15 Oktober 2006

Lumbu Kobis; Sayuran favorit saya saat mudik

Sebentar lagi mudik massal tiba.

Setiap mudik, selalu yang saya bayangkan adalah makanan berlimpah dan tentu saja lezat luar biasa. Ibu saya sangat pandai memanjakan kami semua dengan masakan-masakan istimewanya. Setiap anggota keluarga yang baru hadir akan disuguhi menu favoritnya masing-masing. Sehingga saat kumpul lebaran tiba dimana kami berkumpul dengan anggota keluarga terlengkap meski tak bisa semua, ibu akan memasak 5-7 jenis sayur sekali hidang.

Menu favorit saya yang belum pernah saya dapatkan ditempat lain adalah sayur lumbu kobis dan pecak lele.

Baiklah, saya ingin bercerita sedikit mengenai sayur lumbu kobis ini. Lumbu kobis, demikian kami orang Bangsari menyebutnya, adalah jenis talas yang tidak menghasilkan umbi. Kami memanfaatkannya hanya sebagai sayuran. Batangnya dan daunnya biasa dimasak. Keunikan talas jenis kobis yaitu tidak remuk saat dimasak, berbeda dengan kebanyakan talas lainnya.

Seperti kebanyakan talas, daun dan batang talas ini juga bisa menimbulkan gatal-gatal di sekitar lidah dan jika sedang sial bisa terasa di seluruh badan. Tapi itu hanya terjadi jika tak dimasak dengan tepat. Apalagi jika batangnyanya jarang dipetik. Semakin jarang dipetik semakin hebat gatal yang diakibatkannya. Oleh karena itu, produksi pertama-kedua biasanya hanya dibuang.

Untuk menghindari rasa gatal, biasanya Ibu saya merebus dulu sebelum dimasak lebih lanjut. Pertama-tama didihkan air, sesudah air mendidih masukkan potongan-potongan batang talas ini. Masak hingga agak lembut, biasanya sekitar 15 menit. Sesudah itu masukkan potongan daunnya. kira-kira 5 menit kemudian angkat dan tiriskan.

Hasil tirisan ini kemudian dicuci lagi untuk memastikan mengurangi kemungkinan gatal. Setelah diperas airnya, lumbu ini siap dimasak. Saya suka sekali lumbu kobis santan. Rasanya keret-keret saat dikunyah, mirip mengunyah sayur setengah matang. Selebihnya sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Kalo boleh tau, makanan favorit anda di kampung apa? Selamat mudik dan menjumpai makanan favorit anda masing-masing...

11 komentar:

onanymous mengatakan...

aku suka jantung pisang...disantan di tumis jg enak...paling enak kalau mabh buyutku yang masak..tp mbah buyut dah gak ada lagi :(
trus ayam ingkung bikinan mbah putri, tapi mbah putri juga dah mangkat...
jadi sekarang sukanya...apaaja yang penting enak dimulut dan gak bikin enek diperut xixixi... :p

Ely mengatakan...

tahu bacem, tahu isi, pepes tahu, tahu gejrot, tahu pong, soto tahu...pokoknya yg serba tahu ! pasti disikat habis..hi..hi..

met mudik ya Mas Ipoul!

tukang kebon mengatakan...

mas'e orang mana sih? nama makanannya aneh. :P

dirac mengatakan...

gado-gado!! tapi yang nggak ancur :D

ali mengatakan...

aku selalu kangen sama sego megono. itu makanan khas pekalongan dan tidak bisa dijumpai (dengan sembarangan) ditempat-tempat lain, apalagi jakarta. rasanya.. yummy.. :)

evi mengatakan...

pokoknya harus nemu taoto pekalongan dpn PPIP, soto tegal sedap malam, walau lebaran hrs ngantri rela deh....dan sego megono (di benhil ada tp ga seenak bikinan Ibuku).
btw, ning ngisor iku gambarmu tho Mas? *tak eling2 brgkali ketemu di lobby* hehehe....

elly.s mengatakan...

hiks...hiks..kangen ibu ku....

bagonk mengatakan...

jadah + tempe/tahu bacem ala kaliurang... ;-)
tidak lupa kupat tahu / tahu guling yang pedes... :)

Bangsari mengatakan...

ternyata semua pada kangen masakan kampung. kirain dah pada jadi orang jakarta semua...

# onanymous: ha..ha.. pemakan segala nih?
# ely: met mudik juga mba. emang mudik?
# tukang kebon: saya orang bangsari mba, kabupatennya cilacap.
# dirac: ngga mudik dari Aussi mas? selamat berlebaran di negeri orang...
# ali: wah kalo megono, saya juga doyan banget tuh mas. uenak pol!
# evi: taoto? saya belum pernah coba tuh! kayanya asik nih.. iya, itu fot saya mba, silahkan ditengeri. he..he..
# evi: waduh, gimana ini...
# bagonk: aku dadi ngiler pengin jadah kaliurang ki...

mumu mengatakan...

mas bang, wah, tulisannya ini inspiratif sekali. aku suka karena punya pengalaman yang sama. kalo di tempatku dulu namanya lompong. tapi sayang sekali sekarang udah gak ada lagi sayur itu.

kw mengatakan...

aku ngga ada mas. karena saya suka makanan yang standar. sayur bayam bening dan tempe goreng. tempe di sana beda dengan tempe di jakarta.