. bisa juga ke purwokerto dulu, kemudian ganti bis yang ke cilacap. selanjutnya, idem. perjalan dengan kereta setahu saya belum tersedia.

alternatif lain, ambillah rute jogja.

dari salatiga:

karena menggunakan mobil sendiri, sampeyan bisa pergi sewaktu-waktu. ambil jalur magelang, purworejo, kebumen, gombong, dan buntu. di perempatan buntu, sampeyan ambil yang lurus (arah cilacap). belok kiri juga menuju cilacap, tapi perjalan akan sedikit berbelok. tapi jangan samapi salah belok ke kanan, karena akan tambah jauh melalui purwokerto. terkecuali sampeyan mau mencicipi sroto sokaraja. dari cilacap kota, ikuti jalur bus jurusan sidareja. sesampai di pasar sitinggil, kabari saya. berapa waktu tempuh dan biayanya, saya tak bisa perkirakan.

dari surabaya:

kereta
ambil jurusan bandung, turun di gandrung. peserta akan dijemput. perjalanan memakan waktu sekitar 12 jam, biaya sekitar 30 ribu.

bus
ambil jurusan cilacap, turun di terminal cilacap. selanjutnya idem.

untuk keterangan lebih lanjut, silahkan kontak saya...

11 Desember 2007

tour wedus ke bangsari

dengan ini diumumkan, bahwa tour wedus ke bangsari akan dilaksanakan pada tanggal 29 - 31 desember 2007. berangkat menggunakan kereta ekonomi dari stasiun kota pada hari sabtu tanggal 29 pukul 19:30 dan dijadwalkan kembali dari bangsari pada tanggal 31 malam (malam tahun baruan diperjalanan).

bagi yang berminat silahkan mendaftar (lewat komen juga boleh), atau datang saja langsung ke stasiun kota pada tanggal dan waktu tersebut. untuk menjaga kemungkinan tidak ketinggalan kereta dan memastikan mendapat tempat duduk, sebaiknya para pembeli tiket sudah standby di stasiun kota sebelum magrib. bisa juga konfirm dulu ke saya untuk reservasinya. halah. biaya sekali rp 24 ribu sekali jalan.


maap postingan ini tidak berhubungan dengan tulisan sebelumnya. soalnya lagi buru-buru mau jalan-jalan dulu nih. hehehehe.

09 Desember 2007

hari pertama di temasek; sial!

dasar sial! hasil jepret sana jepret sini sejak pagi dimulai dari cengkareng hingga tumasek hingga menjelang tulisan ini dibuat, hilang dalam sekejap gara-gara utak-atik sok tahu dan akhirnya tak senagaja kepencet tombol format. asyem!


padahal banyak momen yang bisa disampaikan melalui gambar hasil jepretan. tentang tukang-tukang servis pesawat yang pijet-pijetan di bawah bayangan pesawat dalam panasnya udara cengkareng. tentang awan-awan hampir sepanjang penerbangan. tentang MRT temasek yang menakjubkan. dan tentang orchard road yang top markotop. karena itu semua ndak ada fotonya, anggep saja saya lagi ngimpi.
soal cengkareng dan awan-awan, sampeyan pasti bosen. langsung saja cerita soal temasek. pesawat yang saya tumpangi berangkat pukul 10:05, terlambat dari jadwal 08:30 dan baru sampai di tujuan pada pukul 11:30.
begitu mendarat di changi, saya memasang mata lebar-lebar. saya sangat pengin tahu, mengapa negeri mini ini konon bisa mengatasi negeri kita dalam berbagai hal, semua mafhum. pertama keluar dari pesawat, hujan baru saja reda. tanpa tiupan angin dan matahari bnersinar terik, hawa temasek tak jauh beda dengan jakarta. sumuk. keluar dari lorong kedatangan, perbedaan belum begitu terasa. kecuali bahwa changi memang jauh lebih besar dan lebih modern plus lebih hijau. antrian di bagian imigrasi mengular, pemeriksaan pun lebih ketat dari cengkareng.
selesai pengambilan barang, saya dan teman sepabrik (yang berangkat hari minggu cuman 2 orang) memutuskan menggunakan MRT. itung-itung pengin perbandingan dengan busway. langkah pertama membeli tiket. pembelian disini dilayani mesin yang berderet, termasuk uang kembaliannya. penjaga yang bertugasa hanya 1 orang, mungkin disediakan buat orang seperti saya yang masih nunak nunuk. setelah dijelaskan sewajarnya. saya mencoba memasukkan uang 50 $. untuk 2 orang dengan tujuan orchard, harganya sejumlah 5,4 $. lebih mahal 1,4 $ dari keterangan petugas. entahlah. dari petugas tersebut saya juga mendapat keterangan, untuk mencapai orchard harus berganti 2 kali. pertama di tanah merah, dan kedua di city hall dan turun langsung di orchard road.
MRT memang benar benar nyaman. kini saya sudah merasakan sendiri, ndak perlu minta didongengi pakde. gap antara MRT dan tempat melangkah penumpang bisa dikatakan ndak ada. wong saya narik koper beroda saya ndak perlu diangkat. coba bandingkan dengah busway. jarak badan bus dan tempat melangkah terkadang hingga setengah meter. disini mulus. volume penumpangnya pun jauh lebih banyak. mungkin karena hari minggu, sebagian besar wanitanya berpakaian seksi dan wangi. bercelana pendek atau rok mini, perut terbuka, belahan depan memperlihatkan apa yang seharusnya, sebagian backless. mereka bercakap cakap dalam bahasa yang beragam. kebanyakan china, sebagian india, sebagian melayu dan sebagian kecil inggris. kaum prianya? maap, saya lupa perhatikan. hehehehe.
sesampai di orchard, hujan luar biasa deras. terpaksa kami menunggu. sambil menunggu hujan reda, kami mencari tahu letak losmen kamin. jebul ternyata, cuman sekitar 200 meteran dari stasiun. begitu gerimis mereda, kami langsung jalan. bukannya mereda, hujan kembali turun dengan derasnya. alhasil, sesampai hotel kami kebasahan, kedinginan dan kepala terasa pening. setelah mandi, kawan saya mengajak berkeliling orchard. orchard kelihatannya salah satu pusat belanja di negeri singa ini. deretan mall besar berjejer dengan rapi, sangat bersih dan modern. pohon-pohon besar tumbuh sepanjang jalan ini (kalau tak salah, hampir di semua tempat yang lowong di temasek, selalu ditumbuhi pohon).
iseng-iseng kami memasuki pusat-pusat perbelanjaan itu. ternyata, harganya mahal pol. baju rata-rata 100 $, kira-kira rp 650 ribu. mending beli di jakarta, dengan harga seperempatnya saja, kualitas yang sama sudah bisa dibeli. ya sudah, kami cuma keliling sampai kaki pegel tanpa membeli barang sedikit pun. kecuali makan siang di mas donald (karena belum dapat jatah makan siang). sehabis keliling, waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, kami memutuskan balik ke losmen untuk makan malam dan istirahat sebentar. saya sempat tertidut setengah jaman, sedang teman saya katanya mau tidur sejam. lha bukannya sejam, temen saya malah ndak mau bangun setelah nempel bantal. akhirnya, saya memutuskan jalan sendiri. pengin tahu bagaimana orchard di waktu malam. waktu sudah menunjukkan pukul 21:20.
orchard di waktu malam sepi. cuman lampu berkelap-kelip meriah diantara pohon-pohon besar sepanjang orchard menyambut natal. namun ada yang tak begitu nampak di siang hari, menjadi sangat kentara di malam hari. bisnis begituan. dalam jarak sekitar 200 meteran saja saya sudah menjumpai banyak hal demikian. wanitanya kebanyakan berkulit kuning, prianya kebanyakan bule. selebihnya orchard tak menarik diatas jam 22:00. saya memutuskan nongkrong saja di sudut lampu merah sambil utak-atik kamera. maksud hati pengin mencoba night shot, lha jebul kepencet tombol format tak sengaja. saya memaki dalam hati. kesal, saya balik ke penginapan.
mau tidur belum juga ngantuk, akhirnya saya ke ke warnet losmen. usut punya usut, semua fasilitas internet di penginapan ini gratis. sudah gitu, hot spot pula. coba bandingkan dengan penginapan-penginapan di jakarta. biaya sewa per jamnya bisa untuk makan sekeluarga. di sini disediakan komputer dan gratis pula....
ya, kini saya mulai sedikit mengerti mengapa temasek lebih maju dari negeri kita. negara kota ini begitu teratur, bersih, modern dan sangat memanjakan pengunjungnya.

07 Desember 2007

dia menantang perang!



bahwa masih banyak peer di negeri ini, itu benar. tapi menurut saya, tulisan dalam blog ini sudah di luar batas etika dan kesantunan. sudah jelas dia melakukan provokasi yang tak bisa dimaklumi lagi. pelecehan terhadap simbol-simbol kenegaraan adalah hal yang tak bisa diampuni. segala pelecehan terhadap pancasila, terhadap bendera kita, dan segala hal yang berbau indonesia. sampai saya mendapat kesan, menurutnya, indonesia adalah sebuah kesalahan.

dia menantang perang bung!

