Tidak dapat dipungkiri, kemajuan jaman juga berimbas pada perilaku pekerja kelas bawah seperti saya. Terutama yang berhubungan dengan uang dan penyimpanannya. Sudah sangat tidak masuk akal untuk ukuran sekarang, menyimpan uang dibawah bantal maupun lemari pakaian.
Bagi saya, uang dalam bentuk tunai mendatangkan masalah psikis yang sulit saya atasi. Kekhawatiran dan kecenderungan hidup boros. Akibatnya, penghasilan yang tidak seberapa tersebut menguap begitu saja tidak berbekas.
Di bangku SD dulu, guru mengajarkan: "Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya". Bagi saya, menjadi pandai dan kaya adalah mustahil! Rekam jejak di sekolah jelas mengindikasikan saya termasuk golongan rata-rata kebawah. Secara ekonomi, saya juga tidak pernah dan tidak bercita-cita menjadi kaya. Keinginan saya sangat sederhana, bisa menyisihkan sebagian penghasilan yang saya terima dalam bentuk tabungan.
Celakanya, orang-orang seperti saya, yang bekerja untuk melayani orang, selalu didesak waktu dan lebih sering menerima bayaran dalam bentuk tunai, tidak memiliki waktu untuk sejenak keluar sekedar menyetor uang ke bank pada jam kantor. Waktu kerja yang masuk sebelum orang kantor datang dan keluar setelah mereka pulang, semakin menegaskan betaqpa susahnya berhubungan dengan institusi itu.
Saya bermimpi, tentang sebuah bank yang bisa melayani sampai malam bahkan kalau mungkin 24 jam. Jika kantor pos saja bisa, mengapa bank tidak?
Adakah bank seperti itu?

