02 Agustus 2006

Obrolan pagi, kawin dan gaji kecil

Pagi-pagi sebelum jam kantor mulai, seorang teman menyapa saya.
"Hoi, di tempat lu ada lowongan ngga? Gue butuh duit nih, gue mau kawin!"
"Busyet dah! Emang kamu kira aku banyak duit? Kamu bisa lihat sendiri, aku juga belum kawin. Lagian kerjaan yang sekarang emang kenapa?", saya balik bertanya.
"Kan gue udah bilang, gue butuh duit buat kawin. Yang sekarang ngga cukup."
"Waduh, kalo gitu masalah kita sama dong."
"Trus gimana nih?"
"Mana aku tahu? Lagian kamu kan lebih beruntung. Kamu sudah punya calon, sedangkan aku belum."

.......

Obrolan pun berlanjut tanpa arah dan solusi.

Jakarta, Jakarta... Sesusah itukah menikah disini? Dan menilik kemampuan saya pribadi, rasa-rasanya kok saya juga ikut khawatir. Aduh Gusti, paringono kiat...

Para Tetua, piye iki?

12 komentar:

Moes Jum mengatakan...

Aku bukan golongane Tetua, tapi sopo ngerti ini bisa dijadiken solusi. Koncone sampeyan disuruh aja ikutan "nikah massal", kan kemarin itu PDI-P juga bikin .... hehehe. Solusi lain, wis lahh mulih wae neng kampung, paling ora luwih murah biayane

elly.s mengatakan...

Rezeki itu mas.... sedikit cukup, banyak kurang.
Jadi jangan khawatir....pasrah n tawakal...
Jodoh aja dulu dicari... ntar kalau doi udah mancing ngajak kawin pasti banyak jalan terbuka...(kali lho!)

tifoso mengatakan...

... jadi sudah kebelet kawin nih...? :P

wes tuwo mengatakan...

nyuwun ngapunten ndoro, kulo mboten "kiyat" ... :(

Di link bawah ini ada "kiyat" tuk blogpost :)

http://blog.muslimblog.net/2006/06/05/panduan-blogger-how-to/

Ely mengatakan...

kalo menurut saya sih nikah nggak perlu perayaan besar2an sampai ngundang ratusan orang! karena bukan perayaan besar yang menjamin langgeng tidaknya perkawinan itu nanti. Tapi ya...banyak orang merasa gengsi kalo nikah tidak pake perayaan, jadi sering di kampung saya dulu itu orang pada ngutang untuk nikah , lucu ya? buat apa susah2 ngembalikan utang setelah kawin.

Orang2 disini sering geleng2 kepala kalau saya ceritaan bagaimana orang2 dikampung saya menikah dengan mengundang sampai ratusan orang ( dlm hati mereka bagaimana membiayainya ya?) karena orang2 sini kalau nikah cukup ngundang kerabat dekat sekitar paling banyak 20-30 orangan.

Jadi perkara nikah di negara kita lebih cenderung mengarah pada gengsi bang!

Hedi mengatakan...

temenku bilang "nikah aja, biasanya rejeki nongol sesudahnya"...iya kalo begitu kalo enggak kan repot...

tapi bener ya, hajar aja, urusan lain belakangan :p

*bukan tetua*

tikabanget mengatakan...

walah..
iya..
mo nikah susah banget sih..
kawin aja duluu..

upz..
*kabuurr..*

aribowo mengatakan...

solusi gampang nya, cari cewek yang kaya raya(anak pejabat/direktur perusahaan besar yang semata wayang), trus lamar deh
:D

Evi mengatakan...

cari aja yg "plat merah" diktrmu, msh banyak yg nona tuh....duitnya banyak...enak tinggal jd supri doang.
(ini bener2 solusi lho, klo mau ntar tak tunjukin org2nya).

Anonim mengatakan...

I have been looking for sites like this for a long time. Thank you! »

Anonim mengatakan...

I have been looking for sites like this for a long time. Thank you! http://www.xenical-online-2.info/related-http-www-phentermine-xenical-online-com.html Is eczema related to candida Attorney malpractice medical new plain white york Indian animated keno online Fenugreek with prozac effects of misused oxycontin About acyclovir Controversial hockey articles oxycontin patent http://www.laptop4.info/Used-laptops-in-london-ontario.html

Anonim mengatakan...

Excellent, love it! film editing classes