05 Desember 2007

8 resolusi

resolusi ki opo? mbuh. saya menganggap ini daftar (teman-teman sepabrik menyebutnya daftar list) ini semacam peer tentang keinginan di masa yang akan datang.

katanya sih seharusnya resolusi 2008, tapi saya pilih yang lebih jangka panjang sedikit deh. soalnya di tahun 2008 saya belum ada gambaran mau ngapain. nah, inilah daftar list yang ditugaskan oleh pito itu:

1. pingin kambing-kambing itu bisa meluluskan pendikian anak-anak bangsari
2. pingin anak-anak b-h-i nduwe perusahaan dewe
3. pingin simbok wedange b-h-i iso ngitung duit dewe ben ra kesel bolak balik ngitungke
4. pingin lapangan kerja melimpah dimana-mana sehingga saya bisa keluar dari jakarta tanpa harus jadi penganguran
5. pingin endonesah dadi nggenah ndak cuma gontok-gontokan ndak mutu sama malaysia
6. belum tau pingin apa lagi
7. idem, belum tahu
8. pokoknya belum tahu!


sekarang tak lempar ke siapa ya? sik, sik. saya tak mikir dulu...

asuransi jiwa: siapa yang diuntungkan?

jika seorang suami mengikuti asuransi jiwa dan pada suatu saat dia meninggal, siapa yang diuntungkan?

jawabannya adalah: suami kedua si istri.

lho kok bisa? ya begitulah. umumnya, ahli waris dari asuransi jiwa seorang suami tentu saja istrinya sendiri. nah, karena sang istri masih sangat mungkin menikah lagi pasca meninggalnya sang suami, tentu saja suami keduanya lah yang diuntungkan. sederhana bukan?

moral dari cerita ini: jadilah suami kedua....

03 Desember 2007

pengangguran

Berjuta orang menganggur.
Aku ngantuk di kantor...

senin

senin adalah hari dimana semua kesenangan itu harus berakhir.

30 November 2007

Tutup

Sesuai pengumuman semula, hari ini tanggal 30 november 2007 pengumpulan dana kambing untuk anak-anak sekolah di bangsari ditutup. Dana brutto yang terkumpul sejauh ini sebesar Rp 21.450.000,- plus 15 ekor kambing yang dikirim secara langsung oleh seseorang ke bangsari. Setelah dikurangi dana kampanye berupa kaos dan sticker, netnya sebesar Rp 19.050.00,-.


Info sekilas dari bapak yang saya dengar via telepon, uang tersebut sudah dibelanjakan untuk membeli 28 ekor kambing dengan berbagai ukuran. Ditambah dengan 15 kambing sumbangan lain, total terdapat 43 kambing untuk mereka.

Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak atas segala apresiasi dan sumbangannya baik langsung maupun tidak.

Nah, selanjutnya kami mengajak saudara-saudara yang punya waktu dan kesempatan untuk meninjau para siswa tersebut saat akhir tahun ini. Anggap saja ini Tour de Bangsari. Siapa berminat, silahkan daftar. Gratis...

Pengumuman lain ada di balibul.

28 November 2007

mau cepat, menyogoklah

dalam sebuah dialog di televisi beberapa tahun yang lalu, salah satu narasumber mengatakan: bahwa semua korupsi itu harus diberantas, mayoritas sepakat. semua? iya, tapi sesuai kultur orang endonesa, tentu saja harus disertai dengan catatan atau pengecualian. yaitu selama tidak menyangkut: saya, keluarga saya, atau teman saya. dus, jadilah endonesa seperti yang kita semua sudah pahami bersama.

sekarang beralih ke pembuatan paspor. menurut aturan yang dipampang dekat pintu imigrasi jakarta barat, pembuatan paspor memerlukan waktu 5 hari kerja.


hari pertama

hari pertama adalah memasukkan berkas. prosesnya: membeli formulir, mengisinya, dan menyerahkan kembali formulir beserta dokumen pendukung. meski loket sudah dibuka jam dari jam 08:00, petugas penjaga mengatakan layanan baru dimulai pukul 10:00. tentang orang-orang yang hilir mudik membawa berkas dan berbincang akrab dengan petugas, saya menduga mereka adalah para pengguna jalur tol. beberapa diantaranya sepertinya orang dalam yang mencari sambilan. saya sendiri mengikuti jalur normal.

formulir sebagai sarat awal harus dibeli di loket khusus yang katanya dikoordinir oleh koperasi. okelah harganya "cuma" enam ribu, meski isinya hanya map dengan selembar kertas berisi isian data dan selembar pernyataan belum pernah memiliki paspor sebelumnya. pernyataan ini harus tandatangani dengan dibubuhi materai. materainya juga harus dibeli di tempat yang sama. harganya tujuh ribu rupiah.

dalam catatan saya, banyak kantor pemerintah yang melayani publik, menerapkan metode yang sama. menjual formulir beserta kelengkapannya dilengkapi layanan fotokopi yang harganya di atas harga umum. dengan nasabah yang jumlah mungkin mencapai ribuan dalam sebulan, silahkan perkirakan sendiri berapa keuntungannya. embel-embelnya (selalu begitu), untuk kepentingan koperasi. gagah sekali kedengarannya. siapa yang diuntungkan koperasi abal-abal tersebut? (hahaha... bodoh sekali pertanyaan ini.)

masih pada hari yang sama, proses selanjutnya hanya "tinggal" menunggu tanda terima permohonan pembuatan paspor. dari awal hingga tanda terima, diperlukan waktu kira-kira 2 jam. yah, kira kira pas jam makan siang proses hari pertama selelsai. selanjutnya, datanglah 2 hari kemudian.

hari ketiga

berbekal pengalaman hari pertama, saya mencoba datang lebih pagi. pukul 08:30 saya sudah di depan loket. meski mendesak untuk segera dilayani, jawaban petugas tetap sama: layanan baru dilakukan pukul 10:00. busyet. ya sudahlah, saya bisa sarapan dulu di koperasi depan sambil menyelesaikan kitab suci pinjaman resi burung.

pukul 10:00 tepat saya dipanggil dan segera menuju loket kasir. 270 ribu rupiah tercatat angka yang harus saya bayar dalam kwitansi beserta nomor antrian untuk wawancara. kemudian menunggu lagi. saat giliran wawancara tiba, waktu menunjukkan 10:25.

tadinya saya pikir wawancara itu semacam litsus. jebul ternyata cuman menanyakan nama, tanggal lahir, nomor hp dan tempat tinggal. yang terakhir kelihatannya cuma keisengan mbak petugas. habis itu, antri lagi untuk proses selanjutnya. pengambilan foto dilakukan pukul 11:15 beserta pengambilan sidik 10 jari secara elektronik. cap jempol secara manual menggunakan tinta hitam juga dilakukan untuk menandari berkas.

selesai? belum. menurut petugas terkahir, paspor baru bisa diambil seminggu lagi. damn!!! rasanya pengin tak untal wong kuwi. bos tak mau tau bagaimana caranya, minggu ini harus selesai. akhirnya petugas yang berinisial H membisiki saya untuk meminta sejumlah harga paspor itu dengan janji 2 hari lagi selesai. ternyata menjadi warga negara yang baik itu tidak mudah...

kesan yang saya tangkap, para pelayan publik itu sangat membutuhkan uang tambahan. seolah negara ini tak menggaji mereka dengan layak. gaji dari pajak yang dipungut paksa dari kerja kita...

26 November 2007

Hak warga atas negara

Bukankah paspor itu adalah bukti sekaligus hak warga atas negara? Jika demikian, mengapa diperlukan biaya sebesar sekali UMR dan waktu selama seminggu?

Negara ini memang aneh...

21 November 2007

Tumasik

Tumasik (atau Temasek) adalah nama kuno dari negeri kecil tetangga kita di sebelah barat. Konon, negeri mini ini sangat bersih, tertib, indah dan menyenangkan. Katanya pula, harga barang bermereknya di sana juga lebih murah. Makanya tak mengherankan jika kemudian orang-orang kaya jakarta yang kebingungan bagaimana caranya mbuang duit, mainnya kesana. Weekend Party at Temasek! Begitu bunyi iklan yang sering saya jumpai di koran-koran akhir minggu. Tumasik menjadi begitu gampang dijangkau, seolah tempat itu cuman berada di sebelah bunderan HI yang bisa disambangi tiap akhir pekan.

Belakangan, Temasek yang kepunyaan negeri mini itu sedang ramai dibicarakan media kita. Huh, basi! Mana pernah kita menang melawan mereka? Mulai dari persoalan tkw, perjanjian arbitrase, hingga masalah asap. Kita selalu saja jadi cecunguk dihadapan mereka.

Duor! Tiba-tiba, kok saya ingin kesana. Mau ngapain? Ah, itu nanti saja saya pikirkan...

20 November 2007

Pete

Awan-awan madang karo tege, pete, sambele pedes. Jan nylekamin banget luh....

Tak pernah saya jumpai bos-bos atau noni-noni berpenampilan nan aduhai plus harum mewangi tapi nafasnya berbau pete. Untungnya saya cuma tukang wedang. Siapa peduli?

Foto diambil dari sini tanpa ijin

16 November 2007

Kutukan untuk Amerika dan Israel





Sederet kalimat bertuliskan "Fuck USA & EZRAEL! [Can Dajjal Come Out An Play?!]" muncul di title bar (semoga bener tulisannya) yahoo pagi ini. Ternyata tulisan yang sama muncul juga di MSN, Blogger dan entah dimana lagi...
Mungkin saya yang telat tahu...

14 November 2007

Pesepeda Onthel Tewas Ditabrak Pengendara Mobil

Sangat Endonesa, kata Paman yang katanya sedang jadi raja minyak itu.

