05 September 2006

Penantian itu akhirnya berujung

Bertahun yang lalu Engkau pergi tiba-tiba. Tanpa informasi cukup yang bisa kutelusuri. Engkau seperti 'moksa', hilang ditelan ketiadaan.

Sekian waktu aku menunggu.

Kini, malam ini, engkau kembali.

Apakah dirimu tetap seperti dulu? Ataukah panasnya gurun telah mengubahmu?

Lihatlah kemari! Aku sudah tak sekerdil dulu lagi, meski mungkin masih belum cukup membuatmu melirik.

Dengan segala macam campur-aduk, aku ingin menyongsongmu.

(Halah, kok sentimentil gini? Maksude opo ngono lho. Ketularan Kang Bahtiar ki...)

12 komentar:

ulin mengatakan...

Selamat Bangsari....selamat menyonsong "gadis impian" :)

horok mengatakan...

tak kiro opo :)

Ely mengatakan...

ikut senang akhirnya penantian Bang Ipoul berakhir......ditunggu cerita selanjutnya, pasti romantis ya!

Moes Jum mengatakan...

siiip ojo nganti ucul yoo ...

Luthfi mengatakan...

oooo, arep nikah tah?
slamet yo
n Jgn lupa
makan2 :-)

onanymous mengatakan...

wah guide kawasan 1001malam mo married to? congratulations mas :d
jangan lupa, ilangin kebiasaan menyelipkan cebanan (piro?) dibawah bantal sehabis menunaikan "tugas" xixixi...

bagonk mengatakan...

sekarang koq pada demen bikin puisi seh...? bingung aku.. :P

al mengatakan...

ckckckckck.. ono opo iki nang padepokan bangsari? ;p
oke deh..selamat tinggal penantian selamat datang ujung. loh kok ujung ;p

weedee mengatakan...

gpp lah kayaknya emang lagi musim sentimentil alias melow, yg penting tetep makan2-nya nomer satu...yo ra mas

Bangsari mengatakan...

Terima-kasih, terima-kasih semuanya... saya sedang bahagia sekarang. he..he..

lantip mengatakan...

weh.. iki crito soal tulang iga to? wis ora digondol guguk? hehe.. selamat! :D

wedhouz mengatakan...

uhuk uhuk...
cie... cie...
suit... suit...