20 Juni 2006

Bertapa dan Buntu

Belakangan dalam jangka waktu yang relatif lama saya jauh dari dunia perblogan. Bukan karena bosen, tapi karena keadaan memaksa saya harus menyingkir. Menyingkir dalam arti sesungguhnya, jauh dari kantor beserta warnetnya. Kemana? Ya bekerja lah, kemana lagi? Urusan kerja kan lebih penting dari ngeblog.

Eits, tapi tunggu dulu... Masa sih? Lha, wong namanya Bangsari kok seneng kerja. Sejak kapan?

Entahlah. Pokoknya sekarang saya pengin ngeblog.

Masalahnya, setelah dipaksa bertapa, bukannya tercerahkan malah membuat otak saya beku. Keinginan menulis ada, tapi ide susah terbayang. Waduh, gimana ini? Niscaya hasrat tak tersalurkan. Ibarat iklan obat jamu jaman saya kecil dulu, nafsu ada tenaga kurang. He..he..

Namun begitu, saya masih bisa sedikit berlega hati, karena Tuhan juga lagi buntu. Sudah lebih dari dua minggu Dia tidak menulis. Saya jadi senasib dengan Tuhan, malah masih mending saya. He..he..

12 komentar:

bagonk mengatakan...

weleh... kesibukan kerja jangan sampai mengganggu blogging mas... hehe...

@YU mengatakan...

kerja ya kerja tapi ngeblog jalan terus....ya gak??

Bangsari mengatakan...

Amin. semoga bisa begitu...

pembaca setia mengatakan...

dimana2 nge-blog yaa nomer 2, nomer 1 = gak ono :)

Ely mengatakan...

aku juga sering kok nggak punya ide untuk nulis, wajar2 saja....soalnya aku bukan penulis profesional! jadinya nulisnya kalo lagi ada ide.....kalo nggak ada ya..bisa mingguan nggak nulis, tapi ya itu kadang ewoh sama teman2 yg datang berkunjung ke blog terus blom ada cerita baru.

elly.s mengatakan...

"Buntu" itu sendiri adalah ide. Mengapa sampe buntu? Dari 1 pertanyaan itu aja udah bisa jadi cerita kan. Btw ngeblog bisa ngilangin stress n kebuntuan lho....

ulin mengatakan...

Salah tempat untuk bertapa kali Bangsari... Jadi idenya takut dateng :)

cepris mengatakan...

Nganggap kerja lebih penting dari ngeblog, hati-hati tuh jangan-jangan harus ke RSJ :)

k winarta mengatakan...

tentu saja mas, kalau bertapanya hanya diam. ide akan datang ketika kita "sensitip" menangkap informasi disekeliling kita.

melihat anak-anak berenang di genangan air hitam saat hujan deras di tengah jalan raya misalnya. bisa jadi memunculkan ide : jakarta yang tak punya ruang bebas untuk warganya. anak-anak yang tak hirau dengan kepentingan umum. atau malasnya pemda yang tak membersihkan saluran? atau ....??

bisa juga ide muncul dari ngobrol dengan teman atau ngobrol dengan diri sendiri.

belum nemu juga? menulislah. menulis apa saja, yang penting asal-asalan :). dari tulisan itu akan muncul suatu ide-ide baru yang bisa dikembangkan.

seperti profesi lain. seorang polisi lalu lintas akan tetap bertugas di perempatan jalan ketika di rumah tadi malam uring-uringan karena ditolak ml oleh isterinya.

jadi seorang penulis, dalam keadaan apapun akan tetap menulis. ide akan datang saat kegiatan menulis dimulai. coba aja :)

Bangsari mengatakan...

hiks... saya jadi terharu dengan saran dan dukungan kalian. matur tengkyu sebanyak-banyaknya. hiks...

awi mengatakan...

Hidup di Jakarta, masih bisa bertapa? hebat :) Kalo buntu sih biasa, semua orang juga ngalamin, nggak perlu bertapa segala.

nDoro Seten mengatakan...

Ngati-ati nDoro, kalo Buntu kebablasan bisa nyampe Kutoarjo lho.....