Pagi-pagi kawan penggemar sepeda tua yang salah satu miliknya saya pinjam, mengabari tentang sebuah kecelakaan yang menimpa seorang pengendara sepeda onthel di sini. Mengenaskan!

Setahu saya, sejak bertahun yang lalu, teman-teman penggemar sepeda yang tergabung dalam berbagai komunitas di berbagai kota selalu memimpikan tersedianya satu jalur khusus untuk pesepeda. Mantan walikota dari Kolombia yang sudah berhasil merevolusi sistem transportasi kotanya hingga menjadi surga bagi pesepeda, pernah diundang ke Jakarta. Mungkin maksudnya biar bisa dimintai saran dan konsultasinya. Saranya cukup radikal, berikan 75 persen dari jalan yang ada untuk pejalan kaki dan pesepeda dan sisanya yang 25 persen baru untuk jalur mobil pribadi. Dan seperti yang sudah-sudah pula, ide dan keinginan itu hilang seperti angin.

Negeri dimana semua anggota kabinetnya adalah pedagang, sepeda bukanlah produk yang cukup adollable (adol=jual, bahasa jawa, gampang dijual dan mendatangkan banyak keuntungan). Bandingkan dengan mobil. Satu buah mobil bisa bernilai sekian banyak sepeda. Keuntungan yang diraih pun jauh lebih besar dan lebih gampang merayu calon pembelinya. Mana bisa dibilang gengsi kalo kendaraannya cuma sepeda. Maka tak heran jika kemudian mobil pribadi lah yang memenuhi jalanan ibu kota.

Negeri ini memang ajaib!

13 November 2007

Kiriman 15 kambing

Senin, 12 November 2007 pukul 18:15, datang kiriman kambing ke bangsari dari seseorang yang tetap misterius hingga kini. Info via telepon menyebutkan, kiriman itu terdiri dari 15 ekor kambing jenis etawa: 1 Indukan dewasa, 12 cempe besar dan 2 jantan dewasa.

Segera setelah sampai, kambing-kambing itu langsung dibagikan kepada para siswa yang telah terdata sebelumnya.

08 November 2007

Rusaknya mesin pembikin wedang

Menjelang puasa kemarin mesin pembikin wedang yang biasa saya gunakan rusak. Sebagai operator, tentu saja gondok setengah mati. Lha gimana tidak, itu artinya kerja tambahan tanpa perikemanusiaan. Dengan ancaman tak dapat berlebaran di kampung tidak pula THR, saya dan para tukang wedang yang lain harus bekerja keras memperbaiki mesin. Tak ada pilihan.

Contoh kerusakannya gini. Saat saya tekan tombol mesin untuk pesanan es teh manis dengan gula merah sedikit plus jeruk nipis untuk 100 orang, meski yang tertampil sudah benar, namun yang muncul mungkin cuma 10 gelas yang sesuai pesanan. Sisanya, mungkin es jeruk, kopi pahit, teh tubruk atau bahkan cuma gelas kosongan. Bisa dibayangkan jika pemesannya mencapai 4000 orang atau lebih dengan berbagai macam wedang. Terjadi juga data pemesan, nomor meja dan pesanannya tiba-tiba hilang tanpa bekas. Sungguh ngeselin!

Sekarang, tugas saya adalah ikut menentukan desain mesin yang sedang dipesan, sementara pekerjaa rutin harus tetap berjalan. Mempersiapkan pesanan wedang dalam jumlah tak kalah banyak untuk perhelatan bulan depan, saya (dan yang lain tentu saja) juga masih harus membuat wedang-wedang yang harusnya sudah diminum para tamu pada perhelatan kali ini. Tamu sudah berderet didepan pintu dengan berbagai ekspresi, sementara airnya belum matang dan kopinya baru akan dibeli. Sebagian memaklumi, sebagian besar memaki.

Kabar bocoran dari si pembuat mesin, mesin tercanggih sebagai ganti mesin yang sekarang baru akan siap pertengahan tahun depan. Mesin yang sekarang? Ya dibiarin mangkrak begitu saja. Dipajang supaya orang tahu, kami punya mesin yang hebat meski tak bisa jalan. Padahal isunya, harganya ngujubilah setan. Andai semua gaji saya dikumpulin, sampai mati pun tak akan cukup untuk membelinya. Byuh....

Jadi pingin belajar sama mantan direktur penitipan sepeda yang kini jadi direktur air asin disamping pabrik

05 November 2007

Pengumpulan dana Bloggers for Bangsari akan ditutup

Seperti yang sudah ditulis Sam Hedi, donasi kambing untuk anak-anak bangsari akan dihentikan. Demikian keputusan kumpul-kumpul malam minggu, tanggal 03 Nopember 2007 kemarin, di rumah Sir Mbilung Mc Ndobos. Rencananya akhir bulan ini, tgl 30 November 2007. Dana yang terkumpul sejauh ini 7, 5 juta dari seri pertama (sebelum lebaran) dan 13 juta pada seri kedua yang dimulai saat muktamar plus pesta blogger hingga sekarang. Belum termasuk (insyaallah), minimal 10 kambing yang akan disumbang malaikat misterius dari antah berantah yang baik hati. Terima-kasih semuanya....

Rapat itu sendiri dihadiri: Kang Presiden HI dan istri, Sam Hedi, Hadik, Iqbal, Mikow, Mita, Yudhi (yang sampai HPnya digondhol wewe) dan saya. Dari tuan rumah: Sir Mbilung himself, Ghilman, Adry dan Bude Jeni, plus makaroni bakar dan spagheti. Nyam, nyam. Benar-benar yummy...

Setelah dihentikan apakah sudah selesai?

Belum saudara. Setelah ini tugas kita adalah memantau perkembangan mereka ke depan. Perkembangan mereka insyaallah akan terus di-update ke para donatur dan khalayak. Yang pasti, kabar berkala akan ada di sini dan jika memungkinkan juga melalui email atau telpon atau surat. Dan itu bukan pekerjaan yang sedikit.

Kenapa akhir bulan dan ndak sekalian per hari ini?

Mmmm... Untuk memberi waktu kepada mereka yang kemarin sudah berjanji ikut menyumbang tapi mengunggu gajian. Alasan ndak mutu lainnya, biar kami bisa gojeg kere lagi. :D


Lha kok dihentikan, bukannya program ini baik?

Seperti kata Ndoro Seten, "...begitu memang semestinya…segala hal harus ada batasnya yang jelas, sehingga masih dapat tertangani dengan baik.". Ya, betul sekali Ndoro. Karena ternyata ngurusi duit dan orang banyak itu tidak mudah, apalagi kalo cuma berbekal semangat dan okol (otot). Setelah mendapat respon yang terus terang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya, kami baru menyadari hal-hal yang tidak terpikirkan sebelumnya. Tentang bagaimana cashflow-nya nanti, siapa saja yang berhak mendapat pinjaman, bagaimana penentuannya, bagaimana menyiapkan laporan yang transparan, bagaimana planning ke depan, para penyumbang yang tak mau disebut namanya, dan sebagainya.

Intinya, kami harus memperbaiki kedalam dulu, mencoba menyalurkan dana yang sudah terkumpul sebaik mungkin. Perkara apakah suatu saat akan ada penggalangan dana lagi, biarlah waktu yang menentukan (hayyah...). Akan lebih membahagiakan jika apa yang telah kami lakukan bisa menginspirasi blogger lain (non blogger juga tidak masalah) untuk membuat program serupa. Untuk itu, kami para gerombolan HI dengan senang hati akan berbagi. Sebelum Bloggers For Bangsari diluncurkan, Bude Venus pernah punya ide memberi dukungan untuk pendidikan anak-anak nelayan di pantai utara jawa. Ayo Bune, kami sudah siap membantumu...

Lalu bagaimana itu tentang cashflow dll yang sudah disinggung di depan?

Sementara, biar itu menjadi pekerjaan bagi Komite Sekolah beserta dewan guru disana. Karena mereka yang berhadapan langsung dengan para murid itu. Informasi sementara, sudah ada 25 murid yang sudah siap memelihara kambing. Dana yang terkumpul belum cukup memang.

Selanjutnya?

Mungkin kita perlu menjenguk mereka suatu saat. Semacam inspeksi mendadak begitu lah. Melihat langsung bagaimana kehidupan mereka. Merasakan naik kereta api ekonomi semalaman yang akan membuat kakimu bengkak karena tidak kebagian tempat duduk, menghirup hawa panas Bangsari, mencicipi mendoan seharga 500 rupiah namun seukuran setengah kertas kwarto, makan kelapa muda hingga kembung, atau ikut mencarikan rumput buat si kambing sehingga kulitmu menghitam dalam sekejap. Sama sekali ndak indah, sampeyan boleh mencobanya.

Usul yang muncul di forum kemarin, akhir tahun kelihatannya saat yang tepat. Namanya? Hm... Tour de Bangsari terdengar lumayan...

Siapa mau ikut?

Catatan Mas Hedi: Sekali lagi, Bloggers for Bangsari adalah pembabat alas. Pembuka jalan. Kami siap membantu dan menjelaskan mekanisme program ini untuk dilakukan blogger manapun di tempat lain.

