19 Juli 2006

Obrolan tsunami menjelang panen

Bangsari sedang menunggu panen sadon (panen di musim kemarau). Seperti yang sudah-sudah, menjelang panen para petani serentak memperbaiki sepeda untuk mengangkuti hasil panen mereka sendiri maupun mbawon (memburuh panen). Bengkel sepeda Kang Hudi di depan rumah saya di Bangsari sana ikut mendapat berkah dari perbaikan-perbaikan sepeda ini.

Sore itu tidak kurang dari 8 orang tua-muda berkumpul disana termasuk saya. Sembari menunggu sepeda diperbaiki, kami berbincang segala macam ngalor-ngidul tak tentu arah. Dalam sebuah perbincangan, saya sedikit berkeluh kesah terhadap orang-orang tua mengenai negeri kita yang diterpa bencana bertubi-tubi. Tidak lupa saya menyinggung soal tsunami yang menimpa Aceh beberapa waktu yang lalu. Namun waktu itu tsunami Cilacap dan sekitarnya belum belum terjadi.

"Katanya menurut berita, sebelum bencana Tsunami terjadi di Aceh, Indonesia sudah diperingatkan oleh badan-badan dunia lho...", kata saya mengharap jawaban bijak para orang tua. (Sebagai catatan, menurut berita liputan sebuah tv swasta, waktu tsunami Cilacap dan sekitarnya terjadi, peringatan juga sempat diberikan oleh lembaga lain).

Tanpa basa basi mereka menjawab: "Jangankan orang atau badan atau institusi atau apapun yang memperingatkan, wong Gusti Allah saja ngga dipercaya kok! Apalagi mereka!"

Saya tak bisa berkata apa-apa lagi. Begitu telak kata-kata itu menghantam saya...

8 komentar:

Ely mengatakan...

atos tenan jawabannya ya bang, tapi mungkin mereka menjawab khan berdasarkan kenyataan yang ada di lapangan, betul nggak?

tifoso mengatakan...

hehe... jawabannya singkat & padat yak... :P
BTW, Bangsari dan sekitarnya aman-aman sajakah...?

Vie mengatakan...

Bangsari itu mana sih..? apa dicilacap juga..? ama Kawunganten deketan ga..? Aku punya temen disana, mnrt info dia yg paling parah di Srandil.

ipoul_bangsari mengatakan...

Buat mba Ely: begitulah orang bagnsari berbicara. blak-blakan, tanpa tedeng aling-aling.

buat mas tifoso: bangsari dan sekitarnya selamat, tidaka apa-apa. mereka malah menghawatirkan jakarta.

buat mba vie: Bangsari itu dulu masuk kec kawunganten, alias deket banget. sekarang masuk kec bantarsari.

Hedi mengatakan...

atau karena kita sudah makin sibuk dg urusan pribadi, jadi peringatan siapapun tak tergubris.

Vie mengatakan...

oh...deketan tho?? kt temenku yg org Kawunganten, disana aman kok. Btw, dulu sekolah dimana nih..? temenku itu di Smg skrg kerja di Purwokerto. Jgn2 kenal ya..??

Larasati mengatakan...

Bener lho ,pertama denger orang Bangsari ngomong emang agak kaget dikit ...sumpritt!!

anang mengatakan...

Itulah cara rakyat berfilsafat, sangat-sangat mriyayeni....