08 Februari 2015

Kopdar Blogger Encok 2015


Seperti pernah diramalkan Om KRMT Roy Suryo pada 26 Februari 2008: "Blog itu hanyalah tren sesaat". Bahkan Pesta blogger pun hanya berlangsung dari 2007 hingga 2010 plus On|Off 2011. Selanjutnya, nehi.

Era blog boleh-boleh saja berlalu, namun ikatan pertemanannya abadi. Buktinya, kemarin sabtu (7 februari 2015) berkumpullah orang-orang yang sebenarnya ya cuma itu-itu saja di kediaman salah satu dedengkot blog indonesia, Mbilung Ndobos.

Pada masa jayanya, beliau itu rajin berkeliling pelosok indonesia hanya untuk membina para narablog muda dan kesepian. Benar-benar kurang gawean.

"Kemarin itu semua ada 76 orang. Untung yang banyak ngomognya, bukan makannya", kata tuan rumah dengan nada membingungkan. Itu belum termasuk anak-anak dan dayang-dayangnya, lho...

Oh, iya. Ada yang menarik dalam pertemuan kali ini. Jika sebelumnya perkumpulan semacamnya selalu membawa sebuah tema besar, kali ini tidak sama sekali. Malah yang terjadi adalah semacam curhat massal mengenai urusan encok, asam urat,  kolesterol hingga kegendutan. Dan hampir semua peserta pertemuan itu mengaku harus menjalani diet yang, sayangnya, tidak ada yang berhasil.

Ya gimana mau berhasil kalau koleksinya di rumah adalah selai coklat negeri tetangga yang konon nagih itu, abon kremes pembangkit selera makan dan sejenisnya? Maka ujung-ujungnya selalu: "Diet kan bisa dimulai besok. Bukan begitu, bukan?". Wassalam...

Pertemanan boleh abadi, tapi encok pasti menanti. Mungkin itu tema yang tepat untuk kumpul blogger kali ini.

Selamat ulang tahun sekaligus ulang tahun perkawinan untuk Pakde Mbilung dan Bude Jeni. Semoga dilimpahi semua kebaikan..

02 Februari 2015

Kopi Pagi dan Teman-temannya



Edisi pagi ini, kopi ditemani gethuk, klepon dan satu lagi mata roda.

Menurut kebiasaan kami di kampung, kopi, juga teh atau wedang lainnya semestinya disajikan dengan camilan atawa makanan kecil. Apalagi bila itu merupakan sajian bagi tamu, hukumnya menjadi wajib.

Maka, wedang yang disajikan tanpa pendamping disebut "wedang kendel" yang secara harfiah berarti minuman berani. Berani tampil sendiri. Maksudnya ora elok alias tidak sopan.

Meski dianggap kurang sopan, terkadang wedang kendel tetap disajikan karena tuan rumah sedang tidak memiliki pilihan. Tentu disertai ucapan maaf.

Sumangga...

01 Februari 2015

Memperbaiki Kunci Kombinasi Kopor yang Macet


Kebetulan kunci kombinasi kopor yang kami punya tidak bisa dibuka sejak perjalanan terakhir. Sebenarnya saya masih yakin dengan nomor kombinasi 3 angka yang saya gunakan terakhir. Bahkan saya catat waktu itu. Tapi berhubung kunci tetap tak bisa dibuka, terpaksalah itu penjepit anak resluiting saya congkel. Yang penting isi koper bisa dikeluarkan, urusan kunci biar nanti nyari solusi lain. Nyatanya, sehabis itu masalah terlupakan sampai berbulan-bulan.

Ada sih salah satu trik yang saya dapat melalui mesin pencari dengan mencoba semua kombinasi angkanya satu demi satu dimulai dari 0-0-0. Tapi cara ini memiliki kelemahan: rasa pegal pada jari yang dipakai untuk menarik kenop atau apalah itu namanya. Maka, belum juga separuh jalan saya menghentikan cara ini.

Lalu, entah bagaimana ceritanya, malam ini saya tiba-tiba mendapat pencerahan setelah keluar dari toilet. Setelah saya pikir-pikir, mustinya ada jalan pintas dengan membongkar perangkat kunci tersebut.

Dan... Ternyata benar saudara sebangsa dan setanah air. Sangat mudah malahan. Tanpa rasa pegal tentu saja. Cukup bongkar dan setel ulang. Tak sampai 5 menit masalah teratasi.
Moral ceritanya: berterima-kasihlah kepada kamar mandi...

19 Desember 2014

Bus Baru dari DAMRI Kampung Rambutan - Kawunganten


Pertama kali dalam sejarah sejak berdirinya rekiblik, DAMRI menyediakan bus baru untuk jurusan Kampung Rambutan - Kawunganten dengan tujuan akhir Cilacap. Tidak tanggung-tanggung, 2 bus baru dengan fasilitas yang patut dipujikeun.

Full AC, sandaran kursi yang bisa diatur, toilet, koneksi wifi yang lebih kenceng dari paket internet langanan saya dan jarak antar kursi yang sangat lega. Sudah pasti menurunkan risiko gegar otak bagi mahluk seperti saya. :P Satu-satunya kekurangannya adalah sayangnya bus ini tak bisa terbang.

Mbok, aku mudik naik Mercy...

18 Desember 2014

Buntil Daun Talas


Buntil! Siapa yang tak kenal buntil, makanan top markotop yang bisa membuat pembikinnya masuk surga? Saya kira hampir semua orang jawa mengenalnya dengan baik.

Nah! Setidaknya ada 3 jenis buntil yang saya kenal: buntil daun pepaya, buntil daun singkong dan buntil daun talas. Kedua jenis yang pertama masih banyak dijual di pasar-pasar tradisional hingga saat ini. Sedang yang ketiga memerlukan usaha ekstra untuk mendapatkannya.

Buntil daun talas adalah salah satu masakan bikinan ibu yang menjadi favorit saya hingga sekarang. Isian parutan kelapa mudanya menjadikan buntil terasa gurih di lidah. Selain itu, ibu juga sering menambahkan isian lainnya: yuyu (kepiting air tawar), udang, ikan gabus atau ikan apa saja yang mudah didapat atau malah gratis.