———————————————-

http://bloggersforbangsari.blogspot.com/

Bahtiar: 081328484289 (bahtiar@gmail.com)
Ipul: 081578820013, 02199183863 (much.syaefulloh@gmail.com)
Pitik: 08157123875 (hadik1@gmail.com)
Sir Mbilung: 08121823242
Mitha: 0818794474 (mita_ald@yahoo.com)
Iqbal: 02199562833, 081574852877 (i.prakasa@gmail.com)
Pito: 0818691666, 08882799894 (pitopoenya@yahoo.com)
Hedi: 081311401084 (hedinov@gmail.com)

02 November 2007

Penerima Kambing: Terimakasihku pada Blogger

ditulis oleh fanabis, diambil dari sini


Sore itu di tengah ngobrol dan ngopi bareng teman-teman sepabrik ipul menelepon. Menyampaikan kabar, seseorang akan menemuiku. Siapakah dia? Ternyata malaikat yang akan menyambungkan niat seseorang yang akan menyumbang sepuluh kambing langsung ke bangsari.

perempuan beranting panjang itu meminta tolong aku, untuk mengantarkannya menemui pak mahmudin. Pak mahmudin ini adalah ayah dari rubangi, salah satu anak penerima kambing pada project bloggers for bangsari ini.

Karena beliau mbaknya tak mau jadi seleb, ia tak mau disebut namanya. Bahkan untuk diketahui ia bekerja dimana pun, ia menolak. Nomor telepon kantor pun di setting private. Tak ingin menyalahgunakan fasilitas yang diberikan negara, katanya.

Dan kami pun, berhasil menemui pak mahmudin di jalan warung buncit raya. Di pintu masuk yang terbuat dari pagar seng. Pak mahmudin bertukang pada pembuatan gedung berlantai lima itu.


Dari roman mukanya dia cukup canggung menemui kami. Sore sehabis hujan itu ia memakai jaket kotak-kotak warna hijau yang memudar dan celana panjang coklat. Tampak pakaian itu kebesaran membungkus tubuhnya yang mungil. Ia baru saja mandi, tampak ujung rambut depannya yang masih basah.

Aku dan pak mahmudin lalu digiring mbaknya ke sebuah warung. Sambil menunggu ipul yang terjebak di busway. Di sodori buku menu, pak mahmudin, satu satunya pekerja di gedung yang berasal dari bangsari ini menolak. Entah karena canggug, malu-malu atau seperti alasannya, dia baru saja makan malam.

Sehari ia makan dua kali. Dengan kompor ia memasak menunya sendiri. Seminggu menghabiskan beras maksimal 5 liter. Beserta belanja lauk ia harus mengeluarkan lima puluh ribu rupiah.

Baru seminggu ia di jakarta, meninggalkan isteri dan kelima anaknya di bangsari. Dan rubangi, penerima bantuan bantuan kambing adalah anaknya nomor dua. Ragilnya sekarang baru kelas satu sekolah dasar.

Sebagai pekerja bangunan tak hanya kali ini. Ia pernah merantau ke makssar membangun pabrik semen selama sembilan bulan. "ya kemana saja mas, terserah nasib membawa", katanya.

Tanganya membuka-buka buku menu lalu memesan susu coklat panas. Ke jakarta terpaksa ia lakukan karena di kampung ia tak punya sawah sendiri. Ia hanya maro (bagi hasil) dari sawah salah satu pak haji.

Sawah tadah hujan itu hanya bisa di tanami dua kali. Rendengan dan sadon. Musim tanam sadon, periode kedua ini kemungkinan panen hanya sekitar 50 persen karena tak adanya hujan. Sehingga kadang pak mahmudin memilih menanaminya dengan palawija dan sayur-sayuran.

"Pak bagaimana rasanya mendapatkan bantuan kambing? Tanya ipul

"Tentu saja senang, jawabnya sambil tersenyum. Sebelumnya ia juga memelihara kambing, namun terpaksa di jualnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dia juga mengucapkan terimaksih banyak kepada ipul ( maksudnya juga kepada para donatur) karena ia telah merasa di tuntun, sehingga anaknya tetap bisa melanjutkan sekolah.

Tak terjebak seperti anak-anak lain yang malas sekolah. Kebanyakan mereka beranggapan, sekolah itu lama menghasilkan duitnya. Lebih baik langsung bekerja membantu orang tua. Apalagi anak perempuan, otomatis diplot sebagai tenaga kerja wanita di negeri kurma.

Sebulan lagi ia akan pulang. Menjenguk keluarga yang menunggunya. Dengan uang yang berhasil di kumpulkan pak mahmudin yang asli kebumen itu memilih naik kereta ekonomi dari stasiun senen yang harga tiketnya sekali jalan 27.500 rupiah.

Selama sebulan lebih itu ia sukses mengumpulkan uang sekitar 600-700 ribu. Sebenarnya ia adalah tukang, namun hanya dibayar sebagai "kenek". Ia tak protes, meskipun tenaganya dihargai sehari 30 ribu rupiah.

Ia paham, sebenarnya upah harian yang ia terima jauh lebih besar. Namun telah di potong untuk mandor dan pegawai atasan lainnya.

Dari penghasilannya itu, andai bersisa ia simpan. Bukan ke bank namun ke rumah pak kyai yang mengelola pesantren. Sengaja ia tak menyimpan ke bank, karena ia ingin uang itu bisa dipakai untuk menabah modal dagang para santri.

Sekarang bangunan yang ia kerjakan sudah berdiri. Sudah sampai tahap plester dan finishing. Menurutnya masih sekitar lima sampai enam bulan untuk menyelesaikan gedung yang kata dia milik orang arab.

Ia bisa tidur di dalamnya. Di lantai dua, pak mahmudin membuat ranjang berukuran "single" yang berasal dari kayu bekas. Tampak pada keempat kaki ranjang itu menjulang setinggi badan pemain basket profesional.

Rupanya ranjang itu didesain multi fungsi. Diantara tiang-tiangnya, dipasang tali yang difungsikan sebagai jemuran dan tempat menaruh baju dan sarung. Di sebelahnya terdapat meja-mejaan tempat menaruh piring.

Pak mahmudin rupanya cukup kreatif, memanfaatkan botol aqua berukuran tanggung yang di potong sebagian sisi atasnya untuk menyimpan sendok. Lalu benda itu digantungkan pada paku di salah satu kaki ranjang.

Andai dipasang kelambu, ranjang itu akan mirip ranjang raja-raja jawa jaman dulu. :)

29 Oktober 2007

PB2007: Terima kasih Muktamar dan Pesta Blogger

Alhamdulillah sampai saat ini dana yang sudah berhasil dikumpulkan untuk program Bloggers fo Bangsari sebesar 8,75 juta (2,1 juta di Muktamar dan sisanya selama pesta) dan insyaallah masih bisa bertambah.

Untuk itu, saya sebagai bagian komunitas Bunderan HI yang menjadi motor kampanye ini sekaligus mewakili anak-anak Bangsari ingin mengucapkan terima-kasih sebesar-besarnya kepada:

  1. Panitia Pesta Blogger yang telah memberi kami kesempatan untuk melakukan gerilya penggalangan dana selama acara pesta
  2. XL Care yang telah merespon dengan baik kampanye ini
  3. Om Ong Hock Chuan, Blogger Malaysia yang telah ikut mempublikasikan program ini dalam versi bahasa inggris plus mendonasi juga
  4. Pakde Mbilung, Nengjeni, Adri dan Ghilman yang telah mendukung dan menyemangati kami materi dan non materi
  5. Ndorokakung yang telah bersedia kami repoti untuk melobi panitia
  6. Paman Tyo yang telah mendukung program ini dari balik layar plus mengerjai kami di tengah malam
  7. Dokter Tito yang telah mendesain banner dan komik Bloggers for Bangsari beserta segala kerepotannya
  8. Om Bartley yang telah mendesainkan sticker-sticker Bloggers for Bangsari
  9. Nopenk yang telah mendesain kaos "no one cares about your blog"
  10. Banimal yang memfotokopi pamflet di tengah malam plus merelakan kameranya dibajak dan belum dikembalikan hingga hari ini (jumat tak kembalikan sam)
  11. Kang Zam yang meski tidak bisa datang tapi ikut melakukan penggalangan dana di Jogja
  12. Bude kenny yang juga ikut mendukung program ini dari Malaysia
  13. Komunitas Blogfam yang dengan antusias ikut merayu para donatur lain
  14. Pasangan muda dari Jogja, Tika dan Iphan yang dengan sukarela kami bajak untuk ikut membantu selama acara (selamat ya atas perolehan doorprize N95-nya)
  15. Pihak-pihak lain yang ikut mendukung namun belum tersebutkan dalam tulisan ini

Teman teman komunitas HI: Kang Presiden yang telah berorasi mempresentasikan kampanye ini selama break season, Gus Hadik pitik yang telah mengkoordinir kampanye ini meski ternyata tidak kebagian undangan, Iqbal (Kyai Balibul Gembul) yang telah menyelenggarakan Muktamar dengan sukses dan kebingungan bagaimana caranya ngomong seratus lima puluh ribu kepada donatur bule-bulenya, Omith yang telah mengkoordinasi berbagai pernik strategi penjualan kampaye dan berhasil merayu donatur-donatur kelas kakap, Pito yang tanpa kenal lelah mencuci otak para calon donatur, Kw yang tulisan-tulisannya menggugah detikinet untuk ikut mempublikasi kampaye ini, Miko yang usulnya kepada MC menjadikan kang Presiden bisa tampil selama acara break season, Yudi yang sampai harus dimarahi bosnya karena meninggalkan pekerjaan, Kang Wahyu yang telah mempublikasikan berbagai kegiatan Muktamar dan kampanye ini lewat harian Surya-nya, Luthfi yang sampai harus menunda skripsinya karena berpartisipasi dalam kampanye, Gita yang merelakan Entry Codenya untuk dipakai kyai Gembul masuk ke dalam pesta.

