29 November 2006

Asuransi jiwa, supaya sehat jiwa?

Ada kejutan istimewa hari ini untuk kami para buruh pabrik. Sebuah polis asuransi jiwa!

Waks! Barang apa pula ini? Untuk apa? Apa hubungannya dengan saya? Dan beberapa pertanyaan lain segera memenuhi kepala.

Segera saja si penjual asuransi menerangkan panjang lebar mengenai asuransi. Apa pentingnya asuransi, mengapa harus berasuransi dll sampai-sampai saya mengantuk.

Pada awal penjelasan, saya sempat mengalami salah persepsi sedikit mengenai asuransi jiwa ini. Dan ini cukup menggelikan buat saya. Saya salah mengartikan
jiwa sebagai sama dengan kewarasan. (Buktinya ada rumah sakit jiwa!) Asuransi jiwa berarti asuransi kewarasan, supaya apabila jiwanya owah (gila) bisa mendapat keringanan biaya di rumah sakit jiwa. Untung saja persepsi saya tidak berlanjut. he..he..he..

Dalam benak saya yang ndesit, asuransi jiwa adalah sebuah keanehan produk peradaban modern.

Saya masih sulit mengerti logikanya.
Lha, wong jiwa kok diasuransikan. Kalo jiwanya hilang, apa lantas bisa diganti?
"Mati ya sudah, mati saja. Tak mungkin kembali", begitu biasanya orang kampung saya bernalar.
"Yang mati biar saja mati. Tapi yang hidup kan butuh uang", balas si penjual.

Namun penjelasan ini tak cukup memuaskan saya. Bagaimana mungkin kematian akan menjamin hidup orang lain? Sungguh tak masuk akal.

Penjelasan dari seorang rekan lebih mudah saya terima. Secara
guyon maton, dia berujar: " Kita (pekerja di pabrik) memang berpotensi sakit jiwa. Karena itulah kita membutuhkan jaminan".

Nah!

31 komentar:

tabah mengatakan...

Selain asuransi jiwa, mungkin ikut juga asuransi surga :)

Bangsari mengatakan...

asurandi surga? wah keren juga tuh. aku melu...

dirac mengatakan...

kalau ikut asuransi, berarti dijamin sakit jiwa dunk?

luthfi mengatakan...

wah, aku blm pernah ikuta asuransi secara sadar dan langsung.
Biasanya ikut asuransi krn ostomatisan, spt SIM dll :-)

Anang mengatakan...

Asuransi kejiwaan??

Hedi mengatakan...

ah sampeyan dikongkon melu fitnes ae wegah, opo maneh asuransi hehehe...piye kabare Mira :p

Moes Jum mengatakan...

Sptnya seluruh kulowargo cangkrukers HI pancen perlu asuransi jiwa, apalagi yang bisa nanganin klaim "digaruk" tramtib ... hehehe

pepeng mengatakan...

sehat itu mahal..bener ga ya semboyan itu..???

neng yaa karta mengatakan...

nyowo anak jalanan ra ono regane

nanging

yen dadi buruh diuber-uber dikon mbayar nyowo

:(

pitik ora sakit jiwa mengatakan...

"Men Sana in Corpore Sano " = "Healthy Mind in a Healthy Body" = "Minte Sanatoasa in Corp Sanatos"

bebek mengatakan...

aku mbiyen kiy buruh asuransi, tapi ra tau paham asuransi kiy opo.. :p

gita mengatakan...

wuah jan2'e buruh pabrik listrik koyo aku iki yo butuh asuransi jiwa yo mas'e secara kemungkinan kesetrum lan ketiban tower listrik gedhe banget, tp jamsosetek buatku iki wes cukup lah....ora usah macem2

kw mengatakan...

dulu pernah ikut asuransi jiwa. kalau aku mati muda biar ada yang "senang".

namun berhenti. sayang memang. kata temanku, karena saya masih sendiri, tak punya "tanggungan". jadi asuransi belum urgen.

kopdar bunderan hi mengatakan...

dino jumuwah malem aku iso teko nang bunderan hi

acara ke "puncak" ditunda :)

kawula alitz mengatakan...

asuransi jiwa.. tapi kalo buat kawula alit kayak saya, dan (kayaknya juga) cangkrukers HI gak ada yang mau ngaprov.. soalnya potensi "perubahan jiwa" dari sekedar 'ketheirs' sampe 'kejet kejet karepe dewe' lebih gede namun premi ngapret meniru polah klise khas mahasiswa rantau..

