10 Juli 2014

Fungsi Lain Kopiah


Adalah hal yang jamak di kalangan santri tradisional untuk menyimpan uang di antara selipan kopiah. Juga terkadang identitas diri, kuitansi atau apa saja yang dianggap perlu. Mengapa begitu?

Itu karena kopiah adalah aksesoris yang hampir selalu di bawa kemana saja. Mulai dari ngaji, sekolah, belanja ke pasar hingga jalan-jalan. Pendeknya, hanya saat tidur dan ke kamar mandi peci ini dilepas.

Lha kenapa ngga ditaruh dalam dompet saja? Nah. Ini ceritanya lain lagi.

Sebenarnya sudah menjadi kebiasaan santri cuma mengenakan sarung tanpa celana di dalamnya. Baik yang luar maupun dalam. Maka membawa dompet jelas merepotkan. Menyelipkan di bundelan sarung juga berisiko jatuh. Maka jalan keluar yang mudah ya itu tadi. Peci.

Omong punya omong, soal kebiasaan hanya bersarung ini kerapkali memakan korban akibat keisengan sejawat. Mingsalnya saja tiba-tiba diplotrokkan dari belakang di depan khalayak ramai. Dan lalu muncullah apa-apa yang selama ini tak pernah ditampakkan kepada matahari. :D

Tapi itu dulu...

12 Mei 2014

Upil Sebagai Indikator Tingkat Polusi Suatu Kota


Pada pagi yang tenang di bawah pepohonan rindang di kawasan Orchard, saya dan seorang kawan baru menyadari bahwa produksi upil kami jauh menurun dalam 3 hari terakhir. Kesimpulannya: upil menjauhi kawasan yang bersih, dan menyukai daerah yang polusif.

Maka merbahagialah warga Jakarta, atas anugerah upil yang berlimpah...

17 April 2014

Paspor untuk Bre: Kantor Imigrasi Jaksel yang Asik


Ceritanya, pagi ini kami membuatkan paspor untuk si bontot Bre (4 bulan). Nah. Karena saya terkesan, maka saya berniat menuliskan pengalaman tersebut.

Ok. Baiklah. Saya mulai dengan ceritanya dengan hal yang tak enak dulu, pendaftaran layanan paspor online.

Sebelumnya, setelah browsing sana sini, saya berkesimpulan bahwa pendaftaran online akan memudahkan dan mempersingkat waktu pembuatan paspor. Maka, sehari sebelum mendatangi kantor imigrasi saya berniat mencobanya. Pertama proses berlangsung bagus. Semua langkah mudah dimengerti dan diisi. Masalah ada di step terakhir yaitu saat mengunggah data pendukung seperti hasil pemindaian KK, KTP dan sejenisnya. Kurang lebih 3 jam dari waktu istirahat makan siang hingga asar menjelang saya mencoba dan hasilnya gagal. Mau tak mau kami melewatkan prosedur ini.

04 Desember 2013

Ken Mengunci Diri

Akhirnya drama si Ken mengunci diri di dalam rumah selama 2 jam berhasil diatasi. Dengan bantuan pembantu, ibu tetangga dan tukang ojek.

Bukannya coba membuka kunci, dia malah sibuk bermain dan ketawa ketiwi sendiri seolah menggoda kami yang sedang panik di luar rumah. Berbagai rayuan tidak digubris, termasuk rayuan es krim yang biasanya manjur.

Ceritanya, tiba-tiba pembantu rumah dan pembantu cabutan menelpon istri yang masih di rumah sakit sehabis melahirkan anak kedua. Katanya Ken terkunci (lebih tepat mengunci sendiri) di dalam saat keduanya sedang menjemur cucian di luar.

Saya, yang juga masih menemani di rumah sakit segera meluncur pulang. Sejujurnya saya juga belum punya ide untuk mengatasinya. Tapi ya sudahlah, yang penting pulang dulu.

Sesampainya di rumah, saya mendapati 2 rewang, abang (anak tetangga) dan ibunya sedang membujuk Ken untuk membuka pintu dari dalam. Juga ibu sebelah sudah membawa obeng guna membuka teralis jendela. Sayang ukurannya tidak pas.

Lalu saya mampir ke bengkel depan gang untuk meminjam obeng yang lebih pas. Kemudian datanglah bantuan dari tukang ojek langganan anak saya sekolah. Begitulah. Akhirnya teralis bisa dicopot dan masalah selesai.

Yang mengherankan, selama proses berlangsung si Ken bersikap santai-santai saja. Malah mencandai kami yg sedang membuka teralis dengan cueknya.

Sungguh hari yang meriah...
-----

Sent from my BerryBerry® Kriditanphone from Sinyal Angus, Mbayar Teruuusss...!

26 September 2013

Kacamata Tidur dari Bantal Duduk

Namanya juga ngantuk, apa saja bisa jadi penutup. Ini masalah klasik bagi mereka yang sulit tidur di tempat terang.

Dulu, saya suka menutupkan buku yang terdekat sebagai kacamata tidur. Juga koran atau kertas apa saja. Belakangan, terutama pada jam istirahat pabrik, saya lebih suka menggunakan tissu yg diselipkan di antara kacamata. Tidurnya lelap, nafas pun lancar.

Terbuat dari apakah kacamata tidurmu?