Gambar diambil dari sini tanpa ijin…

25 Oktober 2007

Nyumbang kambing dapat kaos blogger

Khusus untuk para penyumbang kambing dalam kampanye Bloggers for Bangsari baik di forum Muktamar maupun Pesta Blogger akan mendapatkan kenangan berupa kaos dan sticker keren. Kaos blogger bertuliskan "no one cares about your blog" di bagian dada dan di bagian punggung "amenangi jaman blog, yen ora ngeblog ora gaul, ning sak temene sopo sing moco blogmu?"

Karena hal ini dimaksudkan untuk keperluan penggalangan dana, mohon maaf jika hanya mereka yang menyumbang minimal Rp 150 ribu saja yang akan mendapatkannya. Kaos dicetak terbatas hanya 50 buah.

Sekalipun tidak menghadiri kedua cara tersebut, Anda tetap bisa memesan mulai dari sekarang. Kontak saja:

Saatnya tak hanya posting, blogwalking, tapi juga dukung mereka sekolah.

bahtiar: 081328484289 (bahtiar
pitik: 08157123875 (hadik1@gmail.com)
ipul: 081578820013, 02199183863 (much.syaefulloh@gmail.com)
mitha: 0818794474 (mita_ald@yahoo.com)
iqbal: 02199562833, 081574852877 (i.prakasa@gmail.com)
hedi: 081311401084
pito: 0818691666, 08882799894 (pitopoenya@yahoo.com)

24 Oktober 2007

Terima-kasih Detikinet


Dari info teman-teman sesama blogger, ternyata program Bloggers for Bangsari juga dimuat detikinet.

Terima-kasih Detik...

Sekilas foto-foto penerima bantuan kambing

Berikut saya tampilkan sekilas foto-foto murid tsanawiyan yang sudah mendapatkan pinjaman kambing dari program sebelumnya. Foto pertama: dari kiri, Hamdan dan Rubangi saat mampir ke rumah saya.


Sedikit deskripsi mereka:

1. Hamdan

  • Kelas 1 MTs
  • Anak pertama dari 3 bersaudara
  • Ibu: Mbok Sempok, buruh tani, janda, bapak meninggal
  • Kambing Gembel: 1 induk 2 anakan
  • Harga: Rp 1 Juta
  • Pencari rumput: Hamdan dan adiknya (kelas 5 SD)
  • Akan ditambahi satu indukan lagi dalam waktu dekat, sesuai permintaan mereka

Hamdan (baju oranye) dan kedua adiknya

Hamdan dan 3 kambing jenis gembelnya

2. Rubangi
  • Kelas 1 MTs
  • Anak kedua dari 5 anak
  • Bapak: Mahmudin, buruh bangunan (saat ini sedang di Jakarta, pada sebuah proyek di sebelah halte busway Buncit Indah)
  • Kambing Gembel: 1 indukan bunting
  • Harga: Rp 500 ribu
  • Pencari rumput: Rubangi dan saudara-saudara
  • Akan ditambahi satu indukan lagi dalam waktu dekat, sesuai permintaan

Rubangi (berbaju kotak-kotak dan bersarung) dengan kedua adiknya.
Catatan: motor yang ikut terpotret itu milik bapak saya


Rubangi di depan kambingnya

3. Irfan Sutrisno
  • Kelas 3 MTs
  • Anak pertama dari 3 bersaudara
  • Bapak: Tunut, buruh
  • Kambing Jawa: indukan dan 2 anakan jantan
  • Harga: Rp 1,4 Juta
  • Pencari rumput: Sutrisno dan keluarga

Sutrisno sehabis mencari rumput

kemudian memberi makan kambing di belakang rumah

4. Wifayatul Amani (Wiwi)
  • Kelas 2 MTs, satu-satunya yang perempuan
  • Anak pertama dari 3 bersaudara
  • Bapak: Masruri, buruh
  • Kambing Jawa: indukan dan 2 anakan jantan-betina
  • Harga: Rp 1,4 Juta
  • Pencari rumput: bapak dan keluarga

Wiwi dan neneknya di depan 3 kambing jawanya

menunggu bapak mencari rumput dan ibu ke ladang

menyiapkan nasi untuk makan malam

Lalu masih berapa anak lagi yang membutuhkan bantuan? Menurut bapak saya (yang setelah pensiun ikut menjadi guru dan sekaligus ketua komite sekolah MTs tersebut), sekitar 30 persen murid di sana tergolong miskin. Jadi, ya silahkan kalkulasi sendiri dana yang dibuthkan. Untuk itulah kampanye ini digalang. Mohon restunya....

10 Oktober 2007

Bloggers for Bangsari: Dukung Mereka Sekolah

Sekilas tentang kampanye Bloggers for Bangsari:

Program ini bertujuan untuk membantu anak-anak sekolah Madrasah Tsanawiyah Salafiyah di Bangsari (secara administratif bernama Bulaksari, kecamatan Bantarsari, Cilacap) dengan cara meminjamkan modal kepada mereka berupa induk kambing betina. Idealnya satu anak memelihara 2 induk supaya cukup profit untuk ukuran mereka. Hitung-hitungannya ada di serial pertama.

Singkat kata, jika kambing yang dipinjamkan sudah menghasilkan dalam jumlah tertentu, mereka boleh menjual hasilnya untuk keperluan pendidikan mereka. Nah, jika (lagi) hasil anakannya sudah cukup untuk menghasilkan lagi, indukan kambingnya tersebut akan ditarik dan diberikan ke anak lain. Begitu seterusnya hingga indukan tersebut tak bisa menghasilkan.

Proyek ini sebenarnya sudah berjalan dari sebelum puasa ramahdan dan sudah memberikan bantuan kepada 4 anak dengan total dana yang sudah berhasil saya kumpulkan sebanyak 7,5 juta rupiah. Namun karena jumlah anak yang perlu diberi bantuan jauh lebih banyak dari itu, dengan disponsori Pakde Mbilung dan dibantu teman teman bunderan HI, kami memberanikan diri untuk mengkampanyekan kembali program ini.

Cerita lengkap tentang program yang sudah berjalan ada di serial kambing pertama dan kedua.

Kenapa Kambing?

Kambing adalah bahasa sederhana yang mereka pahami dengan mudah (dan juga orang tua mereka). Bantuan berupa uang tidak mendidik dan membuat mereka malas, memangkas tradisi kerja mereka.

Hubungan dengan Muktamar Blogger

Pakde menyarankan supaya blogger tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tapi lebih membumi dan nyata. Karena itu sebaiknya program donasi kambing untuk anak-anak madrasah diangkat kembali dengan melibatkan komunitas blogger yang lebih luas. Mumpung momentumnya sedang pas, Muktamar Blogger dan (semoga) Pesta Blogger.

Kalo Menyumbang Saya Dapat Apa?

Insyaallah setiap penyumbang akan mendapatkan merchandise berupa kaos dan sticker selama persediaan masih ada. Syarat dan ketentuan berlaku.


Bantuan disalurkan ke:

No rekening: 0751371054
Atas nama : Much. Syaefulloh
Bank BCA cabang Sabang Jakarta pusat
Email : much.syaefulloh@gmail.com, ipoul_bangsari@yahoo.com
YM! : ipoul_bangsari
HP: 081578820013
Alamat: Jl Kebon Kacang II no 70 Tanah Abang Jakarta Pusat atau

atau ke Bapak saya yang mengurusi program ini di Bangsari
Darso Moh. Dahroni
d.a: dusun Karang Reja, RT 03 RW 04, desa Bulaksari (Bangsari), Kec. Bantarsari, Kab. Cilacap.


catatan: program ini boleh diadopsi, dicopy & paste maupun dibajak oleh siapa saja, di lokasi mana saja.

Contact Persons:
Pitik: 08157123875 (hadik1@gmail.com)
Ipul: 081578820013, 02199183863 (much.syaefulloh@gmail.com)
Mitha: 0818794474 (mita_ald@yahoo.com)
Iqbal: 02199562833, 081574852877 (i.prakasa@gmail.com)
Hedi
: 081311401084
Pito: 0818691666, 08882799894 (pitopoenya@yahoo.com)

link terkait:
Yudi
Pito 1
Pitik
Balibul1 dan Balibul 2
Omith
Miko

09 Oktober 2007

cerita dari pesantren

sedikit cerita dari pesantren jaman saya masih kecil (ikut-ikut pakde mbilung bernostalgia).

namanya juga pesantren salaf yang santrinya hanya bermodalkan beras beberapa kilo dari rumah untuk jatah beberapa bulan, tawaran makan gratis adalah peristiwa langka yang tak mungkin ditolak. selebihnya ya harus ngenger kerja kerja di luar pesantren. kesempatan ini masih bisa dihitung dengan jari bahkan dalam hitungan setahun.

nah, ceritanya kang nasirun yang masih saudara saya diajak makan gratis oleh teman sekombongan (sekamar, satu kombong biasanya dihuni beberapa santri) pada suatu siang beberapa tahun yang lalu. tanpa pikir panjang, dia bersorak gembira.

keduanya segera menuju di warungnya lik har, salah satu warung yang menjual makanan siap saji bagi santri pesantren depan rumah. mereka punmakan-makan sampai puas sambil ketawa ketiwi ngobrol tak jelas. dunia menjadi begitu bergairah siang itu.

selesai makan, mereka mengikuti kegiatan pesantren seperti biasa. ngaji sampai ashar, sholat magrib berjamaah, ngaji lagi, sholat isya dan kemudian ngaji lagi. sehabis itu, sesuai jadwal pula, semua santri masuk ke dapur termasuk si kang nasirun.

saat hendak mengambil beras (penyimpanan beras dilakukan didalam kamar masing-masing), kang nasirun bingung. beras yang kemarin masih banyak ternyata lenyap. diubek-ubek dan tanya kesana kemari tidak juga ketemu, tidak ketahuan juntrungnya. akhirnya dia bertanya pada lihun yang sudah tidur duluan.

nasirun : hun, berasku kemana ya? kemarin kan masih banyak, kok sekarang ilang?
lihun : lha, yang kamu makan tadi siang itu apa? emangnya aku dapet uang darimana untuk traktir kamu?
nasirun : trus?
lihun : ya kujual lah... aku juga pengin makan enak. bosen aku makan nasi dan garam doang setiap hari. kamu juga seneng to?
nasirun : ?????

