24 Mei 2006

Untuk Apa TV dan Lukisan itu?


Sebuah televisi menyala terus menerus tanpa ada yang menonton. Dibelakangnya tergantung lukisan minyak karya seorang pelukis terkenal yang luar biasa besar, kira-kira 2 X 5 meter bahkan mungkin lebih.

Benar-benar pemborosan yang tidak perlu! Selain saya buta seni, saya berkeyakinan jika uang untuk beli TV dan lukisan itu akan lebih bermanfaat jika diberikan pada orang yang membutuhkan termasuk saya. Begitulah otak saya yang kuno ini berfikir. Menurut anda?

7 komentar:

bukan roy suryo lho mengatakan...

meta data -nya keren ...:)

Bangsari mengatakan...

mbuh yo, ngga paham soal metadata. he..he..

Sahrudin mengatakan...

tv dan lukisan bisa tidak, ya, buat investasi? kalau pas nggak ada duit, dijual lagi, gitu...

Citra mengatakan...

yah biar bagus aja kali mas..sekalian nunjukin strata sosial gituu...makanya mereka rela beli lukisan yg harganya pasti selangit.., coba deh mas diusulin lukisannya diganti foto gw aja gitu.. :)

Bangsari mengatakan...

investasi? rasanya baru kali ini ada usul kumpeni disuruh investasi. he..he.. tapi asyik juga tuh usulnya. tapi memang akan lebih asyik kalo lukisan diganti foto si cantik citra. asal ngga kena royalti aja. :D

Bag0nK mengatakan...

saya juga ga pernah matiin TV kalau tidur tuh... soalnya kalau dimatiin suasana jadi sepi, mana sendirian di rumah... atut... :)

Bangsari mengatakan...

Makanya cari yang "tv" yang ngga bikin sepi Mas. He..he..