27 Juli 2015

Resep Bebek Ungkep Ala Ibu Saya. Sebuah Kegiatan Pengisi Waktu Selama Rewang Mudik


Konon, kepepet adalah pemicu paling tepat untuk kreatifitas.

Begitulah. Akibat rewang belum balik hingga seminggu pasca libur lebaran, maka terpaksalah saya turun gunung ikut cawe-cawe ngurusi logistik. Biar mbok wedok fokus saja ke urusan begundal-begundal cilik itu.

Jadi, ceritanya saya memasak bebek ungkep. Ungkepan hati yang paling dalam. Halah. 


22 Juli 2015

Mudik dan Ingatan Masa Lalu


Dulu, penumpang kereta (terutama ekonomi) dengan mudah mengetahui sudah sampai mana kereta berjalan. Dengan memperhatikan pedagang yang naik.

Ketika sampai Cirebon, yang naik adalah penjual nasi murah meriah dengan bungkus kecil. Beli di warung stasiun lebih disarankan.

Di Kroya, giliran penjual pecel kecombrang yang menjajakan dagangan. Pilihan lainnya: gorengan udang yang cuma tinggal kepalanya doang dengan tingkat kekerasan batu akik sungai dareh.


Sekilas Mengenai Nomor Seri Gerbong Kereta Api Dan Tahun Pembuatannya


Nomor yang tertera pada gambar tersebut adalah: K3 0 14 40
Kode K3 berarti gerbong Kelas Ekonomi
Angka 0 berikutnya berarti gerbong tanpa penggerak
Angka 14 berikutnya berarti tahun pembuatan rangkaian gerbong tersebut yaitu 2014
Angka selanjutnya, saya lupa tanya.
Demikian hasil obrolan sekilas dengan seorang Asisten Masinis saat mudik tempohari.

Kesimpulannya, Kereta Ekonomi Jayabaya terdiri dari rangkaian gerbong yang baru sehingga wajar jika harga tiketnya mahal. Yang ini bukan bagian dari obrolan tadi.

19 Juli 2015

Arus Balik Lebaran 2015: Revolusi Ala Pak Jonan Pada Kereta Ekonomi



Kereta Ekonomi Jayabaya jurusan Surabaya Gubeng-Pasar Senen ini patut dipujikeun.

Pertama, rangkaian gerbongnya baru dan kinclong. Lebih baru dari Kereta Mutiara Selatan yang beberapa hari lalu kami tumpangi. Setidaknya karoserinya terlihat baru. Dugaan saya, ini hasil kerja INKA Madiun.

Kedua, pendingin ruangan alias AC-nya didesain built in ke dalam bodi kereta. Bukan sekedar tempelan seperti pada Kereta Bisnis Mutiara Selatan atau ekonomi Serayu (pagi dan malam). Sehingga temperatur lebih stabil dan merata ke seluruh ruangan. Malah saat mentari tenggelam gerbong berubah menjadi kulkas raksasa.


08 Februari 2015

Kopdar Blogger Encok 2015


Seperti pernah diramalkan Om KRMT Roy Suryo pada 26 Februari 2008: "Blog itu hanyalah tren sesaat". Bahkan Pesta blogger pun hanya berlangsung dari 2007 hingga 2010 plus On|Off 2011. Selanjutnya, nehi.

Era blog boleh-boleh saja berlalu, namun ikatan pertemanannya abadi. Buktinya, kemarin sabtu (7 februari 2015) berkumpullah orang-orang yang sebenarnya ya cuma itu-itu saja di kediaman salah satu dedengkot blog indonesia, Mbilung Ndobos.

Pada masa jayanya, beliau itu rajin berkeliling pelosok indonesia hanya untuk membina para narablog muda dan kesepian. Benar-benar kurang gawean.

"Kemarin itu semua ada 76 orang. Untung yang banyak ngomognya, bukan makannya", kata tuan rumah dengan nada membingungkan. Itu belum termasuk anak-anak dan dayang-dayangnya, lho...

Oh, iya. Ada yang menarik dalam pertemuan kali ini. Jika sebelumnya perkumpulan semacamnya selalu membawa sebuah tema besar, kali ini tidak sama sekali. Malah yang terjadi adalah semacam curhat massal mengenai urusan encok, asam urat,  kolesterol hingga kegendutan. Dan hampir semua peserta pertemuan itu mengaku harus menjalani diet yang, sayangnya, tidak ada yang berhasil.

Ya gimana mau berhasil kalau koleksinya di rumah adalah selai coklat negeri tetangga yang konon nagih itu, abon kremes pembangkit selera makan dan sejenisnya? Maka ujung-ujungnya selalu: "Diet kan bisa dimulai besok. Bukan begitu, bukan?". Wassalam...

Pertemanan boleh abadi, tapi encok pasti menanti. Mungkin itu tema yang tepat untuk kumpul blogger kali ini.

Selamat ulang tahun sekaligus ulang tahun perkawinan untuk Pakde Mbilung dan Bude Jeni. Semoga dilimpahi semua kebaikan..