04 Oktober 2007

sepuluh hari terakhir ramadhan



akulah para pencarimu yaa duiiit
...




dari soundtrack film para pencari tuhan (info amin dan rogebon)

03 Oktober 2007

petasan

selama bulan puasa, sebagian besar permainan diliburkan kecuali petasan. entah berasal darimana kebiasaan main petasan ini. katanya sih dari dulu sekali. bahkan, biasanya orang-orang tua sampai menyediakan dana khusus untuk keperluan ini. simbah dan bapak saya tak terkecuali, ikut mendorong saya. bedanya, simbah dan bapak tidak memberi uang tapi mensuport dalam bentuk lain.

menjelang bulan puasa, bapak selalu membongkar semua arsip-arsip dan menyusunnya ulang. arsip-arsip yang tak terpakai menjadi rejeki saya, saya jual untuk membeli obat mercon. jika masih belum cukup untuk membeli sekilo obat mercon, bapak menambahi kertas-kertas bekas dari kantor. biasanya sepuluh kilo kertas atau lebih sedikit menghasilkan satu kilo obat yang saya beli di sidareja, depan stasiun. dari satu ons obat, cukup untuk membuat 50-80 mercon seukuran jempol orang dewasa.

sulutan per hari selama puasa biasanya cukup dalam hitungan belasan hingga puluhan mercon-mercon kecil. sebagai pamungkas di malam lebaran atau pasca sholat idul fitri, disulutlah petasan bersusun yang disebut rentengan. susunan rentengan ini diatur dengan formula: sepuluh pasang mercon kecil, diselingi sepasang mercon besar (disebut gedug). rentengan semakin ke atas, mercon gedugnya semakin besar. gedug teratas bisa seukuran betis orang dewasa atau lebih. penyulutan rentengan disaksikan orang banyak. semakin banyak dan panjang susunannya, semakin banyak pula penontonnya. halaman dengan pecahan kertas paling banyak akan menjadi bukti hasil kerja keras itu. nah, disinilah para bocah lelaki itu saling pamer.

simbah selalu mendukung hobi ini, begitu pula bapak. saya pertama kali belajar membuat petasan saat kelas 1 sekolah dasar, dari kakak angkat saya poniran. saat kelas 3, saya sudah bisa membuat rentengan berisi hampir seratusan mercon. saat kelas 3 sekolah menengah pertama, saya sudah membuat rentengan sepanjang 8 meter. entah berapa isinya, saya lupa. selepas smp, saya tak sempat lagi membuat rentengan karena saya sudah merantau sedangkan libur sekolah cuma beberapa hari. sementara untuk membuat sebuah rentengan panjang membutuhkan waktu berhari-hari. karena itu, saya beralih dari kuantitas ke kualitas. ukuran merconnya saya perbesar. bapak mulai khawatir. bagaimanapun mercon berukuran besar lebih berbahaya dari dari mercon rentengan sepanjang berapa pun.

petasan terkahir yang saya dan teman-teman buat berbobot 8 kilogram. sebesar ember berukuran sedang. berbahan dasar kertas-kertas koran yang dilem supaya bisa digulung, juga sarung dan handuk. membuatnya dibutuhkan 4 orang. satu orang memegangi kayu pemutar, dua menginjak papan penggulung dan satu lagi menarik papan. juga sekilo obat mercon.

hasilnya, beberapa bagian kaca pesantren depan rumah ada yang pecah. ruang depan rumah pak kyai dipenuhi rontokan kapur. pak kyai tertawa puas dengan kerjaan saya, tapi bu nyai berang. saya pensiun sesudah itu. beralih ke jogja, belajar ilmu nuklir.

permainan-permainan masa lalu

semasa saya kecil, ada beberapa jenis permainan anak-anak di bangsari. sebuah permainan berguna tidak saja untuk bermain, tapi juga bergaul. tanpa menguasai permainan-permainan itu, anak-anak relatif kurang dihargai teman. kemampuan rendah, mungkin begitu dalam bahasa sekarang.

anak-anak perempuan mahir memainkan:
  1. pasar-pasaran (simulasi jual beli yang mengandalkan keuletan dalam tawar menawar),
  2. masak-masakan (masak-memasak),
  3. lowok (permainan karet gelang),
  4. lompat tali,
  5. kuncir rambut, dan lain-lain.
anak-anak lelaki harus bisa membuat sendiri tiga benda dan sekaligus memainkannya:
  1. panggal (gasing) plus tali pemutarnya,
  2. layang-layang berbagai model, dan
  3. mercon alias petasan.
menguasai ketiganya, barulah mereka diakui sebagai bocah laki-laki. yang tidak bisa, dipoyoki sebagai anak lanang yang kewedok-wedokan. disamping itu, masih banyak pekerjaan sampingan para bocah yang antara lain:
  1. nyeser (mencari ikan dengan seser, sebangsa jaring kecil),
  2. mancing ikan dan belut,
  3. tawu (mengeringkan kubangan air, terkadang selokan atau sungai yang airnya menyusut, untuk menangkap ikannya),
  4. membuat mobil-mobilan (terbuat dari bambu),
  5. mencuri (timun, kacang panjang muda, bengkoang, pepaya, mangga dan terkadang umbi-umbian jika lapar di malam hari),
  6. berburu belalang, jengkerik, burung, dan lain-lain.

ada juga permainan lintas gender seperti : baron (kejar-kejaran berkelompok) dan gobak sodor. keduanya biasanya dilakukan di malam purnama ditunggui orang-orang tua. dengan mengandalkan cahaya bulan tanpa listrik, suasana menjadi lebih ceria. cublak-cublak suweng, lowok, dakon dan lompat tali juga terkadang sering dimainkan bersama.

sekarang? entahlah. sepertinya sebagian besar permainan itu sudah hilang. digantikan televisi dan mainan buatan china. katanya, kemudahan adalah hal yang selalu dikedepankan orang sekarang. kalo beli saja murah, ngapain bikin? kalo liat tipi saja lebih enak, ngapain main sendiri?

mungkin masih ada yang tersisa, cuma saya tidak tahu.

gambar diambil dari sini


29 September 2007

gending

alunan gending ladrang sigro mangsah slendro manyar segoro maju perang (tertera pada panel winamp player demikian) lamat-lamat mengalun lembut dari speaker kecil komputer di ujung ruangan. saya sengaja membawa cdnya dari rumah. untuk memberi doping spiritual, menemani saya mengerjakan tugas membikin wedang malam ini. biasanya perintah lembur tidak hanya membuat saya lelah, juga sangat bosan. setidaknya gending-gending dalam cd itu akan memberi warna tersendiri, dan semoga bisa menjadi penguat jiwa sampai mendekati saat sahur tiba. begitu harapan saya dari rumah.

durasinya 8 menit 4 detik. membuai tidak hanya saya, tuan-tuan para ndoro kecil juga ikut menikmatinya. musik hingar bingung dari speaker aktif dari seberang ujung ruangan yang lain segera dikecilkan. memberi kesempatan alunan musik jawa itu menunjukkan kejernihannya. saya mengalami eksitasi. jadi teringat pada pemberitaan lalu tentang gending purnomo sidhi yang kalo tak salah digunakan NASA untuk keperluan pengukuran antar ruang angkasa (koreksi saya jika salah). meski sudah lama kepingin, namun sampai sekarang saya belum pernah mendengarnya.

selesai lagu pertama, disusul ladrang agum agum slendro 6 yang bernada pembukaan sedikit bersemangat, diteruskan ladrang lagu dolanan pelog 6, ladrang balabak pelog 6 dan ladrang rojo manggolo yang sangat tenang. durasinya hampir sama dengan yang pertama. suasanya menjadi begitu magis bagi saya. saat gending lancaran kebo giro kodok ngorek pelog barang mengalun, saya jadi teringat pada tokoh minke dalam novel tetralogi buru saat sowan ke kasunanan surakarta untuk meminta bantuan bagi gerakan kebangsaan waktu itu. saya lupa bagaimana reaksi sang penguasa dalam cerita itu.

sedang asyik-asyiknya melamun, salah satu ndoro kecil saya menyeletuk.

"lama-lama gue takut nih, bulu kudukku merinding. matiin dong...", ndoro-ndoro yang lain mengangguk.

pfiuh.... tak bisa lihat orang lain senang, gerutu saya dalam hati.