MaNongAn mengatakan...

EDDDIIIAAAANNNN tenan ......
so .... sudahkah anda mengasuransikan KEJIWAAN anda ??

-=he509x™=-

bagonk mengatakan...

looo... sejak kapan kerja di pabrik mas...?

mimimama mengatakan...

wah ya alhamdulillah sekali kalo kantor sampeyan ngasih fasilitas asuransi jiwa mas. eh tapi preminya dibayari kantor apa potong gaji? moga2 boss bermurah hati mbayari premi pegawainya :D

saya sendiri berinisiatif ngurus asuransi jauh sebelom pihak HRD kantor ribut2 soal asuransi, jamsostek, dan segala macemnya. karena dari perhitungan, memiliki asuransi itu lebih cepat lebih baik, sama kayak orang beli emas ato rumah. manfaatnya mirip tabungan, baru terasa di situasi emergency ato nanti di hari tua.

kebetulan saya pernah nulis tentang ini tahun lalu disini. btw asuransi ini juga tersebut sbg salah satu kiat dari safir senduk untuk karyawan supaya bisa kaya.

thuns mengatakan...

nek aku butuh banget mas...
misale aku mati 2-3 hari lagi...

sapa yg bakal nyariin duit buat anakku? darimana biaya sekolah anakku???
toh asuransi skrg udah di bundel dg sistem tabungan...
jadi sama aja kita dg nabung di bank... dan dapat plus tambahan asuransi... hidup-mati orang kan gak ada yg tau...
dg asuransi ini kita dapat jaminan utk org2 yg kita tinggal

*halah*

ulin mengatakan...

Asuransi jiwa merupakan salah satu bentuk investasi untuk jaminan orang yang kita tinggal nantinya, bentuk lain mungkin bisa dalam bentuk investasi rumah, invesatsi saham atau investasi membentuk suatu perusahaan. intinya mah...agar keluarga yang kita tinggal (misalnya mati) tetap sejahtera hidupnya.

chocoluv mengatakan...

iya ya... benernya to asuransi jiwa bukan buat sehat jiwa... ya mungkin besok diganti asuransi badan... hwekekeke *jelek banget usul saya* :P

sahrudin mengatakan...

bener kata chocoluv. "asuransi raga" mestinya. sayang, "kantor" tempatku kerja gak ada fasilitas model gituan.

koeaingdiassoerantiekeunsiah! mengatakan...

kowe blon poenja ana bini ja boeng ?

amethys mengatakan...

hehehehe...jadi critanya sedia payung seblom hujan to?

Imponk mengatakan...

tidak banyak perusahaan yang memedulikan hal-hal semacam ini. mungkin kalau tidak karena aturan, jamsostek dlsb tidak akan diurusi oleh perusahaan-perusahaan yang selalu memikirkan untung dari pada kesejahteraan karyawannya. memang, ada yang masih memandang 'aneh' dengan sistem asuransi semacam ini, seperti yah.. masak jiwa di asuransikan?
tapi pada situasi 'genting', asuransi jiwa kadang juga turut membantu --sepertibiaya proses pemakaman dlsb.
namun, tentu saja, kadang2 kita keberatan untuk membayar asuransi --apalagi tidak mati2 :D

kenny mengatakan...

paling ora wes ninggalke warisan kang...(lha wes rabi durung ki???)

MaIDeN mengatakan...

asal dibayari perusahaan, asuransi jiwa berarti bonus dalam bentuk laen

blonty mengatakan...

pren, maap kemarin aku sengaja gak kontak sewaktu di jkt. maklum, cuma sehari dan padat jawdal, takut ketemuannya cuma sebentar. heheheh....

dirac mengatakan...

lah, habis ikut asuransi koq si Abang malah menghilang?

lantip mengatakan...

aku gak pernah paham dengan asuransi jiwa. pernah diskusi panjang lebar dengan orang worldbank tentang asuransi jiwa yang berlabel syariah. dan tetep aja saya gak cocok. hihiih

*komen nda nyambung*

Has2 mengatakan...

rasanya asuransi jiwa kok gak ada bedanya orang tua beliin anaknya pedet ya?
Yang jelas susu sapi bisa bikin anak sehat. Lha anak sehat bisa mencegah orang tua sakit jiwa.