27 November 2006

Hujan Jakarta, derita petani

Hari ini Jakarta diguyur hujan deras. Saya segera teringat pada Bangsari. Semestinya, pada saat-saat seperti ini, mereka sedang bersiap-siap memulai musim tanam padi. Iring-iringan para lelaki memanggul cangkul melewati depan rumah di pagi hari. Ibu-ibu menyiapkan makanan bagi pekerja. Harapan berlimpahnya panen kelak dan harga bagus menyelimuti setiap orang.

Berita di Kompas menyatakan, Bank Dunia menuduh tingginya harga beras sebagai penyebab naiknya jumlah orang miskin di Indonesia. Untuk itu, penurunan harga beras mutlak harus dilakukan. Begitu berita yang saya baca. Berita lainnya menyebutkan, pemerintah hendak menaikkan harga pupuk bagi petani.

Meski saya tahu para petani (Bangsari) tak akan menyerah karena masalah ini, tapi saya yakin hal ini cukup membuat mereka bersedih.

Lantas, kemana perginya yang disebut negara itu?

17 komentar:

pitik udan-udan mengatakan...

nomer siji!!horeeee...ayo udan2 yukk...

kw mengatakan...

derita petani seolah tanpa akhir. hujan seret. pupuk mahal, harga gabah sewaktu panen murah.

pemerintah menutup mata rapat2. seolah tak melihat.

ndoro kakung mengatakan...

kang, aku pindah alamat blog...

tito mengatakan...

Harga beras dinaikkan? :( Dengan harga sekarang saja mereka masih merugi :(

wd mengatakan...

negara? mungkin lagi sibuk mbongkar helipad, Mas..

mimimama mengatakan...

alhamdulillah hujan :)
saya termasuk salah seorang yg lebih gemar musim hujan daripada kemarau. nggak kuat panase mas... :p

bebek mengatakan...

salah berat gitu... aku juga ga kuat sih beli beras apik...
hiks...

-gt- mengatakan...

negara ikut tenggelam bareng meleduknya lumpur lapindo, duh kok disini blum ujan yoww..

Rara Vebles mengatakan...

Derita petani.. siapa peduli??

Salut buat petani2 Indonesia yg tetap gigih bertahan sebagai petani yg terabaikan..

Kepada siapa mereka berharap??

neng mengatakan...

Musim ujan .. jakarta kebanjiran lagi ... petani?? emang ada yang mikirin gitu?? paling mereka sibuk sendiri nyalahin bogor karena ngirim banjir ... katanya ...

bahtiar mengatakan...

bro, kalo jenengan pengin metu soko kampung gadjah ... klik sini

koeaingditanikeunsiah! mengatakan...

soeda djelas itoe pigih ka itoe Bogor poeaj kebon raia, djahadie itoe helipad....

dirac mengatakan...

negara tidak pergi Bang, cuma lenyap...

chocoluv mengatakan...

hmm,,, padahal jogja malah mengharap hujan

tabah mengatakan...

walah, postinganmu ini malah bikin aku ingat pertanyaan: "Untuk apa bernegara?".

bagonk mengatakan...

horeee... akhirnya tadi pagi hujan deras turun... :P

ulin mengatakan...

Di indonesia semakin kurang yang memperhatikan rakyat kecil..so...kita mau buat apa lagi??? kita hanya bisa melihat dan paling banter nulis kaya gini tapi hampir ga ada manfaatnya, Semuanya tidak akan merubah kondisi yang udah kronis.