28 September 2007

bhi no 11: karmin winarta alias fanabis

dia tak menyukai film komedi maupun komik. menyukai semua cerita yang belum pernah didengarnya, terutama yang fiksi dan spiritual.

seorang pemalu. pendendam yang akut. seseorang yang sudah berbohong kepadanya 3 kali tidak akan dipercayainya lagi seumur hidup. kebohongan keempat berarti kematian. "orang yang suka berbohong lebih baik dimakan cacing saja!", katanya bertenaga. memutuskan menyukai seseorang atau tidak cukup dalam hitungan 2 detik, tanpa seseorang itu ngomong atau melakukan apa pun. menolak semua aturan, norma, hukum dan syariat agama yang menurutnya tidak sesuai jalan pikirnya. ingin menciptakan peradabannya sendiri. peradaban yang akan menjadikannya sebagai tuhan, paling tidak bagi dirinya sendiri.

menolak pernikahan dan semua bentuk ikatan yang dianggapnya hanya pelegalan seks dan perbudakan atas keinginan orang lain. muak dengan perilaku orang sudah menikah tapi masih saja melacur. "aku tak ingin jatuh cinta dan membina hubungan dengan siapapun. aku bahagia dengan diriku sendiri". aku menduga dia hermaprodit.

soal anak? lebih mudah memungut dari pinggir jalan. toh soal kasih sayang tak ada bedanya. praktis dan hemat. "aku muak melihat orang tua yang menjadikan anak mereka seperti barang miliknya, tak memberi kebebasan, harus manut dan celakanya, banyak yang sampai menuntut untuk bisa "merawat" di hari tua. dengan tak menikah aku lepas dari itu semua... tak membebani. terus lagi, ini yang mungkin paling banyak dilakukan orang, mereka kerja habis-habisan untuk membiayai anak. sampai-sampai tak peduli sama orang disekitar (pelit). aku benci orang pelit...". sikap yang didapatnya dari pengalaman dan pergaulan selama di jakarta.

ia dilahirkan dalam sebuah keluarga besar, nomor 4 dari 5 bersaudara. 2 perempuan, 3 laki-laki. di sebuah kampung pertanian di ujung pantai selatan wonogiri dekat darwin sana. ronggojati. sebuah kampung dengan sawah yang tadah hujan, lebih banyak tegalan malah. tandus dan berkapur. meski begitu, dia mengaku tidak pernah kekurangan air minum. entah kalau air mandi, cuci dan kakus.

mengaku hanya betah di kampungnya hanya ketika sedang banyak uang. pulang lebih dikarenakan ikatan biologis, orang tuanya masih di sana. dia mengaku tak dekat dengan semua saudaranya karena cara berkomunikasi yang berbelit-belit khas orang jawa. kelak, jika kedua ortunya sudah tiada, ia akan menghapus nama ronggojati dari memori otaknya. selanjutnya, tuntunan nasib lah yang akan menentukan.

datang ke jakarta pertama kali sebelum krisis moneter 98. mengandalkan ijasah sma plus ilmu santet yang didapatnya di solo, dia menantang ibu kota. dengan percaya diri dia melamar di sebuah media cetak berskala kecil yang kelak menjadi sebuah pabrik kata-kata terbesar dalam sejarah dunia maya di indonesia. sebagai office boy alias tukang wedang! kerjaan sampingannya, tukang kliping koran.

dijanjikan sebagian saham perusahaan (melalui program esop, hak kepemilikan saham), dia mengabdi bagaikan budak. selepas jam kerja, dilanjutkan dengan belajar. ilmu komputer dan semua ilmu yang bisa dilahapnya, termasuk menulis. tidur cukup 4 jam sehari, sisanya kerja dan kerja. praktis hidupnya cuma berpusar di seputaran kantor. makanya tak perlu heran, karirnya melesat cepat. pikirnya, kelak dia tak perlu lagi bekerja. membayangkan berjalan dari satu negeri ke negeri lain sepanjang waktu. menikmati dan hanya menikmati hidup. orang-orang kere seperti para tukang nongkrong di bunderan hi tak ada dalam kamusnya waktu itu. "orang miskin memang selalu merepotkan dalam semua sejarah", katanya.

apa hendak dikata, krisis moneter meruntuhkan perusahaan itu. saham yang dijanjikan itu pun ikut melayang. memaksa perusahaan kecil itu berganti haluan. guna memangkas ongkos produksi, perusahaan itu beralih dari media cetak merambah ke dunia internet. sumber berita didapat dari wartawan-wartawan kroco yang masih membutuhkan recehan. semuanya freelance. krisis ternyata menghancurkan sebagian besar media, hampir semua malahan. menjadikannya pupuk yang subur bagi perusaahaan tokoh kita yang satu ini. kebetulan momennya tepat, didukung euforia masyarakat akan kesadaran baru mengenai dunia internet, sejarah kemudian mencatat perusahaan ini meraksasa dalam waktu singkat. sendirian melaju tanpa pesaing hingga sekarang.

di satu sisi perusahaannya meraksasa tapi di sisi lain dia tak kebagian apapun, membuatnya sakit hati. dia meradang dengan caranya sendiri. hanya mau sedikit bekerja dan tak mau lagi belajar lagi. "bekerja dan atau belajar itu apa yang dicari? impianku gak kesampaian, tak ada lagi yang dikejar". kalau pun harus bekerja, tak boleh sampai menggangu kesenangannya. menulis.

"aku ingin tak punya apa-apa, itu membuatku senang. tapi lagi nyari carane piye...", celotehnya. namun begitu, dia mengaku tetap suka ngumpulin duit. "kalau orang-orang suka ngumpulin duit, aku juga. tapi terus aku bagi-bagikan pada yang membutuhkan." mengaku selalu menghabiskan semua gajinya setiap tanggal 27, sehari sebelum gaji bulan berikutnya keluar. adalah hal yang wajar jika sampai terjadi keterlambatan gaji, dia tak memiliki uang sepeser pun. karena itulah dia tak ingin sakit. meski cuma makan 2 kali sehari, tapi dia selalu mengunjungi karaoke hampir tiap minggu. biar tetap sehat, dia lakukan jogging 3 kali seminggu masing-masing 10 kali putaran lapangan sepak bola. juga tidak merokok. menyukai hampir semua lalapan: selada, tauge, kacang panjang, labu siam mini rebus, daun poh-pohan, terung bulat, tespong dan masih banyak lagi. menghindari daging dan yang berlemak. minum? tanyalah pada balibul dan pitik yang lebih tahu.

meski sewaktu kecil cita-citanya ingin menjadi dokter, beberapa tahun belakangan ia ingin menjadi penulis murni. secara intens dia berlatih menulis melalui blognya (setahuku dulu sangat banyak, entah sekarang). tak lupa ia mengikuti sebuah kursus pada seorang penulis terkenal. sedikit bocoran, insyaallah novelnya akan terbit dalam waktu dekat.

terakhir, dia memberi saya sedikit tips. "menulis yang baik itu harus bisa mengkampak muka pembacanya", katanya mengutip kafka. (terdengarnya hebat, jadi saya tulis saja. hahaha)

link terkait ada disini...

25 September 2007

muktamar homok

bukan karena sakit hati atau hendak membalas dendam pada ndorokakung yang batal menggratisi kami buka bersama di sate kambing muda casmadi dekat gedung cyber di bilangan mampang sana. bukan!

ini hanya karena menurut perkiraan kami, pestanya ndorokakung (semoga bukan pesta nikahan) akan kebanjiran peserta sementara kapasitasnya terbatas. belum lagi calon peserta yang terseleksi dengan sendirinya karena faktor ndak kuat bayar. maka, berdasarkan suara arus bawah (halah, niru bung harmoko) dibentuklah muktamar ini. untuk menampung yang ngga kebagian tempat tapi tetap pengin ikut meramaikan. jadi, gabung saja dengan kami. ngemper di bunderan hi, sebelah gedung tempat pestanya ndoro.

biar seperti muktamarnya kaum nahdhiyyin itu lho. yang makomnya kyai-kyai khos, tempatnya di forum resmi. membahas strategi organisasai ke depan, bagaimana memberdayakan ekonomi rakyat, mendirikan bank nusumma, atau bagaimana biar puasa cukup 20 hari saja.

yang golongannya colomondho, ya bikin muktamar sendiri di belakang. ngobrol sesama muktamirin, ikut jualan balon, ngopa-ngopi sampai kembung karena tak punya uang selain buat beli kopi, atau mungkin sekedar mencari jodoh. mengenai yang terakhir, perlu saya informasikan bahwa nongkrongers hi mayoritas laki-laki. sing butuh jodoh, mantu, silahkan mampir....

sorry nembe sempat posting mbul, kw..

18 September 2007

negara yang aneh!

sebagai orang kecil, saya ikut ngenes mendengar berita nurdin halid. ngenes bukan karena dia terkena kasus lagi, tapi karena menurut bayangan saya, kasus ini pasti akan berkembang sebagaimana kasus impor gula dulu yang tak jelas ujung pangkalnya.

seperti yang sudah-sudah, banyak pihak yang terpaksa ikut kebakaran jenggot. dpr contohnya. dasar kumpulan orang-orang dodol, sudah tahu nurdin adalah orang dengan segudang masalah, eh malah diangkat jadi anggota dpr.

kalo memang benar setiap orang sama di hadapan hukum, untuk apa mensesneg sampai memberi pernyataan "eksekusi nurdin halid tidak perlu isin presiden". aneh sekali!

seperti yang sudah-sudah pula, pssi akan menjadi bemper lagi. bukannya sangat ganjil sebuah lembaga olahraga ikut-ikutan perkara hukum dan politik?

yang lebih mengherankan, dalam suatu harian yang terbit kemarin, wapres jusuf kalla sampai-sampai ikut menjamin bahwa nurdin tak akan kabur.

negara yang aneh! opo tumon?

12 September 2007

kambing mereka

adik saya mengabarkan, 3 anak tsanawiyah itu sudah mendapatkan kambingnya masing-masing. disertai orang tua kecuali si anak janda, bapak mengajak mereka ke gandrung. pasar kecamatan terdekat yang menyediakan segala kebutuhan kami, sekitar 5 kilometer ke arah barat dari bangsari. pada jumat pagi kemarin (07/09/07), hari dimana tsanawiyah itu meliburkan kegiatan belajar mengajarnya. disana, bapak menyilahkan mereka memilih calon kambing mereka. bukan bapak tak mau terlibat, tapi karena merekalah yang lebih paham. terakhir, bapak tinggal menawar dan membayari. mereka sreg dengan pilihannya, bapak tak perlu menggarami laut.

hasilnya, masing-masing mendapatkan seekor induk kambing dengan 2 anakannya. sedikit diluar skenario awal, 1 orang 2 kambing. alasan mereka memilih begitu, supaya saat anakan ini membesar si induk sudah bisa beranak lagi. bahkan bisa jadi sebelum anakannya besar, si induk sudah bunting. lebih menghemat waktu dan tenaga. pilihan yang cerdas. semoga setahun lagi mereka sudah bisa memetik hasilnya.

hamdan yang ibunya janda memilih seekor induk kambing gembel (gibas, yang mirip biri-biri itu) dengan 2 anakan. pertimbangannya: kambing gibas lebih lebih mudah dipelihara, lebih tahan penyakit, tidak takut hujan (hal kecil yang seringkali menyusahkan) dan yang terpenting lebih cepat berkembang biak, daripada kambing jawa. sedangkan 2 anak lainnya memilih kambing jawa dengan pertimbangan lebih mahal nilai jualnya. intinya, mereka sudah paham resikonya masing-masing.

lalu, kemana yang satu anak lagi? jumat kemarin kebetulan dia belum bisa ikut. saya tak menanya lebih lanjut. namun bapak berjanji mengajaknya ke gandrung minggu depan.

dengan jumlah donasi yang terkumpul kemarin sebesar 6,4 juta rupiah, saat ini masih tersisa 2,6 juta lagi. setelah dikurangi biaya pembuatan kandang untuk si anak janda (yang lain bikin kandang sendiri), masih tersisa 2,55 juta. (info lebih rincinya, bisa hubungi saya lewat jalur pribadi). bapak bilang kelebihannya akan dialokasikan untuk anak-anak yang lain.

mari kita doakan, semoga mereka berhasil. jika program ini sukses, insyaallah tahun depan saya akan memblowup program ini lebih kenceng. selamat berpuasa...

the invasion


kesedihan, kesengsaraan dan ketidak-adilan muncul karena adanya rasa dalam diri manusia. jika rasa itu hilang, penderitaan juga akan lenyap. bayangkan, tentang sebuah dunia, dimana manusia kehilangan kemanusiaannya. tidak ada lagi kesedihan, kesengsaraan dan ketidak-adilan. tidak ada lagi perang irak. tidak ada lagi perebutan kekayaan alam (the invasion).

film ini sungguh menjengkelkan bagi saya. bagaimana tidak, masa virus yang baru datang dari luar angkasa terbawa pesawat ulang alik yang gagal mendarat dan meledak, bisa langsung tahu dan menawarkan solusi untuk kehidupan manusia? huh. tidak masuk akal, menggampangkan masalah!

padahal film ini dibintangi nicole kidman (salah peran terbaiknya menurut saya adalah dalam mouline rouge) dan daniel craig (katanya sih pemeran james bond yang baru). sungguh mubazir.

untungnya, film ini diputar gratis di blitz. hehehe.

06 September 2007

bebek telah meninggalkan kita

ikut berduka yang mendalam atas meninggalnya pangkopdar kami yang tercinta karena kecelakaan di laut sceh pada tanggal 02 September 2007. jenazah telah dimakamkan di jember jawa timur.

sedikit yang saya sesalkan, saya punya andil (dengan perantaraan presiden) memberangkatkan dia ke aceh pertama kalinya. tanpa pernah terpikirkan resiko yang terjadi kemudian. maafkan saya...

22 Agustus 2007

minta bantuan: donasi kambing untuk anak-anak tsanawiyah

bapak saya bercerita, 4 muridnya di tsanawiyah (setingkat sekolah lanjutan pertama) mengeluh tentang sekolah mereka. ujung-ujungnya mereka minta berhenti. seperti yang sudah-sudah, pangkal masalahnya gampang ditebak. biaya. mereka minta keluar dengan alasan bisa mencari nafkah untuk membantu orang tua. bisa kerja apa saja di kampung, atau bisa juga ke kota menyusul anak-anak yang lain. paling tidak mereka tak perlu lagi membebani orang tua. mereka: hamdan anak seorang janda, 3 sisanya: ahmad rubangi, wifayatul amani (perempuan) dan irfan sutrisno anak keluarga kurang mampu.

menurut statistik sekolah, tiga puluh persen murid tsanawiyah kami berasal dari keluarga tak mampu termasuk keempat murid ini. meminta ijin hendak keluar memang agak sedikit diluar kebiasaan. biasanya, mereka keluar begitu saja tanpa pemberitahuan. bolos, dan tak pernah kembali. tapi keempat anak ini tidak.

ternyata, mereka minta ijin ke bapak saya ada maksudnya. usut punya usut, mereka masih ingin sekolah. tapi karena mereka tak bisa berharap banyak pada orang tua, mereka berharap bapak lah yang mencarikan solusinya. diskusi dengan mereka menghasilkan sebuah kesepakatan: mereka tak boleh keluar, bapak yang akan mencoba mencari jalan. berbekal pengalaman, biasanya hal seperti selalu bisa diatasi. lha kok, ndilalahnya saya pulang kampung. jadilah saya yang ketiban sampur. bapak minta bantuan saya. nah, karena saya juga tidak tahu pemecahannya, saya bikin pengumuman ini saja. sampeyan yang baca blog ini saya kasih tanggung jawab juga. hehehe.

situasinya kira-kira begini. sebenarnya tiap murid sudah mendapatkan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah. tapi karena murid yang mendapatkan BOS ini banyak, sehingga masih terjadi kekurangan biaya sebesar 8 ribu rupiah per orang per bulan. masih di tambah biaya 2 kali ujian mid semester (20 ribu/ujian) dan dua kali ujian semester (25 ribu/ujian). total jendralnya 186 ribu setahun. itu belum termasuk biaya seragam, sepatu dan buku (item terakhir biasanya bisa dianggap diabaikan). lumayan.

proposal yang empat anak ini ajukan ke bapak, mereka minta dicarikan orang yang mau diajak maro kambing. mereka memelihara kambing betina dan hasil anakannya akan di bagi dua, sementara modal pokoknya tetap menjadi pemilik modal. untuk mencapai BEP, paling tidak mereka membutuhkan dua kambing. pertimbangannya, selain hasilnya kurang maksimal, jika hanya satu induk dan beranak hanya satu dalam setahun, membagi duanya menjadi sulit. kemungkinan tidak beranak? ada, tapi sangat jarang terjadi. setelah dua tahun, pemodal bisa mengambil modal awal plus kambing anakannya.

kambing yang biasa dipelihara di desa kami adalah jenis kambing jawa. harga kambing dewasa yang siap dibuntingi saat ini sekitar 800 ribu. jika dalam setahun sudah beranak satu, setahun kemudian cempe (anak kambing) ini berharga sekitar 400 ribu. jadi, dalam setahun kira-kira menghasilkan 200 ribu. cukup lumayan untuk membantu biaya sekolah. sering juga terjadi kambing melahirkan dua ekor, tapi jarang sekali sampai tiga. jika pun sampai melahirkan 3, biasanya salah satunya akan mati karena sang induk tak mampu menyusuinya. soal hitung-hitungan untuk kemungkinan lain, silahkan kalkulasi sendiri.

namanya juga mahluk hidup, mereka membutuhkan makan. soal memberi makan rumput, mereka bisa menggunakan waktu sepulang sekolah untuk menyabit rumput barang sejam hingga dua jam. pilihan menyabit rumput dan bukan menggembala, didasarkan pada efisiensi waktu. sedang di pagi hari kambing tidak perlu diberi makan, cukup memamah biak hasil makan dari siang hingga malam hari.

sisi negatif dari maro kambing meskipun sangat jarang terjadi, seperti umumnya mahluk hidup, kambing mungkin saja mati. dalam hukum maro, kambing mati ya sudah. artinya, si pemodal merugi, si pemelihara juga tidak mendapatkan apa pun. semoga saja tidak sampai terjadi.

nah, sekarang saya tawarkan pada saudara-saudara. siapa mau menjadi investor? mumpung lagi dekat ramadhan lho. yang kata pak kyai-kyai amalnya akan dihitung berlipat ganda. maro boleh, zakat pun diterima. berapapun jumlahnya.

NB: saat ini sudah ada 4 kambing yang disumbangkan para investor. bagi yang berminat atau hendak mengetahui infonya, silahkan hubungi saya lewat jalur pribadi.